Sukses

Begini Cara Mengatasi Cegukan Pada Bayi, Enggak Perlu Panik

Liputan6.com, Jakarta Cegukan pada bayi kadang menjadi momok bagi para ibu yang belum tahu cara mengatasinya. Akibatnya banyak ibu yang panik dan tidak tahu harus melakukan apa.

Padahal bayi yang berusia dibawah 1 tahun, sangat rentan mengalami masalah cegukan ini. Hal ini dikarenakan terjadinya reaksi pada otot-otot diafragma. Reaksi tersebut menyebabkan diafragma mengencang secara tiba-tiba, dan tanpa disadari menutup pita suara dari kerongkongan, yang menghasilkan cegukan pada bagian atas tenggorokan.

Sebenarnya cegukan pada bayi ini adalah suatu hal yang normal dan tidak berbahaya, jadi kamu tidak perlu khawatir. Namun bila cegukan pada bayi ini mulai dirasa mengganggu kenyamanan si bayi, ada beberapa cara efektif untuk mengatasinya seperti Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (28/3/2019).

2 dari 4 halaman

Penyebab Cegukan Pada Bayi

Cegukan pada dasarnya disebabkan oleh terjadinya kontraksi pada diafragma. Diafragma adalah suatu lembaran besar otot yang bersama dengan otot-otot antar tulang iga membuat kamu dapat bernafas. Diafragma terletak di bawah paru-paru.

Kontraksi diafragma dan otot-otot lainnya dapat mengisap udara ke paru-paru dan masuknya udara dengan cepat membuat epiglottis menutup. Epiglottis adalah flap jaringan pada tenggorokan yang menutup saat kamu menelan untuk mencegah makanan, minuman, atau air liur terhisap ke paru-paru. Penutupan jaringan tenggorokan yang mendadak inilah yang menyebabkan terjadinya cegukan.

3 dari 4 halaman

Mengatasi Cegukan Pada Bayi

Cegukan biasanya akan hilang dengan sendirinya saat si bayi tidur. Seiring dengan bertambahnya usia bayi, cegukan juga tak akan lagi muncul karena keseimbangan pada sistem tubuh yang semakin meningkat.

Namun untuk meminimalisir rasa kurang nyaman ketika cegukan dialami bayi, kamu bisa mengikuti beberapa cara mengatasi cegukan pada bayi ini:

1. Ubah Posisi Menyusui

Penyebab cegukan terkadang adalah karena saat menyusui, seringkali udara juga ikut masuk ke dalam mulut bayi. Cara mengatasi cegukan pada bayi yang pertama ini adalah dengan mengubah posisi menyusui.

Setelah memperbaiki posisi menyusui, diharapkan bayi tidak lagi kemasukan udara bersamaan dengan ASI. Jika cegukan masih terjadi, hentikan sementara proses menyusui, karena kemungkinan besar bayi akan tersedak karenanya.

2. Pastikan Posisi Menyusui Benar

Posisi menyusui yang tepat adalah puting beserta areola (bagian kulit berwarna lebih gelap yang melingkari puting) masuk ke mulut bayi, diikuti perut bayi berhadapan langsung dengan perut kamu.

Jika posisi ini sudah benar, bayi dapat menerima ASI secara perlahan, yang membuat cegukan tak akan terjadi lagi.

3. Memeluk Bayi

Memeluk bayi dipecaya mampu memberi ketenangan saat tubuh mungilnya harus mengalami cegukan yang sedikit mengganggu.

Hal ini adalah cara yang paling sederhana untuk mengtasi cegukan pada bayi. Biasanya dalam beberapa menit saja, bayi akan berhenti cegukan dan kembali dalam keadaan normal.

4 dari 4 halaman

Lakukan Langkah Sederhana Ini dengan Tenang

4. Menepuk-nepuk Punggung Bayi

Gendong bayi dengan posisi seperti berdiri, letakkan kepalanya di pundak kamu, lalu tepuk tepuk punggung bayi secara lembut hingga si bayi bersendawa.

Cara ini jika terus dibiasakan, cukup ampuh menghentikan cegukan dengan cepat. Yang perlu diperhatikan, pastikan kamu tidak menepuk-nepuk punggungnya dengan terlalu keras.

5. Suapi Makanan Sedikit Demi Sedikit

Bila si bayi sudah mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI, kamu harus memberikan atau menyuapi makanan tersebut sedikit demi sedikit dan secara perlahan untuk menghindari cegukan.

Dengan menyuapi makanan kepada si bayi dengan perlahan, si bayi akan menelan makanan dengan tidak terburu-buru juga. Hal ini sangat efektif untuk menghindari cegukan.

Bila cegukan terjadi, dan disertai dengan muntah, segera bawa bayi ke dokter, karena biasanya hal ini menunjukkan bahwa bayi sedang mengalami masalah pada perut.

6. Bawa Bayi ke Tempat yang Hangat

Terkadang cegukan pada bayi dapat disebabkan oleh temperatur ruangan yang berubah menjadi dingin. Untuk itu, hindarilah ruangan ber-AC atau suhu yang agak dingin.

Bawa bayi ke tempat yang hangat dan lembap untuk mengatasi cegukannya.

7. Pilih Botol Susu yang Tepat

Jika bayi telah minum menggunakan botol susu, kamu wajib juga memperhatikan bentuk botol susu tersebut. Perhatikan regulator dan lubang pada dot bayi.

Pilih botol yang lubang dot-nya lebih kecil, sehingga bayi dapat mengatur ritmenya dalam meminum susu agar tidak cegukan.