Sukses

7 Potret Fenonema Langit Ungu di Jepang Ini Bikin Merinding

Liputan6.com, Jakarta Jepang dalam beberapa waktu terakhir ini memang sedang dilanda cuaca buruk. Topan dan banjir terakhir melanda wilayah Jepang, Sabtu (12/10/2019). Namun sebelumnya topan juga sudah melanda Negeri Sakura dan terjadi fenomena-femonena aneh. 

Topan yang terjadi Sabtu (12/10) lalu tercatat sebagai topan terparah sejak tahun 1958. Pihak Kementrian Luar Negeri RI, Minggu (13/10/2019) menyatakan bahwa tidak ada korban luka jiwa yang dialami oleh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Jepang.

""Topan sudah lewat jam 21.30 tadi malam. Dari Hotline dan Medsos yg kami pantau tidak ada WNI terluka," kata Eko dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Minggu (13/10/2019) pada 16.00 WIB.

Selain itu, sebelum terjadinya bencana topan terbesar, langit Jepang pun mengalami sebuah fenomena yang bikin merinding. Yaitu warna langitnya berubah tidak seperti biasanya, yakni ungu.

Kejadian fenomena alam ini pun membuat netizen heboh, dan foto-foto mengenai langit ungu di Jepang pun viral. Berikut 7 potret langit ungu di Jepang yang bikin merinding yang Liputan6.com kutip dari berbagai sumber, Senin (14/10/2019).

2 dari 8 halaman

1. Begini penampakan langit Jepang menjelang datangnya topan hagibis

3 dari 8 halaman

2. Bencana ini adalah topan terbesar sejak tahun 1958 yang kala itu memakan korban 888 orang tewas dan 381 lainnya hilang

4 dari 8 halaman

3. Namun dalam bencana kali ini baru dilaporkan 5 orang meninggal dunia

5 dari 8 halaman

4. Banyak fasilitas umum ditutup paka 12 Oktober 2019, yaitu berupa layanan kereta api hingga taman bermain

6 dari 8 halaman

5. Selain fasilitas umum, sesi latihan untuk balap F1 pun membatalkan semua sesi latihan dan kualifikasi yang dijadwalkan untuk 12 Oktober

7 dari 8 halaman

6. Dari keterangan KBRI untungnya tidak ada korban yang dialami oleh WNI yang berada di Jepang saat adanya bencana topan ini

8 dari 8 halaman

7. Sebagai negara yang juga bergerak di bidang pertanian, ada petani tanamannya telah rusah 90% sejak datangnya topan-topan sebelumnya.