Sukses

4 Akibat Membawa Ransel Berat Setiap Hari, Dapat Mengubah Postur Tubuh

Liputan6.com, Jakarta Ransel memang telah menjadi kebutuhan yang snagat penting bagi semua orang, terutama pelajar. Saat kamu perlu membawa banyak barang, tas ataupun ransel menjadi penyelamat.

Apakah itu ransel untuk sekedar pergi ke sekolah, berkuliah maupun untuk traveling, usahakan agar barang-barang bawaanmu tidak terlalu banyak. Selain dapat merusak tas ransel yang mungkin baru kamu beli, hal tersebut juga dapat merusak tubuh kamu.

Sekarang ini, banyak anak-anak sekolah yang membawa tas ransel yang sangat berat ke sekolah. Anak sekolah tersebut merasa buku buku pelajarannya harus dibawa semua, karena takutnya akan digunakan nantinya di sekolah. Padahal hal tersebut dapat membuat tubuh si anak mengalami gangguan.

Oleh karena itu, wajib hukumnya bagi kamu, baik yang membawa ransel berat maupun yang mempunyai anak yang selalu membawa ransel berat ke sekolahnya untuk tahu dampak buruk dari membawa ransel berat setiap hari seperti Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (4/4/2019).

2 dari 5 halaman

1. Mengubah Postur Tubuh

Faktanya, membawa tas yang beratnya melebihi 4 kilogram bahkan lebih saja ternyata bisa berdampak bagi bentuk tubuh kamu.

Memakai tas berat perlahan bisa mengubah postur tubuh kamu. Tubuh kamu akan tampak seperti membungkuk dan gaya berjalan pun sulit menjadi tegak.

Logikanya, efek jangka panjang dari beban berat yang ditanggung oleh punggung membuat punggung sedikit demi sedikit menjadi bungkuk. Kelainan pada tulang belakang ini disebut juga dengan Kyphosis.

Kejadiannya di mana tulang punggung terlalu melengkung ke arah depan, sehingga punggung bagian atas terlihat lebih bungkuk dari punggung normal.

Setiap tulang punggung pasti melengkung beberapa derajat, namun jika tulang belakang melengkung hingga lebih dari 45 derajat maka dianggap sudah berlebihan.

Selain itu, membawa ransel terlalu berat mengakibatkan kelainan pada tulang lainnya seperti Skoliosis. Skoliosis merupakan kelainan pada tulang punggung yang membengkok ke kanan atau ke kiri.

Membawa tas dengan beban berat, dan menentengnya hanya dengan satu lengan menjadi pemicu skoliosis terjadi. Hal ini sering terjadi pada orang yang membawa tas selempang.

Gejala skoliosis dapat dilihat dari perubahan penampilan dada, pinggul, atau bahu. Sedangkan kamu bisa melihat gejala-gejalanya seperti, salah satu pinggul tampak menonjol, tubuh yang condong ke kiri atau ke kanan, salah satu bahu lebih tinggi, sampai panjang kaki tidak seimbang.

Kelainan kelainan ini sangatlah berbahaya terutama bagi anak anak, karena ketika masih keci sudah bungkuk atau mengalami skoliosis, sampai tua nanti akan sulit untuk mengembalikannya. Jadi sebaiknya kurangilah beban kamu ketika menggunakan tas ransel.

3 dari 5 halaman

2. Sakit Kepala

Menjinjing tas ransel berat bisa menyebabkan sakit kepala. Hal ini karena otot-otot tubuh dipaksa membawa berat ransel yang kamu bawa setiap hari.

Bila otot-otot sekitar leher dan bahu menjadi pegal maka ini bisa menyebabkan rasa sakit hingga ke bagian saraf kepala.

4 dari 5 halaman

3. Otot Bahu Menegang

Otot bahu merupakan bagian tubuh paling terdampak akibat dari membawa ransel berat. Selain tentunya kamu juga merasakan badan dan tanganmu menjadi pegal.

Bila terlalu sering membawa tas yang berisi beban berat maka otot bahu akan menjadi tegang dan kaku. Bila hal ini dibiarkan terus terjadi, bahu dan leher juga ikut bisa menjadi kaku.

5 dari 5 halaman

4. Gangguan Keseimbangan

Bahkan dampak lainnya membawa tas ransel berat adalah tubuh kamu akan mengalami gangguan keseimbangan. Kamu bisa menjadi lebih sulit menulis, menggambar, melukis dan sebagainya.

Membawa tas ransel berat akan merusak saraf dan tulang kamu, terutama tulang belakang yang berfungsi langsung untuk menahan berat bebannya.

Oleh karena itu, akan sangat baik dan menyehatkan bila kamu mengurangi barang bawaan pada tas ranselmu untuk menjaga kesehatan. Cobalah untuk mengakali supaya kamu tidak perlu lagi untuk membawa banyak barang dalam tas ranselmu.

Loading