Sukses

Puisi Berantai Lucu Antara Beberapa Orang, Bikin Kamu Ketawa Ngakak

Liputan6.com, Jakarta Puisi berantai lucu sekarang ini mungkin sering kamu dengarkan. Walaupun begitu jarang ada orang yang tahu tentang pengertian atau definisi dari puisi berantai itu sendiri.

Puisi berantai bisa didefiniskan secara umum sebagai gabungan dari beberapa puisi yang diperankan dan dibacakan oleh orang yang berbeda-beda, dan dengan isi puisi yang berbeda pula. Tetapi puisi puisi tersebut saling sambung menyambung seperti percakapan, walaupun artinya tidak saling menyatu.

Puisi berantai lucu ini kebanyakan memang ditujukan untuk hiburan dan candaan semata. Bagaimana caranya menyambungkan puisi atau kata kata dari seorang koruptor dengan anak kecil dan seorang pedagang, tentunya akan membuat kamu bertanya-tanya dan berpikir keras.

Namun ketika kamu telah mendengarkan atau membacanya kamu akan tertawa terpingkal-pingkal dengan sambung menyambung puisi yang maknanya tidak menyambung ini.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (29/4/2019) tentang puisi berantai lucu

2 dari 3 halaman

Puisi Berantai 3 Orang antara Pengamen, Preman, dan Seorang Ustaz

Pengemen:

Dengarkan laguku, lagu tak merdu dari suara yang sayu, di antara batas kota yang terpuruk kudendangkan lagu untuk menemani ……

Preman:

Diriku mabuk. Mabuk oleh miras yang tak karuan rasanya. Nikmat sekali….

Ustadz:

Dosa–dosa kita seperti pasir. Amat banyak hingga tak terhitung, Hanya Allah lah yang maha pengampun. Pun seperti saya belum tentu masuk syurga, bahkan bisa menjadi penghuni neraka seperti anjing–anjing yang penuh dosa. Mari kita….

 

Preman:

Minum bersama–sama. Aku tak mau sendirian mengecap minuman syurga. Inilah syurga dunia. Inilah….

Pengamen:

Lagu yang indah tentangku yang miskin. Yang makan dengan menyanyikan lagu, tanpa masa depan, tanpa….

Ustadz:

Iman di dada. Maka kita hanya akan menjadi orang–orang kafir. Sekarang banyak sekali manusia – manusia yang jatuh dalam lubang kenistaan. terseret arus kemunafikan, sehingga mereka lupa bahwa...

 

Preman:

Preman juga manusia, kami tersesat tapi kami dibiarkan. Bahkan para ustadz mengatakan kami…..

Pengamen:

Hanya pengamen jalanan. Hidup tanpa kehormatan. Tak sealim ustadz, tapi dihina serendah bajingan. Kami hanyalah,,,

Ustadz:

Pendosa yang ingin bertaubat. Mari kita bertaubat bersama–sama. Agar tidak sampai….

Preman:

Mabuk. Mabuk. Mabuk.

 

3 dari 3 halaman

Puisi Berantai 5 orang antara Satpam, Pujangga Cinta, Tukang Sampah, Bibi Kantin, dan Koki

Satpam:

Aduh, duh, tiap hari adaa saja maling yg ketangkep, gak maling ayamlaah, maling motorlah maling jemuranlah, sampe-sampe maling…

Pujangga Cinta:

Wanita,,… ohh.. begitu indah dipandang.. itulah yg membuat aku terpesona, karena wajah wanita sangat cantik seperti…

Tukang Sampah:

Sampah-sampah yg berserakan,, tiap hari saya memungutnya dan membawanya ke tempat pembuangan. karena sampahlah anak & istri saya tiap hari bisa makan…

Bibi Kantin:

Cabe 10 kilo,, begitu pedaass. Begitu menggelora. Huahh.. ini adalah bahan paling penting. Tidak dapat dipungkiri. Semua orang suka…

 

Satpam:

Maling-maling yg berkeliaran,, setiap hari saya berpatroli, keliling kesana kemari, untuk menangkap maling-maling itu. jika saya melihat maling, maka saya akan berteriak woooy. maliing…

Pujangga Cinta:

Aku cinta kamuu..,, aku tak akan melupakanmu. ingatkah kamu sewaktu kita pertama kali bertemu? aku akan selalu ingat momen itu. ketika itu.. aku tak sengaja menciuumm…

Tukang sampah:

Comberan yg bau,, saya sudah terbiasa dengan itu. Itu adalah kendala yg saya temui ketika saya mengaduk-aduk sampah di…

Koki:

Penggorengan,, siip. Penggorengan sudah ada. Tapi kurang satu alat lagi. saya lupa dimana meletakkan alat itu. Padahal saya tidak bisa menggoreng tanpa penggorengan dan…

 

Satpam:

Pistol,, bila maling tidak terkejar oleh saya, yahh, apa boleh buat. Pistol ini yg akan saya gunakan untuk menembak…

Tukang Sampah:

Ketika kecil aku dibuang di tumpukan sampah,, Hiks.hiks. itulah masa laluku. kemudian seorang pemulung yang baik hati mengambil dan merawatku. aku ingin mengucapkan padanya: terima kasih. berkat kau, sekarang…

Koki:

Spatulaku sudah ketemu,, yes.yes. nah… kalo begini kan enak. Saya bisa mulai memasak. ikutin ya. pertama-tama, sediakan bahan-bahannya. lalu, masukan.…

Satpam:

Pentungan, pistol, pisau, senter..oke. siap untuk patroli malam ini. Hei! tampaknya di dinding sebelah sana ada seseorang yg yg masuk ke dalam sekolah! Aku berlari mengejarnya dan tiba-tiba…

 

Pujangga Cinta:

Punyaku berdiri!,, tidak.. aku sudah terlalu jauh mengkhayal tentang wanita. ini dosa. aku harus membaca buku untuk mengalihkan pikiranku. lalu dengan cepat aku meraba-raba…

Tukang sampah:

Isi celanaku,, di celanaku ini.. hanya ada beberapa keeping uang ratusan.. aku ingin sekali membelikan mainan untuk anakku, yaitu…

Koki:

Pisau,, sangat tajam dan mengkilat. aku ingat aku sangat membutuhkan ini. Aku mulai mencincang bahan-bahan. Wow. Pasti masakanku nanti akan terasa…

Satpam:

Kurang asem!!! kemana maling tadi, awas ya kalo dapet akan saya….

Pujangga Cinta:

Ungkapkan cinta kepadanya,, ingin sekali aku mengungkapkan isi hatiku.. tetapi mulutku terasa…

 

Tukang Sampah:

Berbau tak sedap,, ugh. dan dipenuhi lalat pula. Astaghfirullah. ini makanan basi. tapi hanya ini yang bisa aku berikan untuk keluargaku hari ini.. sabar ya anak istriku.. Orang sabar di akhirat nanti akan masuk…

Koki:

Ke dalam oven,, setelah itu, sambil menunggu, kita mempersiapkan hal yang lainnya, oke? supaya ketika ayam sudah matang akan dihidangkan bersama….

Satpam:

Babi!!! cepet banget ilangnya tu maling. Eh. Apa itu. Aku mendengar suara jejak langkah kaki tepat di belakangku. pada saat itu dadaku terasa…

Pujangga Cinta:

Menonjol,, itulah yang membuatku jadi tak konsentrasi. Sudah cukup. Aku tak tahan lagi. kalau begitu langsung saja aku akan meraba-raba…

 

Tukang Sampah:

Dinding masjid,, aku berusaha mencari saklar pada dinding masjid. aku ingin berdoa. Ya Allah.. aku mohon kepadamu. Mudahkanlah aku dalam…

Koki:

Menghidangkan makanan,, agar makanan tetap lezat maka kita hidangkan selagi panas. Hmm.. mulutku rasanya sudah tak sabar lagi untuk….

Pujangga Cinta:

Katakan I Love You,, setelah sekian lama berjuang.. dengan sedikit keberanian.. akhirnya aku bisa mengatakan kata-kata itu dengan…

Tukang Sampah:

Khusyu’,, aku terus-menerus berdo’a. sampai-sampai tak terasa dari mataku menetes…

 

Koki:

Kuah sop,, ini dia yang bikin masakanku disukai banyak orang.. kalian tahu apa yang orang-orang bilang setelah makan masakanku? Mereka bilang…

Tukang Sampah:

Astaghfirullah,, ya Allah ya tuhanku, ampunilah aku, berikanlah aku petunjuk untuk…

Koki:

Membuat sop ayam,, fyuhh.. selesai juga. Sungguh melelahkan. Tapi aku sangat bangga. Akhirnya aku berhasil…

Satpam:

Menangkap malingnya,, Ha..ha..ha.. tertangkap kau! sambil memelototi maling itu, aku teriakkan di dekat telinganya…

Pujangga Cinta:

Makasih ya cintakyu udah diterima.. Mmuuuaahh