Sukses

6 Potret Royyan Dzakiy Ketua BEM ITB yang Curi Perhatian

Liputan6.com, Jakarta Selain Atiatul Muqtadir atau yang lebih dikenal dengan Fathur, Royyan Abdullah Dzakiy Ketua BEM ITB (Institut Teknologi Bandung) ini juga tak kalah mencuri perhatian. Sosoknya mulai mencuri perhatian usai tampil dalam acara talkshow politik bersama Fathur di salah satu stasiun televisi swasta pada Selasa (24/9/2019). 

Sama seperti Fathur, Ketua BEM ITB Royyan mengutarakan argumennya di hadapan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Salah satu statement yang cukup berani disampaikan Royyan pada Fahri Hamzah ialah "Jangan-jangan bukan Dewan Perwakilan Rakyat, tapi Dewan Perwakilan Fahri Hamzah​” ujar Royyan dalam acara talkshow tersebut. 

Pernyataan-pernyataan serta uneg-uneg dari Royyan pun tak ayal mencuri perhatian warganet dan masyarakat. Tak heran banyak pernyataannya yang dikutip warganet dan disebarluaskan di media sosial.

Berkat sikapnya yang berani dan santun, tidak sedikit orang yang penasaran akan sosok Royyan di balik layar. Usut punya usut, Royyan adalah mahasiswa ITB jurusan Teknik Informatika angkatan  2015. 

Lebih lanjut, berikut Liputan6.com sajikan 6 potret sekaligus fakta sosok Ketua BEM ITB Royyan, seperti yang telah dihimpun dari berbagai sumber, Kamis (26/9/2019).

 

2 dari 7 halaman

1. Ini dia Royyan Dzakiy, Ketua BEM ITB. Pria yang akrab disapa Royyan ini lahir di Bogor, 18 November 1996

3 dari 7 halaman

2. Dilansir dari akun linkeidnnya, Royyan pernah mengenyam pendidikan SIDH, Netherlands dan menjabat sebagai ketua osis.

4 dari 7 halaman

3. Sebelum menjabat sebagai Presiden KM ITB, Royyan menjabat sebagai Wakil Menteri dari Kementerian Pengembangan Karya dan Inovasi Kabinet Suarasa pada tahun 2017.

5 dari 7 halaman

4. Ia juga telah memenangkan beberapa kompetisi berbasis teknologi dan inovasi tingkat nasional.

6 dari 7 halaman

5. Salah satunya, ia pernah menjuarai lomba Indonesia Android Kejar National Hackaton Google di peringkat 2 bersama kawannya.

7 dari 7 halaman

6. Dalam akun linkeidnnya, ia mengaku ingin menciptakan Indonesia yang lebih baik dan dunia yang lebih baik melalui teknologi.