Sukses

Buat Pesawat Sendiri, Wanita 26 Tahun Ini Dijuluki The Next Einstein

Liputan6.com, Jakarta Siapa yang tak mengenal tokoh dunia Albert Einstein, jika mendengar namanya pasti teringat dengan kecerdasaan sang ilmuan. Albert Einstein adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. 

Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistika, dan kosmologi.

Banyak orang di dunia ini ingin memiliki kecerdasan seperti Einstein. Setelah cerita anak dari Sri Langka yang memiliki IQ di atas Eintein, kini muncul lagi ‘The Next Einstein’. Kali ini datang dari perempuan berumur 26 tahun yang memiliki kecerdasan luar biasa. Dia adalah Sabrina Gonzales Pasterski, perempuan berdarah Cuba-Amerika yang membuat dunia tercengang karena prestasinya yang fantastis.

Dia berhasil melakukan penelitian yang hasilnya setara dengan kreasi Einstein dan Stephen Hawking, dua tokoh fisika itu, seperti yang Liputan6.com lansir dari Australian Network News, Kamis (2/5/2019).

Pada usia 13 tahun dia sudah bisa membangun pesawat bermesin tunggal. Semua itu dilakukan sendirian di belakang garasi milik sang ayah, di rumah mereka yang terletak di Chicago, Amerika Serikat.

2 dari 3 halaman

Menjadi Ahli Aeronautical

Pasterski bermimpi menjadi ahli aeronautical, ilmu tentang dunia penerbangan. Sembilan tahun setelah karya mencengangkan itulah orang menyebutnya sebagai Albert Einstein masa depan. Sebuah sebutan yang bukan main-main. Sebab, Albert Einstein merupakan figur ilmuan. Ikon manusia jenius.

Sabrina merupakan sarjana lulusan Massachusetts Institute of Technology (MIT). Sebuah universitas yang kondang di negeri Paman Sam. Dan Menempuh gelar Ph.D di Harvard University. Foto Sabrina juga muncul dalam daftar Forbes's 30 Under 30. Dan sekarang, dia menjadi manusia dengan otak tercerdas di dunia setelah Einstein dan Stephen Hawking.

Sabrina memiliki nilai rata-rata yang sempurna: 5.0. Perekrut terbaik dunia, Jeff Bezos dari Amazon tengah mengantre untuk menggunakan jasanya. Sementara, Badan Antariksa AS, NASA, juga tertarik merekrut Sabrina. Sebagai mahasiswi Fisika di Harvard, Sabrina mempelajari black hole (lubang hitam), ruang waktu, dan gravitasi. Studi yang juga dipelajari oleh Einstein maupun Hawking.

3 dari 3 halaman

Tidak Suka Sosial Media

Gadis jenius ini bukanlah penyuka media sosial, seperti kebanyakan pemuda di muga jagat ini. Sehingga, jangan harap menemukannya di jejaring media sosial yang kebanyakan menampilkan hal-hal semu itu.

Telusuri saja Facebook, Instagram, maupun LinkedIn. Kamu akan kesulitan menemukannya. Sabrina bahkan tidak memiliki ponsel. Semua yang dia punya tertuang dalam sebuah laman PhysicGirls. Di sanalah dia mengupdate semua prestasinya.

Sabrina juga anak emas dari generasi fisikawan muda AS. Dari 7.329 sarjana fisika AS tahun 2013, Sabrina lah yang paling mencuat. Nima Arkani-Hamed, profesor di Princeton University dan pemenang Fundamental Physics Prize di AS tahun 2012, mengatakan telah mendengar banyak “hal fantastis” tentang Sabrina.

Nima mendengar nama Sabrina dari seorang Profesor Harvard, Andrew Strominger. Strominger bukan orang sembarangan. Tahun lalu ia menerbitkan paper berjudul Soft Hair on Black Holes bersama Stephen Hawking yang masyhur itu. Sabrina juga menerima ratusan ribu dolar beasiswa dari Hertz Foundation, Smith Foundation, dan National Science Foundation.