Sukses

Makanan yang Baik Dikonsumsi Saat Kemoterapi, Bantu Pemulihan Kesehatan

Liputan6.com, Jakarta Kemoterapi adalah bentuk agresif dari terapi obat kimia yang dimaksudkan untuk menghancurkan sel-sel yang tumbuh dengan cepat di dalam tubuh. Kemoterapi biasanya digunakan untuk mengobati kanker, karena sel-sel kanker tumbuh dan membelah lebih cepat daripada sel-sel lain. 

Kemoterapi sering digunakan dalam kombinasi dengan terapi lain, seperti operasi, radiasi, atau terapi hormon. Kemoterapi dirancang untuk membunuh sel-sel yang membelah dengan cepat. Proses kemoterapi dapat memberi efek samping bagi tubuh.

Efek samping ini dapat berupa mual, diare, sembelit, kurang nafsu makan, dan masih banyak lagi. Untuk meminimalisir efek samping yang timbul, pemilihan makanan yang tepat perlu diperhatikan. Makanan penyembuh ini dapat membantu meminimalkan efek samping kemoterapi, meskipun setiap makanan untuk pasien kanker harus dipersonalisasi dengan dokter selama kemoterapi.

Untuk mempercepat pemulihan dan meringankan efek samping yang timbul, berikut makanan yang dapat dikonsumsi saat kemoterapi, dilansir Liputan6.com dari Reader's Digest, Rabu(12/6/2019).

2 dari 8 halaman

Wortel dan protein tanpa lemak efektifkan kemoterapi

Wortel

Wortel biasa ditemukan di setiap makanan untuk pasien kanker. Menurut sebuah penelitian oleh Institute for Plant and Food Research di Selandia Baru, senyawa tertentu yang ditemukan pada wortel dapat membuat kemoterapi lebih efektif dengan menghentikan suatu mekanisme dalam tubuh yang kadang-kadang dapat mengganggu perawatan kanker.

Para peneliti berharap makanan ini "dapat digunakan untuk melengkapi perawatan konvensional untuk berpotensi memberikan hasil yang lebih baik bagi pasien," kata ilmuwan senior Arjan Scheepens, PhD.

Protein tanpa lemak menjaga energi dan otot

NCI merekomendasikan untuk makan lebih banyak protein saat menjalani kemoterapi untuk memberi energi dan menjaga otot kuat saat perawatan. Pilihlah protein tanpa lemak seperti telur, ikan, tahu, dan ayam.

3 dari 8 halaman

Makanan untuk mulut kering saat kemoterapi

Makanan berkuah

Mulut kering merupakan efek samping yang umum dari kemoterapi. Kondisi ini membuat pasien sulit menelan. Cobalah membasahi makanan dengan saus, kuah, atau bahkan susu rendah lemak. Makanan cair dalam blender juga akan membantu makan sedikit lebih mudah.

Jus jeruk

Menurut National Cancer Institute, minum cairan seperti limun dan jus jeruk akan membantu tubuh menghasilkan lebih banyak air liur karena kelembutannya merangsang kelenjar air liur. Namun, jangan makan atau minum makanan ini jika perawatan telah membuat sakit mulut atau tenggorokan, karena mereka akan memperburuk gejala yang ada.

4 dari 8 halaman

Makanan untuk gangguan pencernaan saat kemoterapi

Nasi dan pisang untuk diare

Makanan hambar seperti nasi, pisang, apel matang, dan roti panggang kering akan membantu mengikat feses jika Anda mengalami diare akibat kemoterapi. Hindari makanan berlemak, buah-buahan mentah, dan produk gandum, yang dapat membuat diare menjadi lebih buruk.

Biji-bijian utuh untuk sembelit

Di sisi lain, jika Anda mengalami konstipasi atau sembelit, minum banyak cairan dan makan makanan tinggi serat tidak larut, seperti roti gandum atau sereal, buah-buahan kering, kacang atau kacang polong kering, akan membantu sistem pencernaan. National Cancer Institute (NCI) merekomendasikan minum delapan hingga 12 cangkir cairan sehari bagi mereka yang menjalani perawatan kanker.

Kemo sering membuat Anda mual, tetapi permen jahe dan tetes lemon bekerja seperti mantra. Sedot sebelum makan, atau minum bir jahe atau cola selama makan. Ini akan membantu meringankan pusing dan menenangkan perut.

Permen jahe meredakan mual

Kemo sering membuatmual, tetapi permen jahe dan tetes lemon bekerja seperti mantra. Coba menghisap permen jahe sebelum makan, atau minum air jahe selama makan. Ini akan membantu meringankan pusing dan menenangkan perut.

5 dari 8 halaman

Bawang merah dan bawang putih meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Makanan sehat untuk pasien kanker selalu termasuk bawang dan bawang putih. Dipanggang, dimasak, atau mentah, para pejuang kanker ini mengandung antioksidan tingkat tinggi, yang telah terbukti merangsang pertahanan alami sistem kekebalan tubuh melawan kanker.

Faktanya, para peneliti Cornell menemukan bahwa bawang dengan rasa kuat bahkan dapat menghambat pertumbuhan beberapa sel kanker. Sifat antioksidannya mampu memperlambat sel kanker berkembang dalam tubuh.

6 dari 8 halaman

Makanan kaya selenium dapat lawan kanker

Kacang Brazil, makanan laut, gandum, dan beras merah adalah sumber selenium, mineral penangkal kanker. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Biological Chemistry menemukan bahwa senyawa selenium meningkatkan sistem kekebalan tubuh, memungkinkannya melawan kanker tertentu seperti leukemia dan melanoma.

Namun, hindari konsumsi kerang dan ikan mentah. Ini karena mereka dapat menempatkan Anda pada risiko lebih tinggi penyakit yang ditularkan melalui makanan selama perawatan, menurut NCI. Tetap andalkan pada ikan air tawar seperti salmon dan lele, dan selalu pastikan ikan sudah matang sepenuhnya.

7 dari 8 halaman

Bubur untuk luka mulut

Luka mulut bisa membuatnya menyakitkan untuk memakan makanan yang paling lembut sekalipun. Jika perawatan membuat mulut Anda terluka, cobalah makanan bubur yang mudah ditelan, seperti puding, nasi, telur, bubur, dan sup. Semakin lunak semakin baik, karena garam atau rempah-rempah dapat membuat luka semakin menyakitkan.

Hindari makanan yang tajam atau renyah seperti kerupuk, keripik, dan sayuran mentah, serta makanan pedas seperti saus panas, hidangan kari, salsa, dan cabai, yang juga mengiritasi luka.

8 dari 8 halaman

Makanan porsi kecil bantu kondisi kurang nafsu makan

Kehilangan nafsu makan adalah efek samping umum dari kemoterapi. Tetapi alih-alih memaksakan diri untuk makan tiga kali dalam jumlah besar, makan lima atau enam kali dengan porsi kecil merupakan pilihan baik.

Menambahkan suplemen protein dan makanan berkalori tinggi ke dalam makanan akan membantu Anda mempertahankan berat badan yang sehat.

Namun, setiap makanan untuk pasien kanker dapat berbeda kebutuhannya. Jadi konsultasikan dengan dokter untuk menyesuaikan makanan yang sesuai dengan kondisi, diagnosis, dan kebutuhan.

Loading
Artikel Selanjutnya
8 Tempat Wisata di Jakarta Pusat yang Cocok untuk Liburan Keluarga
Artikel Selanjutnya
Kesehatan Drop Lagi, Ini 6 Fakta Terbaru Ria Irawan Dilarikan ke IGD