Sukses

Terlalu Lama Bermain Game Online, Pemuda 22 Tahun Ini Alami Stroke

Liputan6.com, Jakarta Bermain game online tentu sangat menyenangkan. Apalagi dalam game tersebut dimainkan bersama teman-teman untuk menyelesaikan suatu misi. Tentu tak ingin beranjak dari depan monitor bukan?

Selain itu, game online adalah game yang membuat pemainnya menjadi kecanduan, yaitu ingin bermain lagi dan lagi. Dalam hal seperti inilah sebagai pemain harus tahu bagaimana mengatur waktunya.

Tetap jaga kondisi dengan makan dan minum teratur serta istirahat. Walaupun mungkin sekarang banyak orang menjadikan game online untuk lahan mencari uang, namun tetap saja jangan sampai berlebihan dalam bermain dan lupa hal lainnya.

Seperti yang terjadi pada pria 22 tahun ini. Ia bermain game online selama 24 jam tanpa berhenti hingga lupa untuk makan dan tidur, lalu harus dilarikan ke rumah sakit.

Berikut ulasan mengenai pria yang terlalu lama bermain game online seperti Liputan6.com lansir dari Worldoffbuzz, Senin (15/7/2019).

2 dari 3 halaman

Jatuh dari kursi tempatnya bermain

Melansir dari Worldoffbuzz, Senin (15/7/2019), seorang pria berumur 22 tahun ditemukan jatuh tak sadarkan diri di sebuah kafe internet.

Setelah beberapa orang di sekitarnya sadar, pria ini pun langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk dirawat. Ketika sampai di rumah sakit dan diperiksa oleh dokter, ternyata ditemukan ada penghambat di belahan otak kirinya yang membuat pria ini stroke.

Akibat hal inilah, pria tersebut kini alami kelumpuhan anggota badan sebelah kanan dan sulit untuk berbicara. Ternyata sebelum pria ini jatuh tak sadarkan diri, ia telah menghabiskan waktu lebih dari 24 jam di kafe internet. Diketahui bahwa selama itu pula, pria ini tidak makan dan minum apapun saat bermain game.

3 dari 3 halaman

Sulit untuk sembuh dari stroke

Meski tidak memiliki sebuah riwayat penyakit kronis, namun dirinya sedang dalam kondisi tidak baik. Pria ini sering bermain game online di kafe internet tersebut dan biasanya dirinya menggunakan komputer serta kursi yang sama.

Setelah divonis oleh dokter mengalami stroke, kini dirinya harus menjalani perawatan dan rehabilitasi selama setengah tahun sebelum dapat bergerak dari kursi roda menjadi berjalan sendiri.

Namun menurut dokter akan sangat sulit untuk sepenuhnya dapat mengembalikan kemampuan bicaranya. Biasanya orang yang terkena stroke adalah orang tua yang sudah memiliki umur 60 tahunan, namun ini malah dialami oleh seoarang pria muda.