Sukses

Ini Penyebab Kelenjar Getah Bening, Gejala, dan Cara Mengobati yang Perlu Diketahui

Liputan6.com, Jakarta Penyebab kelenjar getah bening merupakan bakal terjadinya kanker kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening merupakan organ tubuh yang berperan untuk menjaga imunitas atau daya tahan tubuh. Di dalam tubuh manusia, terdapat ratusan kelenjar getah berning yang tersebar dari kepala hingga ke kaki.

Kelenjar getah bening ini juga merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh manusia yang bisa membantu melawan infeksi, baik disebabkan oleh bakteri, virus, atau lain sebagainya. Nah, jika terjadi infeksi, kelenjar getah bening akan membengkak untuk memberikan tanda. Setelah infeksi mereda, kelenjar getah bening akan mengempis dengan sendirinya.

Kelenjar getah bening ini memiliki fungsi untuk menyaring cairan limfatik yang menghentikan penyebaran bakteri ke seluruh tubuh. Hal yang umum terjadi, kelenjar getah bening bisa mengalami pembengkakan. Biasanya pembengkakan ini disebabkan karena kamu sedang mengalami flu, sakit tenggorokan, infeksi gigi, maupun infeksi telinga.

Namun, kamu perlu mewaspadai jika ada gangguan pada kelenjar getah bening lainnya yang bisa menjadi petanda gejala kanker getah bening yang sangat berbahaya bagi tubuh. Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (20/4/2019) penyebab kelenjar getah bening yang bisa jadi tanda kamu menderita penyakit kanker getah bening.

2 dari 4 halaman

Gejala Penyakit Kelenjar Getah Bening

Dilansir dari kanal Klikdokter, dikatakan bahwa kelenjar getah bening merupakan salah satu organ di tubuh yang berperan untuk menjaga imunitas atau daya tahan tubuh. Pada tubuh manusia, terdapat ratusan kelenjar getah bening yang tersebar dari kepala hingga kaki.

Nah, gejala penyakit kelenjar getah bening ini bisa bermacam-macam. Hal ini tergantung pada area atau lokasi kelenjar getah bening yang mengalami kanker. Secara umum, gejala kelenjar getah bening ini bisa kamu kenali, seperti:

- Deman naik dan turun secara berkepanjangan,

- Keringat yang berlebihan di malam hari,

- Penurunan berat badan yang drastis.

Area kelenjar getah bening yang sering menjadi lokasi dimulainya kanker adalah kelenjar yang terdapat di leher. Biasanya gejalanya berupa timbul benjolan di leher yang semakin lama makin membesar.

Benjolan ini biasanya tidak menimbulkan nyeri, sehingga sering kali penderita mengabaikan gejala tersebut. Hal ini yang menyebabkan pengobatannya terlambat dan keberhasilan pengobatan menjadi lebih rendah.

Tak hanya di leher, kelenjar getah bening di paru juga menjadi salah satu lokasi yang sering dipilih kanker untuk berkembang biak. Pada gejala ini, menimbulkan batuk kronik atau sesak napas yang semakin lama semakin progresif.

Pada penyakit kelanjar getah bening yang berada di paru menyebabkan penumpukan cairan di rongga paru. Kondisi ini bisa menyebabkan sesak napas yang berat, bahkan dapat menimbulkan kematian jika tak segera diatasi. Selain di leher dan di paru, umumnya penyakit kelenjar getah bening akan menyebar ke rongga perut, yaitu ke organ hati atau limpa. Pada gejalanya di perut biasanya berupa perut yang makin membesar karena terisi cairan, terasa begah, diare, dan lemas.

3 dari 4 halaman

Penyebab Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening yang bertugas untuk menghasilkan sel imun ini berfungsi sebagai sistem perlawanan ketika terdapat zat membahayakan di dalam tubuh. Pembengkakan kelenjar getah bening terjadi ketika produksi sel imun yang dihasilkan terlalu banyak. Penyebab kelenjar getah bening biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Dua hal ini merupakan faktor yang paling sering menjadi penyebab kelenjar getah bening. Berikut ini faktor penyebab kelenjar getah bening:

- Infeksi, seperti radang tenggorokan, infeksi telinga, infeksi kulit, HIV, campak, dan tuberkulosis.

- Penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis dan lupus.

- Penggunaan obat-obatan, seperti obat antikonvulsan dan vaksin tifus.

- Kanker, seperti lomfoma atau kanker nasofaring.

Penyakit kelenjar getah bening ini terdiri dari dua jenis yang utama, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Gejala dari keduanya serupa, yaitu adanya pembesaran kelenjar getah bening berupa benjolan di bawah kulit, demam yang berkepanjangan, banyak keringat di malam hari, penurunan berat badan, atau mudah mengalamai infeksi.

Hal yang menjadi pembeda dari jenis keduanya adalah jenis sel di dalam kelenjar getah bening yang menjadi ganas. Perlu dilakukannya biopsi untuk melihat jenis limfoma yang dialami, untuk melihat sel apa yang muncul. Pasalnya kedua jenis penyakit kelenjar getah bening ini disebabkan oleh hal yang berbeda.

Di antara kedua jenis penyakit kelenjar getah bening tersebut, limfoma non-Hodgkin adalah jenis kanker yang lebih sering terjadi. Studi telah menemukan bahwa jenis limfoma ini terjadi karena adanya mutasi gen yang dikenal dengan nama onkogen BCL-2. Namun hingga saat ini masih belum diketahui apa yang menyebabkan seseorang bisa mengalami mutasi gen tersebut.Selain penyebab mutasi gen, limfoma non-Hodgkin lebih rentan terjadi pada orang-orang yang mengalami gangguan kekebalan tubuh seperti:

- Daya tahan tubuh yang rendah misalnya penderita HIV, orang yang baru saja menjalani transplantasi organ, atau orang yang harus mengonsumsi obat jenis imunnosupresan.

- Penderita penyakit autoimun.

- Orang yang mengalami infeksi kronis seperti infeksi bakteri Helicobacter pylori yang menyebabkan gejala infeksi hepatitis C.

Sedangkan untuk limfoma Hodgkin disebabkan oleh hal yang agak berbeda. Penyebab utama dari jenis ini adalah infeksi virus Epstein-Barr yang menyebabkan penyakit bernama mononucleosis infeksiosa. Penyakit ini biasanya menular dari air liur dan menyebabkan gejala berupa demam, sakit tenggorokan, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri otot, dan kemerahan di kulit.

Studi menemukan bahwa orang yang pernah mengalami infeksi virus Epstein-Barr lebih rentang mengalami limfoma Hodgkin dibandingkan dengan orang yang tak pernah terinfeksi virus tersebut. Selain itu, penyakit kelenjar bening jenis ini juga lebih rentang terjadi pada orang yang memiliki saudara atau teman dekat dengan riwayat lomfoma Hodgkin atau riwayat infeksi virus Epstein-Barr.

Namun tak menutup kemungkinan saat kamu mengalami daya tahan tubuh lemah seperti pada jenis penyakit kelenjar getah bening sebelumnya, juga bisa rentan mengalami jenis limfoma ini.

4 dari 4 halaman

Cara Mengobati Penyakit Kelenjar Getah Bening

Untuk mengobati penyakit kelenjar getah bening, tergantung pada jenis yang dialami (limfoma Hodgkin atau non-Hodgkin). Namun secara umum, pengobatannya melibatkan hingga tindakan kemoterapi dan radiasi.

Pada kemoterapi biasanya dijalani sebanyak 6 – 8 siklus. Sementara untuk penanganan radiasi, dilakukan pada area kelenjar getah bening yang berubah menjadi ganas. Jika pengobatan dilakukan pada stadium 1 dan 2, maka angka kesembuhannya sangat besar.

Agar Anda terhindar dari bahaya penyakit kelenjar getah bening ini, Anda perlu mengenali penyebab kelenjar getah bening dan gejalanya serta jangan pernah mengganggapnya remeh. Kalau Anda sudah merasakan gejala-gejalanya, segera temui dokter dan lakukan pemeriksaan sebelum terlambat.

Loading
Artikel Selanjutnya
10 Tempat Wisata di Jakarta Barat, Banyak Peninggalan Sejarah
Artikel Selanjutnya
8 Tempat Wisata di Jakarta Pusat yang Cocok untuk Liburan Keluarga