Sukses

Perjuangan Pria Diet 20 Kilogram dalam 4 Bulan Jelang Menikah Ini Bikin Salut

Liputan6.com, Jakarta Pernikahan jadi salah satu momen paling penting dalam hidup setiap orang. Tak heran tiap individu berusaha mencari pendamping hidup terbaik untuk menua bersama. Selain itu, pernikahan juga termasuk acara sakral. 

Karenanya, tak sedikit orang yang bekerja keras demi bisa melangsungkan pernikahan yang berkesan. Tak terkecuali dengan menjaga penampilan luar dalam menjelang dan saat pernikahan berlangsung.

Biasanya, pengantin wanita jadi pihak yang paling banyak berusaha keras memantaskan diri. Namun, nyatanya pengantin pria juga tak mau kalah. Seperti halnya kisah pria asal London bernama Aaron Archer yang punya cerita menarik yang patut untuk diapresiasi.

Dilansir Liputan6.com dari laman Men's Health, Jumat (13/9/2019), pria yang berprofesi sebagai pengacara itu rela bekerja keras demi tampil memesona saat acara pernikahan. Aaron Archer berjuang menurunkan berat badannya hingga 20 kilogram dalam kurun waktu empat bulan saja.

Beberapa bulan sebelum menikah, Aaron memulai perjuangan singkat nan berat demi punya tubuh berotot dan bugar. Tepatnya pada bulan Januari di mana dirinya mulai menjalani program diet dan bolak-balik ke tempat gym.

2 dari 3 halaman

Turun 20 kg hanya dalam waktu empat bulan

Awalnya, berat badan Aaron mencapai 104 kilogram. Hal tersebut lantas membuat pria berusia 40 tahun itu minder. Alhasil, Aaron tergugah hatinya untuk mengubah gaya hidupnya yang tak terkontrol karena sering makan berlebihan dan mengonsumsi makanan cepat saji.

"Aku tidak mau kalau hanya semata mengubah penampilan yang gemuk menjadi kurus saja." Ungkap Aaron.

Menurutnya, penampilan yang sempurna bukan hanya dilihat dari berat badan saja, tapi juga tingkat kebugaran. Akhirnya, Aaron menyewa jasa pelatih pribadi dan berlatih selama tiga kali seminggu. Selain itu, ia juga berolahraga sendiri dua hingga tiga kali per minggunya.

Setiap kali berada di tempat gym, Aaron lebih fokus pada latihan beban. Ia melatih tubuh bagian atas di antara dada dan punggung dan juga latihan kaki untuk membakar kalori.

Selain itu, Ia juga melakukan kardio meski hanya seminggu sekali, lalu menutupnya dengan high-intensity interval training (HIIT). Meski berniat menurunkan berat badannya, Aaron tak lantas berpuasa. Pasalnya, Ia dituntut untuk makan enam kali sehari setiap dua atau tiga jam.

3 dari 3 halaman

Harus berkorban

Tak tanggung-tanggung, Aaron bahkan berhenti mengonsumsi alkohol demi bisa mencapai targetnya. Ia tetap teguh pada pendirian meski berarti ia harus berkorban menghindari ini itu.

Hasilnya, Aaron sukses menurunkan berat badannya sebanyak 20 kilogram. Lemak tubuhnya juga berkurang cukup drastis hingga enam persen, yang semula mencapai 25 persen.

Ketika akhirnya hari spesialnya datang, Aaron menunjukkan foto sebelum dan sesudah program dietnya kepada sanak keluarga dan juga teman-temannya. Mereka secara otomatis terkejut dengan transformasi tubuh Aaron yang begitu drastis.

Menurutnya, yang paling penting adalah dirinya bisa menjadi yang terbaik demi menikahi wanita yang paling dicintainya. Aaron juga mengimbuhkan, Ia bangga bisa mencapai targetnya dengan bukti tubuh bugarnya di hari spesial dalam hidupnya.

Loading