Sukses

7 Makna Simbol Lingkaran pada Kemasan Obat, Jangan Disepelekan

Liputan6.com, Jakarta Sakit memang bukan kondisi yang diharapkan oleh orang. Tidak ada orang yang menginginkan sakit, karena hal ini membuat penderitanya harus mengonsumsi obat secara rutin. Salah satu cara yang biasa dilakukan orang-orang pada umumnya adalah dengan membeli dan mengonsumsi obat-obatan

Tidak jarang orang langsung saja membeli obat ke apotek, tanpa merasa perlu menanyakan kondisi sakitnya ke dokter. Hal ini dilakukan karena penderita sudah merasa tahu tentang sakit dan jenis obat yang harus dikonsumsinya. Namun, sebelum berlanjut untuk tetap membeli obat sendiri tanpa petunjuk dari dokter, Anda perlu memperhatikan beberapa hal tentang obat.

Ya, Anda perlu mengetahui makna simbol pada obat-obatan yang terletak di kemasan obat. Jangan sampai Anda mengabaikan kaidah-kaidah dan asal dalam membeli obat tanpa mengetahui efek samping yang bisa ditimbulkan.

Berkaitan dengan itu, Departemen Kesehatan Republik Indonesia pun memberikan petunjuk tentang simbol-simbol khusus yang wajib dicantumkan dalam setiap obat.

Ada apa saja simbol-simbol yang terdapat dalam kemasan obat? Perlu Anda ketahui, ini makna simbol-simbol yang terdapat pada kemasan obat. Telah Liputan6.com, Jum’at (29/3/2019) rangkum dari berbagai sumber.

2 dari 5 halaman

Simbol Lingkaran Hijau dan Biru Polos

Obat yang Diperjualkan Secara Bebas

Simbol obat dengan lingkaran berwarna hijau polos ini pasti sering banget Anda temukan di apotek. Makna simbol obat pada kemasan ini berarti bahwa obat ini bisa dibeli secara bebas di pasaran tanpa harus memakai resep dokter. Obat yang memiliki simbol ini seperti parasetamol dan aspirin.

Obat yang Bebas Terbatas

Beda lagi dengan lingkaran berwarna biru polos ini. Meski obat dengan kemasan ini bisa dibeli secara bebas tanpa resep dari dokter, namun obat ini masuk ke dalam kategori obat keras. Kalau Anda perlu mengonsumsi obat jenis ini, Anda memperlu memperhatikan anjuran pakainya dan komposisinya. Contoh obat dengan simbol ini seperti CTM.

3 dari 5 halaman

Simbol dengan Huruf K dan Tanda Plus di Tengah

Obat Keras

Makna simbol merah dengan huruf K di tengahnya ini berarti obat yang tergolong obat keras. Untuk mengonsumsi obat-obatan sejenis Asam Mefenamat ini harus berdasarkan resep dokter. Kandungan pada obat jenis ini memiliki bahan kimia yang akan memberikan efek samping jika dikonsumsi melebihi dosis anjuran dari dokter.

Obat Narkotika

Simbol lingkaran merah dengan tanda (+) di dalamnya ini berarti bahwa obat yang paling berbahaya untuk dikonsumsi. Jenis obat ini berasal dari turunan tanaman atau bahan kimia.

Efek dari mengonsumsi obat dengan simbol ini bisa menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, bahkan bisa menimbulkan ketergantungan. Oleh karena itu, obat jenis ini hanya dapat diperoleh dengan resep dari dokter. Contoh obat narkotika ini seperti Morfin dan Petidin.

4 dari 5 halaman

Simbol Tanaman dan Tiga Bintang

Obat Berjenis Jamu atau Berbahan dasar Jamu Tradisional

Kalau Anda menemukan obat dengan simbol seperti ada gambar pohon, artinya obat tersebut mengandung bahan tanaman dan diolah secara tradisional layaknya jamu.

Obat Herbal Terstandar

Simbol dengan tiga bintang ini sering disebut dengan OHT atau Obat Herbal Terstandar. Obat ini berbahan dasar dari alam, seperti tanaman, obat, atau mineral lainnya. Bedanya pada proses OHT ini adalah diprosuksi dengan teknologi tinggi dan higienis.

Bahan-bahan dari OHT ini sudah diuji toksisitas dan kronisnya, oleh karena itu bahan pembuatannya juga sudah melalui penelitian-penelitian pre klinik untuk menguji apakah bahan tersebut sesuai dengan standar kesehatan atau tidak.

5 dari 5 halaman

Simbol Seperti Bentuk Salju

Fitofarmaka

Merupakan obat dengan bahan dasar tradisional dan berbahan alam, namun sudah memiliki standar dan bisa disetarakan dengan obat-obatan modern.

Proses pembuatannya juga sudah melibatkan proses pengujian bahan, jadi Anda tidak perlu takut kalau obat ini mengandung banyak bahan kimia. Karena pada dasarnya dari bahan-bahan alami.

Misalnya saja pada daun jambu yang dipercaya mengobati diare, dengan proses tertentun dan pengujian berstandar daun jambu dapat diolah layaknya obat modern dan obat tersebut akan diberi label fitofarmaka.