Sukses

Kisah City-40, Kota yang Sempat Tak Ada di Peta dan Terkontaminasi Radiasi Nuklir

Liputan6.com, Jakarta Selain bencana Chernobyl, kamu jarang mendengar tentang kecelakaan nuklir di wilayah bekas Uni Soviet. Namun, ternyata masih ada banyak wilayah yang terpapar radiasi nuklir namun semua dirahasiakan dari masyarakat umum.

Satu instalasi khusus bernama City-40 adalah kompleks produksi plutonium Soviet pertama dan tempat dari tiga insiden nuklir besar. Sampai tahun 90-an, City-40 tidak ada di peta, tidak ada rambu-rambu jalan terlihat di sana, dan penduduknya secara resmi tidak ada.

Namun meskipun benar-benar terisolasi, hingga hari ini penghuninya tidak ingin meninggalkan tempat tersebut. Meski tempat ini terkontaminasi radiasi dari bencana nuklir.

Pada tahun 2001, pemerintah Rusia mengakui keberadaan 42 kota tertutup ini. Namun, diperkirakan ada setidaknya 15 kota yang belum diungkap ke publik.

Berikut kisah City-40 yang terkontaminasi radiasi nuklir seperti Liputan6.com lansir dari Boredpanda, Selasa (21/5/2019).

2 dari 6 halaman

Dibangun setelah Perang Dunia II

Pada tahun 1945, sekitar 40.000 tahanan diambil dari 12 kamp kerja paksa dan bersama dengan ilmuwan nuklir, memulai pembangunan fasilitas nuklir bawah tanah.

Para terpidana Rusia setuju untuk bekerja di sana dengan imbalan hukuman yang lebih ringan. Mereka diberi pilihan untuk bekerja 25 tahun kerja keras di Siberia atau 5 tahun di bawah tanah di City-40.

Reaktor nuklir pertama dibangun dalam 18 bulan dan fasilitas tambahan terdekat akan dibangun di sekitar daerah yang kemudian bernama Ozersk.

Hanya sedikit pekerja konstruksi yang tahu bahwa mereka berada di jurang kematian. Tidak ada yang hidup lebih dari lima tahun setelah terkena radiasi tingkat tinggi.

3 dari 6 halaman

City-40 tidak ada dalam peta

Kota ini sekarang disebut Ozersk, dulunya diberi nama sandi City-40 (atau Chelyabinsk-40 dan Chelyabinsk-65 di tahun-tahun kemudian).

Itu adalah tempat kelahiran program senjata nuklir Soviet dan sekarang dikenal sebagai salah satu tempat paling terkontaminasi di planet ini. Namun, banyak penduduk kota tetap tinggal di sana meskipun ada bahaya kesehatan yang mengerikan.

Sejak didirikan pada tahun 1947, Ozyorsk telah dikelilingi dengan pagar kawat berduri ganda dan dipantau oleh penjaga bersenjata saat dibangun di sekitar pabrik nuklir Mayak.

4 dari 6 halaman

Iming-iming standar hidup tinggi di City-40

Orang-orang yang pindah ke kota tertutup ini akan mendapatkan keuntungan lebih daripada yang dapat dibayangkan oleh sesama warga negara dari Uni Soviet. Seperti pekerjaan yang dibayar dengan baik, pendidikan yang baik, perumahan yang layak.

Toko-toko di kota-kota tertutup dipenuhi makanan, tidak seperti toko-toko lain di Uni Soviet yang tersisa. Orang-orang dapat membeli buah-buahan eksotis, makanan penutup, pakaian bagus, dan parfum layaknya mereka diperlakukan sangat baik.

Lebih dari tiga generasi telah datang dan pergi tetapi tidak banyak yang berubah. Ozersk adalah rumah bagi sebagian besar cadangan nuklir Rusia dan sangat tertutup seperti biasanya (meskipun sejak 1994, telah ditempatkan di peta).

5 dari 6 halaman

Beberapa kecelakaan telah mencemari wilayah yang luas

Antara 1945 dan 1957, pabrik Mayak membuang dan melepaskan sejumlah besar bahan radioaktif ke area di sekitar pabrik. Limbah itu juga akan mengalir ke sungai terdekat, Techa, dan akhirnya mencapai samudra Arktik.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa jumlah kontaminasi radionuklida diperkirakan 2-3 kali terlepas dari ledakan akibat kecelakaan Chernobyl. Tentu saja, pengabaian keamanan semacam itu membuat bencana terjadi pada tahun 1957.

Tangki bawah tanah limbah nuklir cair yang disimpan secara tidak benar meledak dan mencemari ribuan kilometer persegi wilayah yang sekarang dikenal sebagai Jejak Radioaktif Eastern Ural (EURT). Selanjutnya, banyak orang meninggal karena kanker yang disebabkan radiasi, beberapa didiagnosis dengan sindrom radiasi kronis. Sekitar 470.000 orang terpapar radiasi.

6 dari 6 halaman

Mayoritas penduduk bangga hidup di kota tertutup

Hingga hari ini, Ozersk sebagian besar terkontaminasi dan kadang-kadang disebut sebagai 'kuburan Bumi'. Namun sebagian besar penduduk masih tidak ingin pergi.

Bahkan, justru sebaliknya. Orang-orang di sana telah dituntun untuk percaya bahwa mereka adalah 'orang-orang pilihan' Rusia dan bahkan bangga menjadi warga kota tertutup.

Samira Goetschel, pembuat film dokumenter 2016, City-40, pernah mengatakan kepada media,

"Agar orang-orang ini tetap tinggal, meskipun mereka tidak ke mana-mana, memastikan bahwa mereka senang berada di sana, pemerintah menciptakan surga bagi mereka. Jadi mereka memiliki semua yang dibutuhkan dan lebih banyak dibandingkan dengan dunia luar di mana mereka sama sekali tidak punya apa-apa. Dan mereka tidak ada di peta mana pun, mereka adalah sebuah negara di dalam sebuah negara. Identitas mereka terhapus. Mereka tidak ada di luar kota. Dan bagi saya, itu pada dasarnya seperti memasuki episode Twilight Zone. Seolah-olah orang-orang ini tidak hidup dalam dimensi ini."

Loading