Sukses

Ciri-Ciri Bayi Alergi Susu Sapi dan Cara Mengatasinya, Jangan Sepelekan

Liputan6.com, Jakarta Ciri-ciri bayi alergi susu sapi sangat penting untuk diketahui oleh para orangtua. Biasanya gejala alergi susu sapi pada bayi bisa nampak pada saluran pencernaan, kulit, atau saluran pernapasan usai mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung susu sapi.

Sebenarnya alergi yang muncul setelah mengonsumsi susu sapi ini merupakan suatu hal yang jarang terjadi. Sebagian besar bayi yang mengalami alergi susu sapi, biasanya dapat mengatasi hal tersebut setelah mereka melewati usia 4 tahun, dan hanya sedikit yang alerginya bertahan hingga dewasa.

Biasanya alergi susu sapi sering disamakan dengan intoleransi laktosa, padahal kedua hal tersebut adalah dua masalah yang berbeda. Alergi susu sapi biasanya terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bayi bereaksi terhadap salah satu protein yang terdapat di dalam susu. Sedangkan intoleransi laktosa terjadi ketika bayi kesulitan mencerna laktosa, yang merupakan gula alami yang ditemukan dalam susu.

Ciri-ciri bayi alergi susu sapi bisa muncul mengganggu berbagai organ. Namun, biasanya gejala yang langsung muncul sesaat setelah anak meminum susu adalah muntah, mengeluarkan suara ‘ngik’, timbul rasa gatal disertai bengkak dan kemerahan.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (25/8/2019) ciri-ciri bayi alergi susu sapi yang wajib diketahui oleh orangtua.

2 dari 4 halaman

Ciri-Ciri Bayi Alergi Susu Sapi

Ciri-ciri bayi alergi susu sapi bisa dilihat dari berbagai gejala yang dialaminya. Beberapa ciri-ciri bayi alergi susu sapi memang ada yang sama dengan ciri-ciri intoleransi laktosa. Namun kamu dapat membedakannya, dengan melihat berbagai ciri-ciri lainnya. Berikut Ciri-ciri bayi alergi susu sapi:

- Masalah pencernaan seperti sakit perut, muntah, kolik, diare, konstipasi, hingga kadang BAB berdarah

- Reaksi terhadap kulit seperti ruam merah dan gatal, atau pembengkakan pada bibir, wajah, dan sekitar mata

- Gangguan pernapasan seperti napas berbunyi, batuk, sesak napas, sulit bernapas, atau bahkan gejala alergi parah seperti anafilaksis yang butuh penanganan medis segera

- Gejala alergi seperti pilek

- Eksim yang tidak membaik dengan pengobatan

Tidak sebanyak ciri-ciri bayi alergi susu sapi, ciri-ciri intoleransi laktosa adalah sebagai berikut:

- Diare

- Muntah

- Kram atau nyeri di perut

- Kembung

Ciri-ciri tersebut di atas bisa muncul dalam waktu beberapa menit hingga beberapa jam setelah anak minum susu sapi.

3 dari 4 halaman

Tips Mengatasi Bayi Alergi Susu Sapi

Jika ciri-ciri bayi alergi susu sapi di atas terjadi pada anak, kamu bisa mencegahnya dengan beberapa langkah berikut:

Ibu Harus Menghindari Konsumsi Produk Susu

Bagi Ibu yang masih menyusi atau memberikan ASI kepada bayi, sebaiknya menghindari mengonsumsi produk susu terlebih dahulu. Hal ini karena protein dalam susu yang ibu konsumsi akan masuk ke ASI dan dapat menimbulkan reaksi alergi kepada bayi. Ibu diwajibkan untuk selalu mengecek label makanan yang akan dimakan, apakah mengandung susu atau tidak. Selain itu, ibu juga perlu untuk sering berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui sumber nutria alternatif susu, baik untuk bayi maupun untuk ibu sendiri.

Konsultasi ke Dokter Tentang Susu yang Lebih Cocok

Ibu juga bisa menanyakan pada dokter tentang susu yang lebih cocok, bila menemukan ciri-ciri bayi alergi susu sapi pada anak. Ibu bisa mengganti susu formula dengan jenis susu formula hypoallergenic, yakni susu formula berbasis asam amino khusus, yang bisa dibeli secara bebas atau dengan resep dokter.

Mengganti dengan Susu Kedelai Harus Sesuai Saran Dokter

Biasanya, banyak orang yang langsung beralih pada susu kedelai saat mendapatkan anak mengalami ciri-ciri bayi alergi susu sapi. Pemberian susu berbahan kedelai sebagai pengganti susu formula pada bayi dengan alergi susu formula sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Hal ini karena sebagian bayi yang alergi susu formula juga alergi terhadap susu berbahan kedelai.

4 dari 4 halaman

Tips Mengatasi Intoleransi Laktosa

- Hindari semua produk susu dan makanan yang mengandung laktosa. Jangan lupa untuk memeriksa label makanan, pastikan tidak terdapat kandungan laktosa atau susu.

- Perhatikan reaksi yang terjadi saat gejala intoleransi laktosa terjadi pada bayi. Beberapa bayi sangat sensitif, sementara bayi lainnya masih bisa mencerna laktosa meski dalam jumlah sedikit. Jika bayi sangat sensitif terhadap laktosa, hindari semua sumber makanan dan minuman yang mengandung laktosa. Jika tidak terlalu parah, ibu mungkin masih bisa memberikan produk susu dalam jumlah kecil.

- Jika ibu dan bayi harus menghindari produk susu, maka pastikan kebutuhan kalsium dan nutrisi lainnya tetap terpenuhi. Lengkapi makanan dan minuman bayi dengan sumber kalsium seperti sayuran hijau, jus buah, tahu, brokoli, salmon, dan buah jeruk. Jangan lupa untuk melengkapi nutrisi dengan vitamin A, D, riboflavin, dan fosfor.

- Ibu juga tetap bisa memberikan susu kepada bayi dengan produk susu yang bebas laktosa. Jangan lupa untuk berkonsultasi ke dokter atau ahli gizi terkait susu formula yang cocok dan kebutuhan sumber nutrisi penting untuk tubuh ibu dan bayi.

Loading