Sukses

4 Fakta soal Tabungan Olga Syahputra yang Hilang Rp 1,5 Miliar

Liputan6.com, Jakarta Sosok Olga Syahputra merupakan seorang legenda komedi di Tanah Air. Komedian sekaligus presenter ini meninggal di usia yang masih cukup muda karena penyakit kelenjar getah bening dan meningitis. Olga Syahputra meninggal pada 27 Maret 2015 di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura.

Seperti yang diketahui bahwa kakak kandung Billy Syahputra semasa hidupnya merupakan sosok artis yang mampu meraih kesuksesan di dunia hiburan. Olga sendiri tak pernah absen wara-wiri di TV dengan banyak program bahkan disebut-sebut sebagai artis dengan bayaran termahal.

Namun, baru-baru terdengar kabar yang tidak mengenakkan mengenai sosok Olga Syahputra. Uang simpanan Olga Syahputra dikabarkan raib atau hilang sebanyak Rp 1,5 miliar. Uang tabungan Olga Syahputra tersebut dikuras setiap hari oleh pelaku dalam beberapa tahun terakhir.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber 4 fakta soal tabungan Olga Syahputra yang hilang sebanyak Rp 1,5 miliar, Kamis (4/7/2019).

2 dari 5 halaman

1. Dikabarkan langsung oleh Billy Syahputra

Hilangnya uang Olga Syahputra ini pertama kali dikabarkan oleh Billy Syahputra. Billy membuat pengakuan yang cukup mengejutkan publik dalam vlog-nya. Billy menceritakan bahwa uang tabungan almarhum Olga Syahputra hilang sebesar Rp 1,5 miliar.

"Proses itu lama dan Bang Billy sempet klarifikasi juga semuanya di YouTube. Jadi dia itu ngambilnya bertahap sampe bertahun-tahun. Pas kita print rekening koran baru ketahuan tuh banyak banget," ujar Billy, saat dijumpai di kawasan Jalan Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, pada Rabu (3/7/2019).

Dalam vlog-nya, Billy mengatakan bahwa uang tabungan kakaknya itu hilang secara misterius. Tak main-main, tabungan senilai Rp 1,5 miliar tersebut hilang dan hanya tersisa Rp 300 juta saja. Billy mengetahui bahwa ada seseorang yang memang secara sengaja mengambil uang tersebut.

3 dari 5 halaman

2. Diambil melalui ATM selama bertahun-tahun

Billy juga mengungkapkan bahwa oknum tersebut mengambil uang di rekening Olga melalui mesin ATM. Ia juga menerangkan bahwa oknum tersebut hampir setiap hari melakukan penarikan tunai dari rekening Olga selama bertahun-tahun.

Hal ini diketahui Billy saat memeriksa tabungan kakaknya hingga akhirnya ia mengetahui uang kakaknya telah raib.

"Dia hampir tiap hari ambil uang Olga itu. Ketika kita deketin, orang itu ngomong, ngaku dia ambil berapa banyak. Dia ambil hampir tiap hari total Rp 1,5 (miliar) dia mau pulangin Rp 300 juta, keluarga ikhlaskan semua," imbuh Billy.

Lebih lanjut Billy sendiri juga mengaku tak tahu menahu terkait motif pelaku mengambil uang miliki Olga tersebut. Ia menduga oknum tersebut melakukannya karena terdesak kebutuhan hidup. Billy juga mengungkapkan bahwa hilangnya uang sang kakak tak berkaitan dengan manajemen.

4 dari 5 halaman

3. Pelaku orang terdekat almarhum Olga Syahputra

Pelaku dari insiden ini adalah oknum perseorangan yang mengambil uang yang ada di rekening sang kakak. Billy mengaku ia sudah bisa merasakan menghilangnya uang tersebut sudah tercium sebelum Olga meninggal.

Namun, Billy Syahputra tidak mau menyebutkan identitas pelaku. Billy menjelaskan bahwa kalau oknum yang mengambil uang tersebut adalah orang terdekat almarhum.

Pasalnya, semasa hidupnya, hanya lima orang lah yang mengetahui pin ATM mendiang Olga Syahputra. Akhirnya, Billy Syahputra meminta pertolongan orang bank untuk menelusuri dan menangkap pelaku dari raibnya uang Olga tersebut .

5 dari 5 halaman

4. Keluarga Olga Syahputra sudah ikhlas

Oknum tersebut telah melancarkan aksinya selama 5 sampai 6 tahun lamanya. Aksi tersebut dilakukan bahkan ketika Olga masih hidup. Namun Billy menyatakan bahwa sang kakak tak pernah menyadari uangnya raib secara tidak jelas.

"Almarhum tuh Tulus dan baik. Kan rekening dia nolnya banyak ya, kali diambil 7 atau 8 juta pasti nggak ketahuan karena Olga nggak pernah print rekening koran," ujar Billy.

Meski sudah mengetahui pelakunya, hingga kini Billy memilih untuk bungkam dan menutup identitasnya rapat-rapat. Ia dan keluarganya bahkan sudah mengikhlaskan dan menolak ganti rugi dari pelaku.