Sukses

9 Makanan dan Minuman yang Perlu Dihindari Saat Merencanakan Kehamilan

Liputan6.com, Jakarta Kehamilan merupakan hal yang paling ditunggu bagi pasangan suami istri. Banyak cara dilakukan untuk merencanakan kehamilan. Berbagai program kehamilan juga sudah banyak ditawarkan.

Pola makan hingga gaya hidup, ketidakseimbangan hormon, kandungan nutrisi yang buruk, detoksifikasi yang buruk, dan varian genetik dapat menyebabkan sulitnya kehamilan. Belum lagi banyak masalah medis kronis, termasuk stres yang memengaruhi kesuburan.

Tapi untungnya ada beberapa cara untuk membantu meningkatkan peluang Anda untuk hamil. Faktanya, ada beberapa makanan yang sering dikonsumsi wanita, yang secara tidak sadar dapat menurunkan kesuburan mereka.

Berikut adalah makanan dan minuman yang perlu dihindari saat sedang merencanakan kehamilan seperti dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (24/5/2019).

2 dari 4 halaman

Makanan yang Dihindari saat Rencanakan Kehamilan

1. Ikan dengan merkuri tinggi

Merkuri dapat merusak sistem saraf, yang berarti bahwa mengonsumsi makanan laut yang kaya merkuri seperti ikan pedang dan tuna saat hamil dapat secara langsung membahayakan janin, kata Kendra Tolbert, RD. Makan ikan dengan merkuri tinggi sebelum Anda hamil dapat membangun simpanan merkuri dalam tubuh Anda, yang juga dapat memengaruhi perkembangan sistem saraf bayi.

"Sistem saraf janin sedang dibentuk sebelum kebanyakan wanita bahkan tahu mereka hamil," jelas ahli diet terdaftar Suzanne Fisher. Merkuri juga dapat menurunkan kesuburan.

2. Soda

Beberapa penelitian juga mengaitkan soda baik diet maupun reguler dengan rendahnya kesuburan.

"Kami pikir itu adalah kombinasi dari peradangan dan perubahan metabolisme yang disebabkan oleh terlalu banyak pemanis gula darah dan pemanis buatan yang mengubah bakteri," kata Tolbert.

Studi menunjukkan bahwa secara teratur mengonsumsi dua atau lebih minuman soda berdampak negatif terhadap ovulasi dan kesuburan. Kafein dalam soda juga meningkatkan produksi kortisol dan meningkatkan gula darah serta meningkatkan kemungkinan gangguan ovulasi seperti sindrom ovarium polikistik.

3. Alkohol

Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat menguras nutrisi penting tubuh, seperti vitamin B, yang sangat penting untuk membantu bayi berkembang. Alkohol berlebihan dapat memengaruhi produksi sperma pria secara negatif.

Dan lebih dari dua gelas minuman malam dapat melakukan hal yang sama pada wanita yang lebih tua yang mencoba untuk hamil. Asupan alkohol yang berlebihan juga meningkatkan stres oksidasi, metabolisme glukosa, dan peradangan keseluruhan dalam tubuh, yang membuatnya lebih sulit untuk hamil.

3 dari 4 halaman

Makanan yang Dihindari saat Rencanakan Kehamilan

4. Lemak trans

Lemak trans yang ditemukan dalam makanan seperti keripik atau popcorn microwave tertentu, makanan panggang yang dibuat dengan shortening, dan makanan yang digoreng, dapat menyebabkan peradangan dan resistensi insulin, yang menurunkan kesuburan, kata Tolbert.

Secara berlebihan mereka dapat merusak pembuluh darah dan mengganggu aliran nutrisi ke sistem reproduksi. Pria juga harus mengurangi konsumsi lemak trans sementara pasangan berusaha untuk hamil karena mereka menurunkan jumlah dan kualitas sperma.

Penelitian telah menunjukkan bahwa makanan trans-lemak terkait langsung dengan pengurangan kesuburan pada wanita. Keterkaitannya sangat kuat sehingga hanya 2% tambahan asupan lemak trans setiap hari dapat mempengaruhi kesuburan seorang wanita hingga 75%.

5. Makanan indeks glisemik tinggi

Jika Anda ingin meningkatkan kesuburan, hindari makanan yang membuat gula darah Anda meningkat, terutama jika Anda tidak memasangkannya dengan makanan yang memperlambat kenaikan itu.

"Lonjakan gula darah dapat menyebabkan peradangan, mengubah hormon, dan menghambat ovulasi," kata Tolbert.

Banyak gula dan karbohidrat mulai meningkatkan kadar insulin dalam tubuh, yang mulai berdampak pada indung telur wanita mengurangi potensi pembuahan. Cobalah untuk memilih karbohidrat pembakaran lambat, seperti roti gandum, pasta atau beras merah, jika memungkinkan, dan gabungkan dengan protein, serat, dan lemak sehat.

6. Susu rendah lemak

Susu rendah lemak, yogurt, dan produk susu lainnya mungkin mengandung androgen, hormon pria yang tertinggal ketika lemak dikeluarkan, kata Tolbert. Makanan dan minuman ini juga dapat memacu tubuh Anda untuk memproduksi androgen, yang dapat mengganggu siklus menstruasi.

Studi menunjukkan bahwa konsumsi susu rendah lemak seperti susu dan yogurt dapat berdampak negatif pada wanita yang mencoba hamil karena kadar androgennya. Efek ini terutama dicatat pada wanita dengan sindrom ovarium polikistik, yang berhubungan dengan siklus tidak teratur, infertilitas, peningkatan testosteron, penambahan berat badan, dan resistensi insulin.

Ini kemungkinan karena androgen yang tersisa dalam produk susu ketika lemak telah dihapus. Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa produk susu penuh lemak meningkatkan kesuburan dan ovulasi.

4 dari 4 halaman

Makanan yang Dihindari saat Rencanakan Kehamilan

7. Keju lunak yang tidak dipasteurisasi

Jangan khawatir, tidak perlu sepenuhnya menjauh dari makanan lezat ini. Hindari jenis keju yang terbuat dari susu yang tidak dipasteurisasi atau yang matang dengan jamur. Semua ini memiliki kemungkinan bakteri hadir di dalamnya. Jika Anda masih memilihnya, pastikan untuk memasaknya dengan baik sebelum memakannya.

Keju seperti Brie, Roquefort, Camembert, dan Gorgonzola memiliki risiko lebih tinggi mengandung listeria, yang dapat meningkatkan risiko keguguran, kata Fisher.

8. Daging olahan

Daging olahan seperti daging ham dan hot dog, serta ikan asap, juga rentan terhadap kontaminasi listeria. Jika Anda ingin makan daging olahan, Fisher merekomendasikan memanaskannya sampai mengepul untuk membunuh bakteri.

9. Produk hewani mentah

Daging mentah, makanan laut, dan telur mungkin mengandung salmonella, bakteri coliform, atau toksoplasmosis, yang dapat menginfeksi janin jika melewati plasenta, kata Fisher. Pastikan untuk memasak semua produk hewani secara menyeluruh, dan lewati sushi, carpaccios, dan sejenisnya.