Sukses

Penyebab Penyakit DBD yang Perlu Diwaspadai, Jaga Kebersihan Lingkungan

Liputan6.com, Jakarta Penyakit DBD atau demam berdarah dengue merupakan kondisi yang dapat mengakibatkan kerusakan dan kebocoran pembuluh darah, serta menurunkan kadar trombosit atau sel keeping darah. Penyebab penyakit DBD ini dikarenakan adanya virus dengue yang ditularkan kepada manusia melalui nyamuk Aedes aegypti.

Penyebab penyakit DBD ini murni karena penyebaran virus dengue melalui perantara nyamuk, bukan dari orang ke orang. Jadi, penyebaran penyakit DBD dilakukan oleh nyamuk melalui seseorang yang telah terinfeksi gigitan oleh nyamuk perantara. Virus dari orang yang terinfeksi akan dibawa oleh nyamuk dan menginfeksi orang lainnya dengan gigitan nyamuk tersebut.

Masih ada faktor risiko penyebab penyakit DBD lainnya. Karena kondisi ini berbahaya dan dapat menyebabkan kematian, sehingga harus segera ditangani. Bahkan sebelum terjangkit penyakit ini, penting melakukan pencegahan.

Berikut telah Liputan6.com, Kamis (3/10/2019) rangkum dari berbagai sumber beberapa faktor risiko penyebab penyakit DBD lainnya yang perlu dikenali. Dengan begitu, kamu bisa melakukan tindakan pencegahan sebelum terkena penyakit DBD ini.

2 dari 4 halaman

Penyebab Penyakit DBD yang Perlu Diwaspadai

Penyebab penyakit DBD dikarenakan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Virus tersebut akan masuk ke aliran darah manusia melalui gigitan nyamuknya. Biasanya jenis nyamuk ini menggigit di pagi hari sampai sore menjelang petang.

Nyamuk Aedes aegypti memiliki ciri-ciri tubuh berukuran lebih kecil, badannya berwarna hitam pekat dengan dua garis vertikal putih di punggung dan garis-garis putih horizontal pada kakinya. Nyamuk ini banyak hadir di tempat gelap dan sejuk sehingga lebih banyak ditemukan di dalam rumah dibandingkan di luar rumah yang panas.

Penyebab penyakit DBD dilakukan oleh penularan virus Dengue yang terjadi bila seseorang yang terinfeksi digigit oleh nyamuk perantara. Virus dari orang yang terinfeksi ini akan dibawa oleh nyamuk, kemudian akan menginfeksi orang lain yang digigit nyamuk tersebut.

Virus Dengue ini hanya menular melalui nyamuk dan tidak dari orang ke orang. Ada empat tipe virus Dengue, yaitu DEN 1, DEN 2, DEN 3, dan DEN 4. Apabila seseorang terinfeksi salah satu tipe virus Dengue dan berhasil pulih, maka tubuhnya akan membentuk kekebalan seumur hidup terhadap tipe virus tersebut.

Selain karena virus Dengue, faktor risiko penyebab penyakit DBD lainnya adalah mereka yang tinggal atau bepergian ke daerah tropis. Faktor risiko lainnya yang bisa terjangkit penyebab penyakit DBD adalah bayi, anak-anak, lansia, dan orang dengan kekebalan tubuh lemah.

3 dari 4 halaman

Gejala Penyakit DBB yang Perlu Dikenali Sejak Dini

Penyakit deman berdarah merupakan kondisi yang dapat memgakibatkan kerusakan dan kebocoran pembuluh darah, serta menurunkan kadar trombosit atau sel keeping darah. Kondisi ini sangat membahaykan penderitanya karena bisa menyebabkan kematian, sehingga harus segera ditangani.

Sebelum terlambat, kamu dan orang di sekitar harus memahami gajala oenyakit DBD. Gejala penyakit DBD yang umum terjadi adalah demam, nyeri perut, muntah, dan tubuh menjadi lemas.

Selain itu, gejala oenyakit DBD yang mudah dikenali lainnya adalah penderita mengalami perdarahan seperti pada hidung, gusi, atau di bawha kulit, sehingga tampak seperti memar. Darah juga bisa terdapat dalam urine, feses, atau muntah. Gejala yang lebih parahnya lagi adalah jika penderita sudah mengalami sesak napas atau keringat dingin. Bersegeralah untuk membawanya ke dokter.

Sedangkan pada demam dengue adalah bentuk ringan dari infeksi virus Dengue. Sama halnya demam berdarah, deman dengue dimulai dengan gejala demam. Namun gejala pada demam dengue muncul sekitar 4-7 hari sejak gigitan nyamuk dan bisa berlangsung selama 10 hari.

Gejala demam dengue seperti sehu badan naik tinggi bisa mencapai 40 derajat celcius bahkan lebih, sakit kepala berat, nyeri pada sendi, otot, dan tulang, hilang nafsu makan, nyeri pada bagian belakang mata, mual dan muntah, pembengkakan kelanjat getah bening, dan ruam kemerahan.

4 dari 4 halaman

Cara Mencegah Penyakit DBD

Sebelum kamu terjangkit penyakit yang cukup berbahaya ini, kamu bisa melakukan beberapa bentuk pencegahan. Untuk anak-anak, kamu bisa memberikan vaksin dengue. Pemberian vaksin ini hanya untuk anak yang sudah berusia 9-16 tahun, sebanyak 3 kali dengan jarak 6 bulan.

Selain pemberian vaksin, penyakit DMD juga bisa dicegah dengan melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk. Pemberantasan ini dilakukan dalam dua kali pengasapan insektisida atau fogging. Selain melakukan pemberantasan sarang nyamuk, kamu juga bisa menjalankan 3M-Plus terutama saat musin hujan.

Langkah 3M, yaitu menguras tempat penampungan air, seperti bak mandi, minimal setiap pekan. Menutup rapat tempat penampungan air dan mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Sedangkan langkah Plus adalah untuk membantu pencegahan. Langkah Plus antara lain dengan mengatur cahaya yang cukup di dalam rumah, memasang kawat anti nyamuk di ventilasi rumah, menaburkan bubuk abate pada penampuangan air yang dulit dikuras, menanam tumbuhan pengusir nyamuk, dan menghentikan kebiasaan menggantung pakaian.

Selain itu, kamu juga perlu menghindari menggunakan pakaian yang ketat. Pakaian ketat memudahkan gigitan nyamuk untuk menembus pakaian. Oleh karena itu, disarankan agar menggunakan pakaian longgar. Sebagai perlindungan tambahan, kamu bisa menggunakan krim atau lotion anti-nyamuk.

Loading
Artikel Selanjutnya
6 Cara Pencegahan Demam Berdarah di Rumah yang Aman dan Efektif