Sukses

6 Manfaat Sayuran Berwarna Ungu untuk Kesehatan, Kaya Nutrisi

Liputan6.com, Jakarta Ada beragam jenis sayuran dengan aneka warna yang bisa dikonsumsi. Sayuran berwana tentunya mengandung nutrisi yang berbeda-beda. Begitu juga dengan sayuran berwarna ungu.

Sayuran berwarna ungu memiliki kandungan nutrisi yang tak kalah menyehatkan dengan sayuran lainnya. Sayuran berwarna ungu memiliki banyak manfaat dan sangat bagus untuk tubuh karena mengandung antosianin.

Antosianin diketahui mampu menangkal radikal bebas dan mencegah kerusakan pada molekul vital. Selain itu, sayuran berwarna ungu juga mengandung indoles yang merupakan nutrisi yang berasal dari senyawa belerang yang dapat mencegah seseorang terkena kanker.

Masih banyak lagi nutrisi yang terkandung pada sayuran berwarna ungu seperti asam ellagic, vitamin A, vitamin B2, vitamin C, kalium, serat, dan fenol lainnya. Apabila memperbanyak konsumsi sayuran berwarna ungu ini, maka akan ada manfaat sayuran berwarna ungu untuk kesehatan yang bisa kamu rasakan.

Berikut beberapa manfaat sayuran berwarna ungu untuk kesehatan tubuh, yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (6/10/2019).

2 dari 7 halaman

Melawan Kanker

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa resveratrol pada sayuran berwarna ungu dapat mematikan sel kanker pada kanker darah, kanker payudara, kanker prostat, kanker kulit, kanker hati, dan kanker paru.

Selain itu, resveratrol juga mampu merelaksasi dinding arteri, yang memungkinkan sirkulasi darah lebih baik dan mengurangi tekanan di arteri. Untuk melindungi kanker usus besar, bisa didapatkan dari ubi jalar ungu.

3 dari 7 halaman

Menjaga Kesehatan Lambung

Kandungan antosianin yang terdapat dalam sayuran berwarna ungu mampu membantu mengurangi pembentukan tukak lambung. Para peneliti percaya bahwa antosianin mampu mencegah oksidasi dan meningkatkan aktivitas antioksidan penting lainnya, seperti glutathione yang secara alami ada di dalam tubuh.

4 dari 7 halaman

Mencegah Penyakit Urologi

Sayuran berwarna ungu seperti kol ungu, wortel ungu, dan kubis mampu melawan penyakit urolodis. Hal ini dikarenakan adanya kandungan antosianin yang bisa mencegah ulkus dan peradangan yang disebabkan oleh H. pylori.

Itu merupakan bakteri yang menyebabkan sakit maag dan penyakit limfoma kandung kemih.

5 dari 7 halaman

Baik untuk Kesehatan Otak

Antosianin yang terkandung pada sayuran berwarna ungu mampu membantu mencegah penurunan sistem saraf yang berkaitan dengan usia terkait daya ingat. Kamu bisa mendapatkan manfaat sayuran berwarna ungu dari ubi jalar ungu yang diketahui memiliki efek untuk meningkatkan memori.

6 dari 7 halaman

Menjaga Kesehatan Jantung

Manfaat sayuran berwarna ungu lainnya adalah mampu menjaha kesehatan jantung. Hal ini dikarenakan sayuran ungu memiliki kemampuan untuk menurunkan kolesterol jahat atau LDL hingga 13 persen.

Namun, di sisi lain sayuran berwarna ungu juga meningkatkan kolesterol HDL. Peningkatan kadar kolesterol LDL ini mengarah pada pembentukan plak di dinding arteri. Bahayanya, ini akan menghalangi aliran alami darah ke jantung dan seluruh tubuh sehingga membuat kamu berisiko serangan jantung dan stroke.

7 dari 7 halaman

Memiliki Kandungan Antiinflamasi

Kandungan antosianin mampu mengurangi peradangan kronis yang merupakan salah satu penyebab dari penyakit Alzheimer, penyakit jantung, asma, alergi, radang sendi, obesitas, dan diabetes tipe 2.

Ada banyak sekali bukan manfaat sayuran berwarna ungu untuk kesehatan tubuh. Untuk itu, kamu bisa mencukupi kebutuhan nutrisinya dengan memasukkan sayuran berwarna ungu ke dalam menu harian.

Agar manfaat sayuran berwarna ungu bisa didapatkan secara utuh, kamu bisa mengolahnya dengan cara dikukus atau dipanggang. Hal ini untuk menghindari berkurang atau menghilangnya antosianin.

Selain sayuran berwarna ungu, kamu juga bisa mengkombinasikan ragam bahan makanan dengan warna alami lainnya. Tentunya ini akan menambah cita rasa dalam santap harian kamu. Selain itu, juga akan memberikan tubuh yang sehat, risiko penyakit jantung menurun, dan dapat mencegah penyakit diabetes mellitus, serangan jantung, stroke, dan kanker.