Sukses

Wanita Ini Dipecat setelah Kirim Emoji Ini di Group Chat Perusahaan

2 dari 3 halaman

Membalas Pesan dari Manajer Hanya dengan Emoji

Liputan6.com, Jakarta Dalam dunia kerja ternyata tak hanya mengandalkan kemampuan dan pengetahuan terhadap bidang yang digeluti. Ada banyak aspek di luar kemampuan teknis dan akademis yang juga sangat diperlukan selama berada di lingkungan kerja atau biasa disebut soft skill. 

Kemampuan yang mengutamakan kemampuan intra dan interpersonal perlu dimiliki oleh seseorang seperti kemampuan berbicara di depan umum, menjalin hubungan dengan rekan kerja dan sebagainya. Maka dari itu tak heran jika beberapa pimpinan sangat memperhatikan attitude dari karyawannya.

Kurangnya wawasan tentang soft skill atau attitude bisa berdampak buruk bagi diri sendiri. Seperti yang dialami oleh karyawan wanita satu ini. Dari sesuatu hal sepele, ia harus rela dipecat oleh bosnya lantaran mengirim emoji ini di gruop chat saat bosnya mengirim pesan.

Komunikasi memang telah berkembang cepat sehingga memudahkan pengguna untuk bertukar informasi. Kini banyak orang yang lebih memilih berkomunikasi melalui pesan singkat. Tak hanya itu rupanya menulis pesan masih kurang singkat, sehingga tak jarang orang akan membalasnya dengan sebuah emoji untuk mengekspresikan balasan mereka. 

Namun sayangnya hal itu justru membuat nasib wanita ini malang. Dilansir dari World of Buzz oleh Liputan6.com, Kamis (20/6/2019) wanita asal Changsha, Tiongkok. Ia mengalami masalah besar ketika menjawab pesan dari manajernya dengan emoji 'OK' pada aplikasi pesan instan, WeChat. 

Semuanya berawal dari dari obrolan di grup rekan kerja. Sang manajer meminta dirinya untuk mengirimkan berkas dokumen rapat segera. Kemudian wanita itu membalasnya hanya dengan emoji 'OK'. Mungkin beberapa orang akan menganggap hal itu adalah hal biasa, namun seperti untuk dilingkungan kerja hal itu dianggap tidak pantas. 

3 dari 3 halaman

Dipecat Karena Dianggap Tak Sopan

MEndapatkan balasan yang dianggap tak pantas dari karyawannya tersbeut, sang manajer pun langsung membalasnya dan memecatnya. 

"Anda harus menggunakan teks untuk membalas pesan jika Anda sudah menerimanya, apakah Anda tidak tahu aturannya? Apakah ini tanda terima Anda?” balas manajer itu.

Manajer tersebut kemudian mengirimkan pengumuman resmi ke group chat yang berisi bahwa semua orang harus merespons dengan cepat dan sopan  ketika membalas pesan. Wanita yang dipecat itu pun menganggap manajernya sangat keterlaluan hanya karena masalah tersebut, namun ternyata cuplikan obrolan itu telah menyebar ke media sosial Weibo dan sebagian besar netizaen apa yang dilakukan oleh manajer. 

"Alasan apa pun valid jika bos Anda ingin memecat Anda," komentar pengguna.

"Sejujurnya, saya tidak akan membalas pesannya," kata pengguna lain.

Beberapa netizen lainnya mengatakan bahwa seorang pemimpin harus mendapatkan dan menerima pesan dengan gaya dan karakteristik komunikasi yang sopan dan berbeda ketika membalas pesan dari keluarga atau teman.