Sukses

5 Fakta Menarik Ave Maryam, Film yang Dibintangi Maudy Koesnaedi dan Chicco Jerikho

Liputan6.com, Jakarta Sudah jarang tampil di layar kaca televisi, kali ini Maudy Koesnaedi wanita berusia 43 tahun ini muncul dalam layar lebar yang bertajuk "Ave Maryam". Film ini mulai ditayangkan di bioskop Tanah Air Kamis (11/4/2019). 

Aktris jebolan Abang None berperan sebagai seorang suster bernama Maryam yang menghadapi pilihan sulit dalam hidupnya.

Film Ave Maryam ini juga dimainkan oleh beberapa okter ternama seperti Chicco Jerikho atau pun pemain lawas Tutie Kirana. Meskipun mengangkat tentang hubungan asmara, namun film yang di sutradarai oleh Ertanto Robby Soediskam ini mengangkat kisah cinta yang tak biasa.

Film ini mengangkat kisah cinta 'terlarang' antara Suster Maryam dan Romo Yosef ini. Suster Maryam (Maudy Koesnaedy) adalah seorang biarawati yang teguh janji sucinya kepada Tuhan, sedangkan Chicco Jericho adalah Pastor atau Romo Yosef yang memiliki sisi menarik bagi Suster Maryam.

Lambat laun, keduanya jatuh cinta dan menyadari cinta yang hadir di antara mereka. Tapi janji pada Tuhan menghalangi semua perasaan itu.

Penasaran kan dengan akhir kisah cinta mereka? Bagi kamu pecinta film Indonesia, tentunya film ini tak boleh sampai tertinggal begitu saja. 

Nah, sebelum menonton mari simak dahulu fakta- fakta menarik tentang film Ave Maryam.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber 5 fakta menarik film Ave Maryam yang membuat kamu semakin yakin untuk menonton film ini, Jumat (12/4/2019) 

2 dari 6 halaman

1. Film Pertama Maudy Koesnaedi sebagai Pemeran Utama

Sejumlah film dan sinetron telah dibintangi oleh istri Frederik Johannes Meijer, namun film 'Ave Maryam' rupanya  film pertama Maudy Koesnaedi sebagai pemeran utama yang berperan sebagai sosok Suster bernama Maryam. 

"Buat saya Ave Maryam adalah mengobati kerinduan saya bisa berakting depan kamera dengan proses, dengan observasi. Dan ini film pertama saya sebagai pemeran utama. Ini kesempatan saya bisa bereksplorasi," pungkas Maudy Koesnaedi di Epicentrum XXI kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019).

 

3 dari 6 halaman

2. Maudy Awalnya Sempat Menolak Bermain

Dilansir dari Liputan6.com, rupanya Maudy Koesnaedi sempat menolak untuk bermain dalam film tersebut. Namun sang sutradara, Ertanto Robby Soediskam terus membujuk dan ingin dirinya yang menjadi Suster Maryam, akhirnya ia mengiyakan ajakan tersebut. 

Proses negoisasi yang dilakukan Ertanto Robby pada Maudy Koesnaedi untuk karakter Suster Maryam pun berlangsung alot. Terlebih, Suster Maryam berada di lungkungan katolik, dimana Maudy Koesnaedi merupakan seorang muslim.

"Awalnya saya sempat menolak peran Maryam ini. Tapi Robby kekeuh meminta saya memainkan tokoh ini," kata ‎Maudy Koesnaedi pada Liputan6.com (4/4/2019)

Menurut sang sutradara, Robby, Maudy adalah sosok yang sesuai dengan peran tersebut. Robby mengaku kesulitan mencari artis yang sesuai dengan karakter sosok Suster Maryam. 

"Karena karakter utamanya wanita usia 40 tahun. Saya cari aktris Indonesia karismatik dan personality-nya adem. Suster itu kan yang kayak believable, manusiawi, dan sederhana. Susah aktris Indonesia yang karakternya begitu.Nah, tawarin ke Maudy," ucap Ertanto Robby saat konferensi pers di Epicentrum XXI kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019).

 

 

4 dari 6 halaman

3. Belajar dengan Suster Asli

Wanita yang namanya mulai dikenal sebagai Zaenab dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan rupanya memerlukan tenaga yang lebih ekstra untuk mendalami peran. Dengan karakter yang berbeda dari peran Maudy di beberapa film sebelumnya, Maudy pun mengeksplor banyak hal.

"Ini total dan karakternya yang beda. Saya sempat melakukan observasi, dan banyak film yang harus dilihat untuk pengembangan karakter. Saya hanya mencoba memberikan yang t‎erbaik," ujar Maudy Koesnaedi, saat jumpa pers film Ave Maryam di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019).

Meski awalnya sempat kesulitan, namun Maudy Koesnaedi perlahan bisa mendalami karakternya. Semua itu tidak lepas dari bantuan suster sebenarnya untuk benar-benar mendalami karakternya.

‎"Dibantu juga sama suster aslinya, jadi kebantu ya," tambah Maudy Koesnaedi.

5 dari 6 halaman

4. Chicco Jerikho Belajar dengan Pastor

Rupanya tidak hanya Maudy Koesnaedi saja membutuhkan tenaga ekstra untuk mendalami peran. Hal ini juga dilakukan oleh suami dari Putri Marino. Untuk perannya tersebut, diakui Chicco Jerikho, ia butuh melakukan persiapan yang panjang guna observasi peran.

Chicco Jerikho pun banyak bertanya pada pastor yang ia temui untuk lebih mendalami karakternya. 

"Kalau dari saya sendiri persiapan cukup panjang juga, jadi punya kesempatan observasi. Sempat ketemu pastor di Jakarta, tanya soal kehidupannya seperti apa, apa aja yang dilewati," ungkap Chicco Jerikho saat konferensi pers di kawasan Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019).

Tak hanya pastor di Jakarta, ia pun melakukan observasi pada beberapa pastor yang ia temui di lokasi syuting di Semarang. "Saya lihat aktivitas mereka dan saya kumpulkan datanya, gimana ketemu jemaat, ketemu suster, dan kemudian dikembangkan," pungkasnya.

6 dari 6 halaman

5. Sudah Pernah Ditayangkan di Festival Film

Film yang diproduksi oleh Summerland, Pratama Pradana Pic, dan Grafent Production itu rupanya sudah menjalani proses syuting sejak November 2016 lalu.

Bahkan, pada 2018, Ave Maryam terlebih dahulu melakukan penayangan di Cape Town Film Festival 2018, Hanoi Film Festival 2018 dan Hongkong Asian Film Festival. Sebelumnya, film ini juga menjadi perbincangan hangar ketika di tayangkan pada acara  Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF). 

Film yang berlatar di Yogyakarta dan Semarang ini tentu mengajarkan tentang banyak hal, tidak hanya tentang kisah cinta saja yang menarik untuk disimak, namun nilai toleransi serta kejujuran juga bisa dipetik dari film ini.  Film Ave Maryam adalah pilihan yang tepat  untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau pun orang tersayang! 

Loading