Sukses

Unik, Kota Ini Ubah Sampah Plastik Jadi Taman Bunga yang Sangat Menakjubkan

Liputan6.com, Jakarta Sampah plastik kini menjadi salah satu permasalahan global yang sedang hangat diperbincangkan. Plastik menjadi faktor utama maraknya masalah yang timbul. Baik dari sisi lingkungan maupun makhluk hidup.

Tak heran jika kini banyak orang terutama para aktivis peduli lingkungan yang gencar menyuarakan aksi. Beberapa aksinya adalah untuk mengurangi limbah plastik di dunia. Para aktivis di berbagai dunia ini secara kompak melakukan aksi peduli lingkungan.

Tak hanya membahayakan kehidupan manusia, plastik-plastik ini juga mengancam keselamatan para mahkluk hidup lainnya. Seperti binatang yang mati akibat limbah plastik hingga tumbuhan. Salah satu cara untuk mengurangi sampah plastik yang mudah adalah dengan mendaur ulangnya.

Jika biasanya dijadikan kerajinan tas atau souvenir, di salah satu kota di Filipina memanfaatkan botol plastik menjadi kerajinan bunga. Bukan kerajinan biasa, melainkan taman bunga botol plastik yang indah.

2 dari 3 halaman

Taman Bunga Plastik di Kota Lamitan

Sebuah kota kecil di Filipina punya cara unik untuk mengurangi limbah-limbah plastik terutama botol. Dilansir dari Elite Readers oleh Liputan6.com, Senin (30/9/3019) proyek ini menerima banyak dukungan positif dari netizen.

Proyek ini berada di kawasan provinsi Basilan, kota Lamitan, Filipina. Para relawan yang tergabung dalam proyek ini membuat taman bunga yang terbuat dari botol dan barang-barang plastik lainnya. Taman ini bahkan menjadi daya tarik wisatawan.

Taman ini diberi nama the Forever Tulip Garden yang dibuat hampir dari 30.000 botol plastik. Botol-botol ini dikumpulkan oleh pemerintah dari 45 desa di sekitar kawasan itu. Botol-botol dibentuk menyerupai tulip dan diberi warna yang berbeda-beda. Bagi yang menyukai berselfie, taman ini memiliki pemandangan yang Instagrammable banget.

3 dari 3 halaman

Tak Dipatok Harga Masuk Alias Gratis

Para relawan membuat deretan bunga-bunga sesuai dengan warnanya. Tampak di foto seperti membentuk sebuah pola cantik.

Selain unik, bagi para pengunjung yang ingin datang untuk melihat tidak dipungut biaya apapun alias gratis. Baik pengunjung lokal maupun turis asing. Semua orang bisa menikmati pemandangan buatan ini tanpa mengeluarkan sepeser pun.

Rose Furigay, perwakilan dari proyek Lamitan mengatakan bahwa taman itu hanya sebagai inisiatif beberapa pihak sebagai aksi dalam menangani sampah, dikutip dari Elit Readers. Ia berharap proyek ini bisa menginspirasi orang-orang.

Botol plastik membuat volume sampah kita semakin besar, terutama di Kota Lamitan. Saya harap hal ini dapat memanggil semua orang. Mari tidak hanya memiliki pikiran untuk jadi indah tetapi mari buat pikiran untuk bagaimana meminimalkan penggunaan plastik,” ucapnya. 

Loading
Artikel Selanjutnya
Presiden Negara Ini Izinkan Warganya Menembak Pejabat yang Korupsi
Artikel Selanjutnya
Punya Wajah Imut, Guru Ini Sering Disangka Murid Sekolah Dasar