Sukses

Berobat ke China, Ini 6 Potret Perjuangan Sutopo Lawan Kanker Paru-Paru

Liputan6.com, Jakarta Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho akan menjalani pengobatan kanker di Guangzhou, Tiongkok. Dalam akun instagram pribadinya Sabtu (15/6/2019) silam, Sutopo mengunggah video yang menampilkan suasana terminal keberangkatan luar negeri di Bandar Udara Soekarno Hatta. Dengan suara lirih, Sutopo berpamitan dan mohon doa restu melalui video tersebut.

Sutopo akan berada di Guangzhou selama satu bulan untuk mengobati kanker paru yang telah menyebar di banyak tulang dan organ tubuh lainnya. Dalam video tersebut, Sutopo menambahkan bahwa keputusan berangkat ke Guangzhou adalah sebagai bentuk ikhtiar untuk mengobati kanker paru yang dideritanya.

Meski sudah didiagnosis sejak awal Januari 2018, Sutopo tetap tegar menjalani pengobatannya. Bahkan, pria yang biasa disapa Pak Topo ini tetap menunaikan tugasnya untuk memberi informasi terkini seputar kebencanaan. Dilansir dari akun Instagram @sutopopurwo, berikut Liputan6.com tampilkan 6 potret perjuangan Sutopo melawan kanker, Selasa (18/6/2019).

 

 

 

2 dari 7 halaman

1. Pria asal Boyolali ini mengidap kanker paru-paru stadium IV, ia didiagnosa pada awal Januari 2018 silam.

3 dari 7 halaman

2. Perjuangan Sutopo saat paru-parunya terisi cairan campur darah. Hampir setiap minggu Sutopo menjalani pengambilan cairan tersebut sebanyak 1- 1,5 liter.

View this post on Instagram

Cukup banyak orang yang divonis dokter sakit kanker paru-paru langsung menghubungi saya. Entah dari mana dapat nomor telponnya. Mereka konsultasi ke saya. . Di tengah kebingungan, shock dan ketakutan mereka menanyakan banyak hal ke saya. Bapak berobat dimana, beayanya berapa, apakah bisa pakai BPJS, pakai obat alternatif apa, agar semangat gimana, dokter yang bagus dimana dan lainnya. . Apalagi jika sakit kankernya sudah stadium 4. Dokter sudah mengatakan usiamu tinggal sekian tahun. Sudah ada efek dari kanker berupa cairan di paru, menyebar di tulang, atau ke organ tubuh lainnya. Pasti bingung dan kalut. . Sesungguhnya saya juga mengalami hal yang sama. Merasakan sakit luar biasa. Paru-paru saya pernah terisi cairan campur darah. Hampir setiap minggu diambil cairan tersebut sebanyak 1- 1,5 liter. Hampir 2 bulan seperti itu. Akhirnya dipasang pig tail agar bisa disedot/dipungsi di rumah. . Buat rekan-rekan penyintas kanker paru. Kita harus ikhlas menerima semuanya. Semua sudah ditakdirkan Allah SWT. Kita jalani dengan ikhlas, sabar, ikhtiar dan terus berdoa. Memohon belas kasihan kepada Allah agar disembuhkan dan diangkat penyakit yang ada tanpa meninggalkan penyakit lainnya.

A post shared by Sutopo Purwo Nugroho (@sutopopurwo) on

4 dari 7 halaman

3. Alumni Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) ini tetap rutin menjalani kemoterapi tanpa meninggalkan tugasnya sebagai Kepala Humas BNPB.

5 dari 7 halaman

4. Sutopo mengatakan bahwa operasi, radiasi, kemoterapi, dan terapi serta pengobatan lain adalah bagian dari ikhtiar untuk kesembuhan.

6 dari 7 halaman

5. Kanker paru yang telah menyebar di banyak tulang dan organ tubuh lainnya membuat Pak Topo harus berobat ke Guangzhou, Tiongkok.

7 dari 7 halaman

6. Dalam laman Instagramnya, Pak Topo juga aktif memberikan semangat pada para pejuang kanker. Semoga lekas sembuh ya pak!

Loading