Sukses

5 Jenis Pesawat Tempur Indonesia, Dukung Pertahanan NKRI

Liputan6.com, Jakarta Jenis pesawat tempur Indonesia tak dapat diragukan lagi kemampuannya. Salah satu elemen penting dalam menjaga kedaulatan NKRI ialah TNI AU. Saat ini kekuatan TNI AU menjadi yang diperhitungkan di Asia Tenggara.

TNI Angkatan Udara memiliki memiliki banyak pesawat tempur untuk menjaga pertahanan wilayah Indonesia. Di setiap negara, pesawat tempur merupakan senjata wajib yang perlu dimiliki militer.

Jenis pesawat tempur Indonesia ini menjadi alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dimiliki TNI. Jenis pesawat tempur Indonesia ini berasal dari berbagai negara seperti Amerika, Rusia, hingga Inggris.

Jenis pesawat tempur Indonesia terus berkembang sesuai kemajuan teknologi. TNI AU mempunyai beberapa jenis pesawat tempur Indonesia yang dibeli dengan harga cukup tinggi.

Jenis pesawat tempur Indonesia ini digunakan sebagai penjaga kedaulatan negara dari udara. Berikut 5 jenis pesawat tempur Indonesia yang berhasil Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (12/9/2019).

2 dari 6 halaman

Hawk

British Aerospace (BAe) Hawk merupakan jet tempur ringan latih produksi BAE Hawk sejak 1974. Hawk Mk 109/209 merupakan kode untuk Hawker-Siddeley Hawk yang diekspor ke Indonesia.

Jenis pesawat tempur ini mulai melengkapi TNI AU sejak tahun 1997. Hawk Mk 209 merupakan varian single seater dari keluarga Hawk.

Pesawat jet ini dikhususkan untuk mengemban misi air superiority dan ground attack. Hawk merupakan enis pesawat tempur yang mampu terbang rendang serta diperuntukkan peperangan ringan di udara.

Hawk ditempatkan di dua skadron yaitu kadron Udara 12 ‘Black Panther’ di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau dan Skadron Udara 1 ‘Elang Katulistiwa’ di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. Hawk 209 dan Hawk 109 mendukung kecepatan maksimum hingga Mach 1.2 pada ketinggian di atas 17.000 kaki, jarak tempuh feri 3.610 km dengan tiga drop tanks, serta daya angkut senjata maksimal 3.500 kg.

3 dari 6 halaman

Fighiting Falcon

F-16 Fighting Falcon adalah jet tempur multi-peran supersonik yang dikembangkan oleh perusahaan General Dynamics. Indonesia memiliki pesawat tempur F-16. Pesawat ini sangat popular di mata internasional dan telah digunakan oleh 25 angkatan udara di seluruh Dunia, termasuk Indonesia.

Februari 2018 lalu, TNI AU mendapat hibah 24 unit pesawat tempur F-16 dari Amerika Serikat. Harga satu pesawat F16 bisa mencapai Rp 1,3 triliun. Pesawat ini awalnya dirancang sebagai pesawat tempur ringan, dan akhirnya berevolusi menjadi pesawat tempur multi-peran yang sangat populer.

Kemampuan F-16 untuk bisa dipakai untuk segala macam misi inilah yang membuatnya sangat sukses di pasar ekspor, dan dipakai oleh 24 negara selain Amerika Serikat.

4 dari 6 halaman

Golden Eagle

T-50 Golden Eagle adalah pesawat latih supersonik buatan Amerika Serikat-Korea Selatan. Pesawat ini dikembangkan oleh Korean Aerospace Industries dengan bantuan Lockheed Martin. Pesawat canggih ini dijual seharga USD 22 juta atau Rp 313 miliar.

Golden Eagle dilengkapi sistem persenjataan lengkap seperti kanon Gatling internal tiga laras dengan diameter 20 mm. Pesawat ini bisa menembakan peluru hingga 2.000 butir peluru per menitnya. Pesawat ini memiliki panjang 43 kaki ini memiliki kecepatan hingga 1.600 km per jam.

Alat utama sistem persenjataan (alutsista) tersebut ditenagai mesin General Electric F404-GE-102 yang mampu menghasilkan daya dorong 17.700 pounds dengan after burner dan 11.000 pounds dengan tenaga Mil Power. Kecepatan maksimalnya bisa mencapai 1,5 Mach atau 1,5 kali kecepatan suara (1.600 km/jam).

5 dari 6 halaman

Super Tucano

Embraer EMB 314 Super Tucano adalah pesawat serang ringan turboprop Brasil yang dirancang dan dibangun oleh Embraer sebagai pengembangan dari Embraer EMB 312 Tucano. A-29 Super Tucano membawa beragam senjata, termasuk amunisi berpemandu presisi, dan dirancang untuk menjadi sistem berbiaya rendah yang dioperasikan di lingkungan dengan ancaman rendah.

Super Tucano berbasis di pangkalan udara Malang, dioperasikan oleh Skadron Udara 21 sebagai bagian dari Sayap ke-2. Super Tucano merupakan pesawat terbang turbo prop bermesin tunggal yang diketahui sangat lincah dan cocok untuk operasi penyergapan dan pencegatan di darat, intelijen, patroli darat, dan maritim terbatas, dan misi militer lain, di antaranya pengeboman dan sabotase.

Super Tucano memiliki kemampuan menempuh operasi jarak jauh karena dilengkapi mesin berkuatan 1.196 kW jenis Hartzell 5-blade dan Pratt & Whitney Canada PT6A-68C turbo prop. Dengan mesin tersebut, Super Tucano mampu melesat hingga 590 km per jam hingga jarak 1.330 km.

6 dari 6 halaman

Sukhoi

Jenis Sukhoi yang beroperasi di Indonesia adalah Sukhoi Su-30 dan Sukhoi Su-27. Sukhoi Su-27 merupakan pesawat tempur yang awalnya diproduksi oleh Uni Soviet, dan dirancang oleh Biro Desain Sukhoi.

Su-27 memiliki jarak jangkau yang jauh, persenjataan yang berat, dan kelincahan yang tinggi. Pesawat ini sering disebut sebagai hasil persaingan antara Sukhoi dengan Mikoyan-Gurevich, karena Su-27 dan MiG-29 berbentuk mirip.

Sementara pesawat Sukhoi SU-30 adalah bentuk peswat pengembangan dari pesawat tempur Sukhoi SU-27. Sukhoi SU-30 dihargai satuannya yakni 45 juta dollar amerika. Apabila angka tersebut dikonversikan ke mata uang indonesia maka setara dengan Rp 635 miliar.

Loading