Sukses

Sering Disamakan, Ini Beda Teh Hijau dan Matcha

Liputan6.com, Jakarta Green tea atau teh hijau kini tengah menjadi tren dan digandrungi banyak orang. Tak hanya dijadikan sebagai minuman, green tea juga banyak dicampurkan pada olahan makanan seperti kue atau atau berbagai makanan ringan.

Namun ternyata tah hanya green tea saja yang menjadi tren. Matcha juga turut menjadi tren yang tak kalah digandrungi oleh banyak orang. Bahkan banyak yang menyamakan green tea dan matcha.

Green tea dan matcha memang nampak serupa. Namun, tahukah kamu bahwa keduanya memiliki perbedaan yang mendasar? Hal ini yang sering membuat banyak orang salah kaprah terkait penyebutan matcha dan green tea.

Perbedaan tersebut dapat dilihat melalui rasa, tekstur, warna, cara pengolahan dan penyajiannya. Nah supaya tak keliru lagi, berikut perbedaan green tea dan matcha yang berhasil Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (11/4/2019).

2 dari 6 halaman

Proses pengolahan

Matcha dan green tea memang berasal dari tanaman yang sama yaitu Camellia sinensis. Namun, matcha ditanam berbeda dari green tea biasa. Semak teh terlindung dari sinar matahari selama sekitar 20-30 hari sebelum panen.

Keteduhan memicu peningkatan kadar klorofil, yang mengubah warna hijau daun menjadi lebih gelap dan meningkatkan produksi asam amino. Setelah daun teh dipanen, batang dan vena dikeluarkan dari daun. Mereka kemudian ditumbuk menjadi bubuk berwarna hijau terang, halus yang dikenal sebagai matcha.

Sementara itu, green tea biasanya diolah dalam bentuk potongan daun teh kering yang kemudian diseduh. Setelah diseduh pun Anda harus menyaring ampasnya terlebih dahulu. Berbeda dengan matcha yang berbentuk bubuk yang langsung dapat dikonsumsi.

Green tea jarang diproses menjadi bubuk halus. Jika green tea ditumbuk halus maka teh ini akan menghasilkan warna yang berbeda dari matcha.

3 dari 6 halaman

Warna dan rasa

Jika diseduh, kedua jenis teh ini akan memiliki perbedaan warna yang cukup signifikan. Bubuk matcha nampak lebih hijau dari green tea biasa yang bisanya terlihat kekuningan bahkan cokelat. Warna hijau cerah dari matcha berasal dari klorofil yang tinggi dan polifenol yang kuat.

Kebanyakan orang setuju bahwa rasa matcha premium lebih enak daripada green tea. Green tea cenderung terasa pahit dan asam setelah diminum, meski memberi rasa kesegaran. Sementara matcha memiliki rasa yang lebih creamy dan rasa daun yang kuat.

4 dari 6 halaman

Kandungan dan manfaat

Karena matcha dibuat dengan menggiling seluruh daun teh menjadi bubuk, tidak ada nutrisi dalam daun yang terbuang. Berbeda dengan green tea yang disajikan dengan cara menyeduh daun dengan air panas.

4 Sendok teh bubuk matcha, umumnya mengemas sekitar 280 mg kafein. Kandungan ini secara signifikan lebih tinggi daripada 4 sendok green tea biasa, yang memiliki 35 mg kafein. Satu cangkir (237 ml) setara dengan sekitar 3 cangkir (711 ml) green tea biasa.

Matcha mengandung kafein, polifenol, dan antioksidan lebih tinggi (termasuk EGCG) dan L-Theanine lebih banyak daripada rata-rata green tea. Hal ini lantas membuat matcha memiliki manfaat yang lebih besar dibandingkan green tea.

Satu studi menemukan bahwa matcha mengandung antioksidan hingga 137 kali lebih banyak daripada varietas green tea lainnya. Studi menunjukkan bahwa orang yang minum green tea memiliki risiko penyakit jantung hingga 31% lebih rendah daripada mereka yang tidak. Ini terutama disebabkan oleh antioksidan dan senyawa tanaman dalam green tea, yang ditemukan dalam jumlah yang lebih tinggi di matcha.

Selain menjadi sumber antioksidan yang baik, green tea mengandung asam amino unik yang disebut L-theanine. Faktanya, matcha memiliki kadar L-theanine yang jauh lebih tinggi daripada jenis green tea lainnya. L-theanine dapat meningkatkan gelombang alfa yang terkait dengan relaksasi mental dan dapat membantu melawan stres.

5 dari 6 halaman

Cara penyajian

Green tea biasanya dikonsumsi sebagai minuman hangat. Green tea disajikan dalam bentuk potongan kering daun teh yang kemudian diseduh dengan air panas. Setelah diseduh, Anda harus membuang ampas dari daun teh tersebut sebelum meminumnya. Saat ini juga telah tersedia green tea dalam bentuk teh celup yang lebih memudahkan pengonsumsiannya.

Karena matcha berbentuk bubuk halus, matcha dapat digunakan bukan hanya sekadar minuman. Matcha sering digunakan sebagai campuran kue, es krim, pudding, dan berbagai macam makanan.

Matcha biasanya disiapkan dengan cara tradisional Jepang. Teh diukur dengan sendok bambu atau shashaku, ke dalam mangkuk teh panas yang dikenal sebagai chawan.

Air panas dengan suhu sekitar 158 ° F atau 70 ° C ditambahkan ke mangkuk. Matcha dikocok dengan pengocok bambu khusus yang disebut chasen, hingga menjadi halus dengan buih di atasnya.

6 dari 6 halaman

Soal harga

Karena perbedaan pemrosesan dan kandungannya, matcha memmiliki harga yang jauh lebih mahal dari green tea. Green tea dijual dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan matcha, terutama saat Anda membelinya dalam bentuk minuman jadi.

Selain itu matcha juga dijual dengan banyak kisaran harga tergantung dengan jenis matcha-nya. Hal ini sebanding dengan manfaat dan kandungan matcha yang berkali lipat dari green tea biasa. Selain itu pengolahan matcha mulai dari pemetikan daun hingga menjadi bubuk memerlukan teknik khusus yang lebih rumit dari green tea biasa.