Sukses

Kenali Penyebab Biduran dan Gejalanya, Agar Tak Salah Langkah dalam Pengobatan

Liputan6.com, Jakarta Penyebab biduran pada masing-masing orang berbeda-beda. Siapa saja bisa terkena penyakit biduran. Biasanya penderita biduran dianjurkan untuk melakukan skin prick test atau patch test yang bisa dilakukan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin. Biduran merupakan reaksi pada kulit yang menyebabkan munculnya bilur berwarna merah atau putih. Awalnya bilur muncul pada satu bagian tubuh, kemudian bisa menyebar. Bentuk dan ukuran bilur pun berbeda-beda.

Tidak hanya gatal, ruam pada biduran ini juga bisa terasa perih atau menyengat. Ruam ini dapat muncul di seluruh bagian tubuh seperti wajah, bibir, lidah, tenggorokan, dan telinga. Gejala biduran pada setiap orang pun berbeda-beda, biasanya berlangsung beberapa jam atau hari.

Bagi Anda yang sedang mengalami kondisi sakit biduran ini, baik akut ataupun kronis, bisa mengalami angioderma. Angioderma merupakan suatu pembengkakan lapisan kulit yang lebih dalam. Umumnya, angioderma terjadi pada bagian kelopak mata, bibir, tangan, alat kelamin, dan kaki. Angioderma dapat diatasi dengan antihistamin dan penggunaan tablet kortikosteroid jangka pendek.

Memang, penyakit biduran ini tidak begitu berbahaya, namun Anda perlu mengetahui beberapa penyebab biduran. Pasalnya, penyakit ini bisa datang kapan saja dan penyebab setiap orangnya berbeda-beda dan sulit dideteksi.

Nah, untuk itu Liputan6.com, Minggu (7/4/2019) telah mengulas beberapa diagnosis, gejala, dan penyebab biduran yang perlu Anda ketahui guna mendapatkan penanganan yang tepat.

2 dari 5 halaman

Diagnosis Biduran

Untuk bisa memastikan penyebab biduran, Anda perlu melakukan pemeriksaan fisik dan mengumpulkan informasi seputar gejala-gejala yang dialami. Hal ini penting dilakukan agar penderita dapat menghindari penyebab biduran di masa mendatang,

Biasanya dokter yang menangani Anda pada penyakit ini akan memberi beberapa pertanyaan. Adapun pertanyaan yang akan diajukan dokter misalnya kapan dan bagaimana biduran terjadi serta jika terjadi sesuatu hal yang baru. Misalnya mengonsumsi makanan yang tidak pernah dimakan sebelumnya.

Kalau dokter yang menangani Anda tidak mendapati hal yang mencurigakan sebagai reaksi penyebab alergi, maka tidak akan dilakukan tes khusus. Namun Anda mungkin harus menjalani pemeriksaan di seperti berikut ini untuk menentukan kondisi yang mendasari biduran kronis:

- Tes darah lengkap, untuk melihat apakah Anda menderita anemia atau tidak

- Pengambilan sampel feses untuk mengetahui apakah terdapat infeksi di dalam usus

- Tes fungsi organ hati dan tes fungsi tiroid- Penghitungan tingkat antibody di dalam darah

- Tes Laju Endap Darah (LED) untuk mengenali masalah dengan sistem kekebalan tubuh

3 dari 5 halaman

Gejala Biduran

Gejala biduran biasanya ditandai dengan bilur dan ruam yang muncul biasanya terasa sangat gatal. Ukuran dan lokasinya pun berbeda-beda. Bilur bisa menghilang di satu bagian tubuh dan muncuk kembali di bagian tubuh lainnya. Biasanya biduran akan membaik tanpa pengobatan apapun dalam waktu dua hari. Namun biduran bisa bertambah parah karena faktor-faktor seperti:

- Mengonsumsi minuman keras

- Mengonsumsi kafein

- Stres

- Suhu udara yang panas

- Suhu udara yang dingin

Kalau gejala-gejala biduran yang dialami memburuk dan tidak hilang dalam waktu dua hari, segeralah untuk memeriksakannya ke dokter. Bisa jadi diperlukan penanganan khusus untuk meredakannya.

 

4 dari 5 halaman

Penyebab Biduran

Penyebab biduran biasanya bisa muncul karena dipicu oleh tingginya kadar histamine dan unsur kimia lainnya yang dilepaskan ke kulit. Kemudian, histamine dan unsur kimia laun tersebut membuat pembuluh darah melebar sehingga aliran darah pun meningkat. Hal ini menyebabkan kulit terlihat memerah.

Terdapat dua jenis biduran yang dibagi berdasarkan durasi dan tingkat keparahan gejalanya, yaitu:

Biduran akut atau jangka pendek

Ini adalah jenis biduran yang gejalanya akan menghilang tidak lebih dari enam minggu. Sebagian penyebab biduran akut tidak diketahui penyebabnya. Namun, ada beberapa hal yang dikenali sebagai pemicu biduran akut, yaitu:

- Alergi makanan, misalnya makanan laut

- Faktor lingkungan, misalnya suhu terlalu panas atau terlalu dingin

- Infeksi, baik yang ringan seperti pilek hingga infeksi serius seperti HIV

- Gigitan serangga

- Efek samping obat-obatan tertentu, seperti obat antiradang nonstreroid atau antibiotik

- Stres

Pada penyebab biduran oleh makanan, minuman, atau obat-obatan akan lebih mudah untuk dihindari. Namun berbeda dengan penyebab biduran akut karena stress. Hal ini merupakan penyebab biduran yang sulit untuk dihindari.

5 dari 5 halaman

Biduran Kronis

Penyebab biduran kronis ini bisa timbul karena adanya reaksi dari autoimun. Autoimun ini terjadi saat sistem kekebalan tubuh Anda menyerang sel atau jaringan sehat tubuhnya sendiri. Antibodi yang dihasilkan sisten kekebalan tubuh ini memicu pelepasan histamine dan inilah yang mengakibatkan terjadinya biduran kronis.

Biduran kronis ini juga bisa terjadi sebagai akibat dari infeksi organ hati, gangguan pada kelenjar tiroid, dan adanya parasite di dalam saluran pencernaan. Belum diketahui sepenuhnya penyebab terjadinya autoimun. Kondisi ini dapat timbul pada penderita penyakit autoimun, seperti lupus dan artritis reumatoid.

Pada biduran kronis bersifat kambuhan. Dalam artian, bilur akan muncul dan menghilang dalam kurun waktu tertentu. Beberapa faktor penyebab biduran kronis, di antaranya:

- Suhu udara yang panas

- Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti antiradang nonsteroid dan obat pereda sakit

- Mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol atau kafein

- Mengalami stres

- Mamakai pakaian yang terlalu ketat untuk waktu yang lama

- Mengonsumsi zat aditif yang ada di dalam makanan atau minuman

- Gigitan atau sengatan serangga.

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Penyebab Kaligata atau Biduran, Gejala, dan Cara Pengobatannya