Sukses

Ciri-ciri Depresi dan Cara Mengatasinya, Jangan Anggap Sepele

Liputan6.com, Jakarta Ciri-ciri depresi tidak hanya dilihat dengan sekedar terlihat murung atau sedih saja. Depresi bukan hanya bergejala pusing dan sakit kepala. Tetapi, depresi merupakan gejala yang sangat samar. Tidak diundang, tidak disadari, depresi muncul dengan gejala yang kerap kita sangka sebagai kebiasaan yang wajar.

Padahal, terdapat beberapa ciri-ciri depresi yang bisa dilihat dari segi fisik bahkan psikisnya. Depresi sendiri merupakan suatu kelainan suasana hati, yang menyebabkan perasaan sedih dan kehilangan minat secara terus-menerus. Kondisi ini dapat memengaruhi cara berpikir dan berperilaku. Selain itu, dapat memicu berbagai masalah fisik maupun psikis.

Tak perlu begitu cemas, sebenarnya depresi dapat diobati dengan mengetahui penyebabnya sesegera mungkin dan melakukan penanganan dengan cepat. Oleh karena itu, paling tidak kamu bisa mengenali ciri-ciri depresi untuk bisa melakukan cara mengetasi depresi dengan tepat.

Ya, terkadang ciri-ciri depresi sering diabaikan. Jika sudah terlanjur mengalami depresi, maka terapi untuk menyembuhkannya bisa menjadi cukup panjang. Untuk itu, kamu perlu mengetahui penyebab dan ciri-ciri depresi untuk meminimalisir depresi semakin parah dan bisa segera dilakukan tindakan khusus.

Berikut Liputan6.com, Selasa (6/8/2019) telah merangkum dari berbagai sumber seputar depresi. Mulai dari penyebab depresi, ciri-ciri depresi, hingga cara mengatasi depresi.

2 dari 5 halaman

Penyebab Depresi yang Tak Boleh Disepelekan

Hingga saat ini belum diketahui pasti apa penyebab depresi. Namun, penyakit ini dapat dipengaruhi dari berbagai faktor, seperti:

1. Perubahan biologis. Orang-orang dengan depresi mengalami perubahan fisik di dalam otak mereka. Perubahan yang dimaksud belum dapat dijelaskan secara pasti.

2. Ketidakstabilan reaksi kimiawi dalam otak. Dalam suatu penelitian ditemukan jika zat-zat kimia yang terdapat dalam otak mungkin berperan dalam terjadinya depresi. Perubahan dalam zat kimia otak tersebut akan mengakibatkan perubahan kestabilan mood dalam seseorang.

3. Perubahan hormon. Perubahan dalam keseimbangan hormon di dalam tubuh dapat memicu terjadinya depresi. Perubahan hormon dapat terjadi saat kehamilan, beberapa minggu atau bulan setelah persalinan, akibat masalah tiroid, menopause, atau kondisi lain.

4. Genetik. Depresi lebih sering terjadi pada orang-orang yang dalam keluarga sedarahnya juga memiliki kondisi ini. Para peneliti saat ini masih berupaya untuk menemukan gen yang mungkin menyebabkan depresi.

 

Selain faktor-faktor di atas, beberapa faktor ini juga berpotensi meningkatkan risiko munculnya depresi pada seseorang. Faktor tersebut antara lain:

1. Kepercayaan diri rendah dan terlalu bergantung pada orang lain, sering menyalahkan diri sendiri, dan pesimis.

2. Mengalami kejadian yang traumatik atau menegangkan. Misalnya pelecehan seksual atau penyiksaan secara fisik, kematian atau kehilangan orang yang dicintai, hubungan yang sulit dengan seseorang, atau masalah keuangan.

3. Mengalami trauma atau stres masa kecil yang mulai terjadi saat remaja atau anak-anak.

4. Mempunyai identitas seksualitas berbeda seperti lesbian, homoseksual, biseksual, atau transgender di dalam situasi yang tidak mendukung.

5. Mempunyai gangguan mental lain, seperti gangguan cemas,atau gangguan makan.

6. Ketergantungan terhadap alkohol atau obat-obatan terlarang.

7. Penyakit kronik atau penyakit serius, termasuk kanker, stroke, nyeri kronik, atau penyakit jantung.

8. Sedang dalam pengobatan tertentu, seperti mengonsumsi beberapa obat hipertensi atau obat tidur. Beberapa ahli menemukan hubungan depresi dengan konsumsi obat-obatan kimiawi tertentu. Sebaiknnya bicarakan dengan dokter sebelum menghentikan pengobatan apapun.

3 dari 5 halaman

Ciri-ciri Depresi dari Aspek Psikologi

Kehilangan Minat

Ciri-ciri depresi yang pertama jika dilihat dari psikisnya adalah dapat kehilangan minat melakukan aktivitas atau hobi yang sebelumnya sering dilakukuan. Misalnya saja, jika kamu sebelumnya senang berkumpul dengan teman-teman secara rutin, kemudian tiba-tiba kamu tidak mau bertemu atau malas pergi ke acara bareng teman-teman, maka perlu berhati-hati bisa jadi itu merupakan ciri-ciri atau gejala depresi.

Menampilkan Sisi Gelap

Ciri-ciri depresi selanjutnya adalah cenderung berpikir tentang bunuh diri, kematian, dan terus-menerus membicarakan hal tersebut. Selain itu, orang yang depresi juga cenderung mengambil tindakan-tindakan yang berbahaya.

Emosi yang Tidak Terkontrol

Pada ciri-ciri depresi berikutnya adalah kamu bisa marah-marah tanpa sebab dalam beberapa menit. Lalau selang beberapa saat, kamu akan menangis tidak terkontrol. Ciri-ciri depresi memang bisa berupa kesedihan, frustasi, kemarahan, dan menyebabkan perubahan mood mendadak, sehingga sulit dipahami oleh orang lain.

Mudah Panik dan Cemas

Perasaan ketakutan berlebihan akan sesuatu bisa jadi merupakan tanda dari suatu ansietas atau gangguan cemas. Namun bisa jadi itu juga merupakan ciri-ciri dari depresi. Orang yang sedang mengalami depresi seringkali memberikan gejala berupa kecemasan atau panik yang belebihan.

Merasa Rendah dan Tidak Berharga

Apabila kamu terus menerus dipenuhi debgan pikiran berulang seperti “saya tidak cukup baik” atau “saya tidak penying lagi” atau “saya tidak berharga”, maka kamu perlu berhati-hati. Pasalnya, jika kamu mulai memiliki pikiran seperti ini dan terus dihantui dengan rasa bersalah, maka kamu bisa memiliki kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri dan menjadi semakin depresi.

Sulit Fokus atau Sulit Konsentrasi

Apabila kamu kerap mengalami keruwetan pikiran dan seringkali sulit mengambil keputusan, bisa jadi kamu sedang mengalami gejala depresi. Ketika pikiran kamu terokupasi oleh perasaan sedih atau kekosongan, dapat mempengaruhi konsentrasi kamu terhadap pekerjaan dan hal-hal lainnya.

Hal Kecil dapat Membuat Kamu Mudah Tersinggung

Ciri-ciri depresi ini seringkali diabaikan oleh kebanyakan orang. Padahal, orang yang sedang mengalami depresi mempunyai ambang tersinggung yang rendah. Ketika kamu sedang depresi, kamu bisa menjadi lebih sensitif dan mudah tersinggung karena nyeri psikologis yang kamu rasakan.

4 dari 5 halaman

Ciri-ciri Depresi dari Aspek Fisik

Makan Lebih Banyak atau Lebih Sedikit dari Biasanya

Depresi dapat mempengaruhi selera makan kamu. Jika pikiran kamu dipenuhi dengan pikiran negatif, maka kamu dapat menjadi lupa atau kehilangan minat untuk makan. Di sisi lain, hal tersebut juga bisa berkebalikan.

Depreso juga bisa membuat kamu menjadi lebih mudah lapar dan makan lebih banyak. Kombinasi perasaan sedih, pesimis terhadap masa depan dan rasa percaya diri yang rendah seringkali membuat kamu mengalaihkan dengan makan berlebih sebagai efek menenangkan.

Tidur Terlalu Lama atau Bahkan Sulit Tidur

Diri-diri depresi dari fisik yang dapat dilihat adalah kerap merasakan lelah sepanjang hari dan membuatnya menjadi ingin tidur terus. Selain itu, tidur juga menjadi salah satu cara orang yang mengalami depresi untuk lari dari kesedihan.

Namun, di sisi lain orang yang mengalami depresi juga bisa mengalami insomnia atau keuslitan tidur karena memikirkan terlalu banyak hal.

Rasa Lelah yang Berlebihan

Rasa lelah yang berlebih pada penderita depresi bisa jadi disebabkan oleh perasaan sedih atau merasa putus asa dan tidak berdaya. Nyeri emosional yang kronis memang bisa menyedor energy kamu. Maka tak heran kalau kamu menjadi cepat lelah bahkan untuk bangun dari tempat tidur atau mandi pun kamu merasakan kelelahan.

Nyeri yang Tidak Diketahui Penyebabnya

Nyeri emosional dari depresi bisa saja menimbulkan nyeri disik seperti nyeri kepala, gangguan perut, leher, punggung bahkan mual. Seseorang yang sedang mengalami depresi dan memiliki kesedihan dan stress yang mendalam seringkali tidak mampu menahan emosinya dan emosi tersbeut muncul dalam bentuk keluhan disik seperti nyeri.

5 dari 5 halaman

Cara Mengatasi Depresi yang Mudah Dilakukan

Mengatur Jadwal Harian

Cara mengatasi depresi adalah dengan tidak membiarkan diri untuk berlarut-larut dalam kesedihan. Cara melakukannya adalah dengan membuat jadwal harian dan menerapkannya dengan rutin setiap hari. Melakukan kebiasan ini secara berkala bisa membantu penderita depresi untuk disibukkan dengan berbagai kegiatan positif.

Istirahat yang Cukup

Depresi kerap kali membuat penderitanya sulit tidur, sehingga jam tidur jadi berantakan. Padahal, tanpa sadar kurang tidur justru bisa memperburuk gejala depresi kamu. Oleh karena itu, untuk selalu mencukupi kebutuhan tidurmu. Kamu bis melakukannya dengan tidur lebih awal dan pastikan jam tidur harian kamu selalu optimal.

Kalau perlu, kamu bisa melakukan ritual yang bisa bantu agar tidur lebih nyenyak, misalnya dengan malakukan meditasi atau berendam air hangat sebelum tidur.

Olahraga Secara Teratur

Olahraga tidak hanya membuat tubuh menjadi lebih sehat, olahraga juga berperan sebagai cara mengatasi depresi. Hal ini karena adanya pengarug hormone endrofin serta dopamine yang melonjak naik saat kamu berolahraga.

Kedua hormone tersebut mampu meredakan rasa sakit sekaligus membuat mood kamu jauh lebih baik. Selain itu, saat kamu melakukan olahraga secara rutin, maka produksi hormon tersebut akan dua kali lipat lebih banyak. Sinyal bahagia ini akan diterima oleh otak dan digunakan untuk meredakan depresi.

Mengatur Pola Makan

Cara mengatasi depresi yang bisa kamu lakukan sendiri di rumah adalah dengan menerapkan pola makan yang benar. Ya, kamu perlu menghindari beberapa jenis makanan apabila kamu ingin mengurangi kondisi depresimu. Makanan yang perlu kamu jauhi adalah alkohol, kafein, serta makanan olahan.

Kamu bisa menggantinya dengan manegonsumsi makanan yang lebih dianjurkan seperti sayur-sayuran hijau, jamur, alpukat, apel, dan tomat.