Sukses

Bukan India dan Thailand, Negara Ini Gunakan Bajaj Sebagai Taksi Online

Liputan6.com, Jakarta Kata Bajaj pasti sudah tidak asing lagi untuk masyarakat Indonesia. Bajaj bisa ditemui di area Jakarta. Bajaj diketahui berasal dari India.

Nama bajaj sendiri sebenarnya merupakan merek salah satu perusahaan otomotif di India, Bajaj Auto. Bajaj yang ada di Indonesia pun dulunya semua diimpor dari India. Tak hanya di India dan Indonesia, bajaj juga populer di Thailand dengan nama Tuk Tuk.

Selain tiga negara tersebut, banyak sekali negara yang menggunakan bajaj sebagai kendaraan umum seperti Cina, El-savador, Peru, Ethiopia, Srilanka, Mesir, dan lain-lain. Keberadaan bajaj sekarang ini sudah mulai tergeser dengan adanya kendaraan online. Masyarakat pun cenderung beralih ke kendaraan online karena dianggap lebih praktis dan efisien.

Tapi apakah kamu pernah membayangkan jika Bajaj digunakan sebagai taksi online yang bisa kamu pesan lewat aplikasi? Belum lama ini, bajaj mulai merambah Inggris.

Bajaj bahkan digunakan sebagai taksi online sebuah perusahaan penyedia ride sharing, bernama Ola, seperti yang telah Liputan6.com lansir dari Overdrive, Selasa (7/5/2019).

2 dari 3 halaman

Bajaj Sebagai Taksi Online di Inggris

Layanan taksi online asal India bernama Ola, telah merilis Bajaj sebagai salah satu pilihan armada transportasi di Inggris. Tak hanya merek Bajaj, kendaraan becak otomatis yang dikenal oleh masyarakat Inggris sebagai 'tuk-tuks' ini juga disediakan Ola dari merek Piaggio. Piaggio adalah salah satu merek kendaraan asal Italia yang berkerjasama dengan Bajaj Auto dari India.

Aplikasi layanan taksi online ini mulai meluncurkan promosinya di Merseyside County, Inggris. Pengemudinya berjaket hijau neon dan mengangkut penumpang dengan bajaj secara gratis di sekitar pusat kota Liverpool sebagai salah satu rangkaian promo mereka.

Liverpool menjadi kota kelima di Inggris untuk layanan taksi online Ola. Kota-kota sebelumnya yang dimasuki Ola adalah Cardiff pada Agustus 2018. Menyusul Bristol, Bath, dan Exeter, pada akhir 2018.

Aplikasi taksi online, Ola akan melakukan ekspansi besar-besaran untuk menghadapi pesaing dan pemimpin pasar global di Eropa dan Inggris, Uber. Aplikasi ini memberikan potongan komisi yang lebih rendah daripada pesaingnya.

Jika mitra pengemudi pesaing mendapatkan potongan komisi 25 persen, Ola memberikan 10 persen. Menariknya, taksi online ini harganya tidak naik meskipun sudah peak hour.

3 dari 3 halaman

Memperluas Jaringan Usaha

 

Ola bertujuan untuk meningkatkan akses pelanggan ke taksi dengan tarif yang lebih rendah. Ada tawaran diskon sebesar 50 persen bagi pelanggan yang mengunduh aplikasi sebelum April 2019.

Aplikator itu berencana untuk memperluas usahanya ke beberapa kota lain di seluruh Inggris Utara pada 2019. Ola juga sengaja meluncurkan becak otomatis Bajaj dan Piaggio di Liverpool untuk menyaingi Uber, yang selama ini jadi aplikasi transportasi online nomor satu di kawasan itu.  

"Kami merayakan banyaknya pilihan perjalanan dan lapangan pekerjaan untuk masyarakat Liverpool dengan aplikasi transportasi kami yang dibantu suara masyarakat." ujar Ben Legg, direktur pelaksana Ola Inggris.

Sebelum meluncurkan bajaj sebagai layanan transportasinya, Ola sudah masuk ke Inggris dengan pilihan kendaraan minibus sejak tahun lalu. Ola didirikan pada 2011 oleh Bhavish Aggarwal dan Ankit Bhati.

Sebelum melebarkan sayapnya di Inggris, Ola telah menyediakan layanan transportasi online di ratusan kota di India dan Australia.

Loading
Artikel Selanjutnya
Bosan Banyak Uang, Miliuner Ini Justru Ingin Lakukan Hal Tak Terduga