Sukses

25 Kata Bijak Soekarno tentang Kebangsaan, Tingkatkan Semangat Cinta Tanah Air

Liputan6.com, Jakarta Kata Bijak Soekarno kebanyakan adalah kata-kata penyemangat dalam membela tanah air. Banyak sekali kata-kata Presiden Pertama Republik Indonesia ini yang sangat relevan dengan keadaan masyarakat di Indonesia sekarang.

Bung Karno memiliki pemikiran yang dipenuhi dengan semangat-semangat kebangsaan. Terbukti dengan berbagai perjuangan beliau dalam mencapai kemerdekaan Indonesia dengan para pejuang kemerdekaan lainnya.

Kata bijak Soekarno tentang kebangsaan patut diperhatikan lagi untuk membangkitkan semangat cinta tanah air. Apalagi dengan berbagai masalah yang terjadi di negara kita belakangan ini, semangat cinta tanah air tentunya menjadi penting untuk ditumbuhkan di hati setiap masyarakat Indonesia.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (30/8/2019) kumpulan kata bijak Soekarno.

2 dari 5 halaman

Kata Bijak Soekarno Tentang Kebangsaan

Sebagai pemimpin bangsa Indonesia, kata bijak Soekarno patut dijadikan acuan dan panutan dalam mencintai negara. Betapa tidak, semua perkataan Bung Karno selalu berkaitan dengan perjuangan untuk menjadi bangsa yang kuat. Kata bijak Soekarno ini patut kamu jadikan penyemangat dalam membela negara.

“Negara ini, Republik Indonesia, bukan milik kelompok manapun, juga agama, atau kelompok etnis manapun, atau kelompok dengan adat dan tradisi apa pun, tapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!”

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.”

“Itulah konsep nasionalisme yang didirikan Indonesia. Bukan orang Jawa, bukan orang Sumatera, bukan orang Kalimantan, Sulawesi, Bali atau lainnya, tapi orang Indonesia, yang bersama-sama menjadi fondasi satu kesatuan nasional.”

“Tidak ada satu negara yang benar-benar hidup jika tidak ada seperti kuali yang mendidih dan terbakar, dan jika tidak ada benturan keyakinan di dalamnya.”

"Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka."

“Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bestik tapi budak.”

“Jikalau aku misalnya diberikan dua hidup oleh Tuhan, dua hidup ini pun akan aku persembahkan kepada tanah air dan bangsa.”

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”

3 dari 5 halaman

Kata Bijak Soekarno Sebagai Penyemangat

Kata bijak Soekarno banyak juga yang bisa dijadikan sebagai penyemangat, terutama penyemangat dalam membela negara. Bagi anak muda, kata bijak Soekarno ini akan membuat gelora kebangsaan semakin berapi-api.

“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.”

 “Menaklukkan ribuan manusia mungkin tidak disebut pemenang, tapi bisa menaklukkan diri sendiri disebut penakluk yang brilian!”

 “Jangan pernah melupakan sejarah. Ini akan membuat dan mengubah siapa diri kita.”

“Belajar tanpa berpikir tidak ada gunanya, tapi berpikir tanpa belajar sangat berbahaya!”

“Seribu orang tua hanya bisa bermimpi, tapi seorang pemuda mampu mengubah dunia!”

“Dimana perbudakan berada, di sana tidak ada kebebasan; dan dimana kebebasan berada, perbudakan pun tidak ada.”

4 dari 5 halaman

Kata Bijak Soekarno Bermakna Dalam

Kata bijak Soekarno berisi tentang pemikiran-pemikirannya yang dapat dijadikan pelajaran. Bung Karno patut dijadikan idola oleh para pemuda masa sekarang maupun di masa lalu.

“Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian bahwa kekuasaan seorang Presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanya kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah Kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.”

“Saya terpesona oleh revolusi. Saya benar-benar terserap olehnya. Saya gila, terobsesi oleh romantisme… Revolusi melonjak, berkedip, guntur hampir di setiap penjuru bumi… Saudara-saudara, teruslah mengipasi kobaran api (tetap semangat)… Mari kita menjadi kayu bakar yang memberi makan api (semangat) revolusi.”

“Revolusi hanya benar-benar revolusi jika ini adalah perjuangan terus-menerus – bukan hanya perjuangan eksternal melawan musuh, tapi perjuangan batin, berjuang dan menundukkan semua aspek negatif yang menghambat atau merusak jalannya revolusi. Dalam pencerahan ini, revolusi adalah … sebuah simfoni kemenangan atas musuh dan diri sendiri.”

“Kita hidup dalam dunia ketakutan. Kehidupan manusia saat ini berkarat dan terasa pahit karena ketakutan akan masa depan, takut akan bom hidrogen, takut akan ideologi. Mungkin ketakutan ini adalah bahaya yang lebih besar daripada bahaya itu sendiri, karena ketakutanlah yang mendorong manusia untuk bertindak bodoh untuk bertindak tanpa berpikir, untuk bertindak berbahaya.”

“Lakukan kebaikan untuk orang lain, bahkan ketika mereka tidak melakukan kebaikan bagi Anda; orang lain tentu akan berbuat baik kepada Anda. Jika masih ada rasa malu dan takut di hati seseorang untuk berbuat baik, pasti tidak akan ada kemajuan sama sekali.”

5 dari 5 halaman

Kata Bijak Soekarno Penuh Makna

Kata bijak Soekarno juga penuh makna. Berbagai pengandaian digunakan, sehingga kata bijak Soekarno terasa sangat indah.

“Bebek berjalan berbondong-bondong, akan tetapi burung elang terbang sendirian.”

“Laki-laki dan perempuan adalah seperti dua sayap dari seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; Jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.”

“Jika kita memiliki keinginan yang kuat dari dalam hati, maka seluruh alam semesta akan bahu membahu mewujudkannya.”

“Bunga mawar tidak pernah mempropagandakan harumnya, namun keharumannya dengan sendirinya menyebar melalui sekitarnya.”

“Barangsiapa ingin mutiara, harus berani terjun di lautan yang dalam.”

“Gantungkan cita-cita mu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.”