Sukses

Sering Disepelekan, Ini 6 Penyebab Karang Gigi Jadi Menumpuk

Liputan6.com, Jakarta Plak gigi termasuk salah satu masalah gigi yang paling sering terjadi di setiap orang. Namun tak banyak orang yang menyadari bahwa mereka sedang memlihara plak gigi di mulutnya. Soalnya, plak gigi ini terkadang tidak terasa sakit, sehingga penderitanya tidak merasa kalau ada yang salah dengan kesehatan giginya.

Plak gigi sebenarnya adalah lapisan tipis yang terdiri dari beragam jenis mikroorganisme yang menempel pada sela-sela gigi atau gusi. Mikroorganisme ini sendiri kebanyakan berasal dari makanan yang masuk ke mulut kita saat makan.

Tanpa pembersihan yang optimal, tumpukan ini lama-lama akan mengeras dan berubah menjadi karang gigi yang dapat menyebabkan beberapa masalah gigi dan mulut.

Untuk itu, penting banget untuk mengetahui penyebab karang gigi serta cara mencegah kemunculannya. Nah, di sini Liputan6.com, Sabtu (29/6/2019) telah merangkum beberapa perihal tentang penyebab karang gigi dan cara mencegahnya.

2 dari 5 halaman

Penyebab Karang Gigi

Plak gigi merupakan lapisan tipis yang terdiri dari beragam jenis mikroorganisme yang menempel pada sela-sela gigi atau gusi. Mikroorganisme ini sendiri kebanyakan berasal dari makanan yang masuk ke mulut kita saat makan. Tanpa pembersihan yang optimal, tumpukan ini lama-lama akan mengeras dan berubah menjadi karang gigi.

Di dalam plak inilah hidup mikroorganisme yang memproduksi asam, sehingga mampu merusak enamel gigi. Enamel gigi yang rusak membuat gigi rentan terhadap berbagai masalah kesehatan gigi dan tidak jarang memberikan dampak negatif pada kamu yang memiliki kerusakan gigi.

3 dari 5 halaman

Penyebab Karang Gigi Menumpuk

Terlalu Banyak Konsumsi Makanan Manis

Makanan yang manis dan lengket sangat mudah sekali tertinggal di sela-sela gigi. Hal ini mengakibatkan jenis makanan tersebut menjadi salah sumber makanan bagi bakteri perusak gigi. Bakteri tersebut akan menghasilkan zat asam perusak enamel gigi dan berkembang menjadi karang gigi.

Terlalu Banyak Konsumsi Makanan Karbohidrat Tinggi

Terlalu banyak mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi juga bisa mempercepat penumpukan plak di sela-sela gigi dan gusi. Hal ini dikarenakan karbohidrat merupakan zat yang sangat disukai oleh mikroorganisme di mulut. Sehingga pada sisa makanan yang mengandung karbohidrat tidak dibersihkan dengan baik, akan menjadi tempat berkembangnya bakteri.

Kurang Konsumsi Buah dan Sayur

Sayur dan buah-buah mengandung mineral dan vitamin yang sangat dibutuhkan oleh gigi. Tak hanya itu, menggigit dan mengunyahnya secara teratur dapat membantu membersihkan gigi secara alami. Nah, kalau kamu kurang makan sayur dan buah, maka karang gigi akan lebih mudah muncul.

4 dari 5 halaman

Salah satu penyebab karang gigi menumpuk adalah seringnya mengonsumsi minuman soda.

Suka Minuman Soda

Tak hanya perlu memperhatikan jenis makanan saja untuk mengurangi risiko munculnya karang gigi. Minuman bersoda juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami karang gigi. Hal ini dikarenakan sifat soda yang tajam dan kerap membahayakan enamel gigi.

Merokok

Kebiasan merokok juga merupakan salah satu penyebab karang gigi menjadi menumpuk. Hal ini dikarenakan rokok memiliki zat kimia berbahaya yang dapat membentuk plak gigi.

Jarang Menggosok Gigi

Nah, setelah memperhatikan apa saja yang masuk ke dalam mulut yang bisa menjadi penyebab munculnya karang gigi, selanjutnya adalah pentingnya untuk menjaga kebersihan gigi dengan menggosok gigi.

Ya, bila kamu tak menjaga kesehatan gigi, maka sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi akan memicu munculnya bakteri. Kondisi inilah bakteri akan bersarang dan berkembang sehingga gigi akan berkarang dan rusak.

5 dari 5 halaman

Cara Mencegah Munculnya Karang Gigi

Plak gigi memang terjadi secara alami, namun kamu tetap bisa mengendalikan penumpukan plak yang menjadi penyebab karang gigi. Ada beberapa cara mencegah plak berlebihan. Berikut ini cara mencegah terbentuknya karang gigi:

Sikat Gigi dengan Teratur dan Benar

Perlunya untuk menyikat gigi secara teratur dua kali sehari, selama minimal dua menit dengan menggukan teknik yang benar. Gunakanlah sikat gigi dengan bulu yang lembut dan kecil. Hal ini berguna untuk menjangkau semau area di sela-sela gigi dan mulut. Pastikan juga untuk belakanag gigi dan geraham terjangkau saat menyikat gigi.

Pilih Pasta Gigi yang Mengandung Fluoride

Kandungan fluoride pada pasta gigi dapat membantu kamu untuk mengendalikan karang gigi. Pasta gigi yang mengandung pirofosfat dapat membantu memperbaiki kerusakan pada enamel yang mungkin telah terjadi. Beberapa formula pada pasta gigi juga mengandung triclosan atau antibiotik yang melawan bakteri dalam plak.

Selain memilih pasta gigi yang tepat, kamu juga bisa menggunakan obat kumur antiseptik setaip hari untuk membantu membubuh bakteri penyebab plak.

Perhatikanan Konsumsi Makanan

Bakteri pada mulut bisa dengan cepat berkembang karena kerap mengonsumsi makanan yang mengandung gula dan tepung atau karbohidrat. Rutin mengonsumsi makanan tersebut, menyebabkan bakteri akan melepaskan asam yang dapat merusak gigi dan menjadi penyebab karang gigi terbentuk.

Sebisa mungkin untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan batasi jumlah asupan makanan yang mengandung gula seperti permen atau cokelat. Selain itu, hindari juga terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman yang bisa menjadi penyebab munculnya karang gigi seperti roti, keripik kentang, buah kering, buah-buahan jenis jeruk, minuman es, minuman beralkohol, dan soda.

Perbanyak Minum Air dan Hindari Rokok

Minum banyak air selama dan setelah makan juga dapat membantu kamu untuk meminimalkan pembentukan plak. Selain itu, hindari untuk merokok. Bagi kamu yang merokok cenderung memiliki karang gigi gi bawa gusinya.

Nah, kalau karang gigi sudah terbentuk, penting untuk menyadari jika hanya dokter gigi yang bisa menghilangkannya. Pastikan kamu mengunjungi dokter gigi secara teratur, setidaknya enam bulan sekali untuk membersihkan karang gigi dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Dokter gigi juga bisa membantu mendiagnosis penyebab karang gigi yang kamu alami.