Sukses

7 Gejala Keracunan Makanan Kadaluarsa, Segera Kenali

Liputan6.com, Jakarta Gejala keracunan makanan kadaluarsa bisa menyebabkan ketidaknyamanan. Anda mungkin tak sengaja mengonsumsi makanan kadaluarsa karena tak memerhatikan kemasannya. Gejala keracunan makanan kadaluarsa bisa bersifat ringan dan parah.

Setiap makanan yang melewati tanggal kedaluwarsa dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri. Beberapa makanan kadaluarsa yang disimpan dalam kondisi yang buruk bahkan dapat terkontaminasi dengan infeksi bakteri serius salmonella atau listeria. Hal ini menyebabkan gejala keracunan makanan kadaluarsa.

Satu tanda yang jelas dari makanan yang sudah melewati tanggal kadaluarsa adalah pertumbuhan jamur. Ini yang menyebabkan timbulnya gejala keracunan makanan kadaluarsa. Gejala keracunan makanan kadaluarsa dapat berlangsung beberapa jam, berhari-hari atau berminggu-minggu tergantung pada tingkat keparahan kondisinya.

Gejala keracunan makanan kadaluarsa yang paling umum termasuk kram di daerah perut, sering muntah, demam, pusing, dehidrasi dan diare persisten. Berikut gejala keracunan makanan kadaluarsa yang berhasil Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (15/10/2019).

2 dari 8 halaman

Sakit perut dan kram

Nyeri perut dirasakan di sekitar batang tubuh, atau daerah bawah tulang rusuk, di atas panggul. Dalam kasus keracunan makanan, organisme berbahaya dapat menghasilkan racun yang mengiritasi lapisan lambung dan usus. Hal ini dapat menyebabkan radang menyakitkan di perut yang dapat menyebabkan rasa sakit di perut.

Orang dengan keracunan makanan juga mungkin mengalami kram, karena otot perut berkontraksi mempercepat gerakan alami usus untuk menyingkirkan organisme berbahaya secepat mungkin.

Kram dan kembung pada perut akibat keracunan akan datang sebelum diare. Namun demikian, sakit perut dan kram adalah umum dan dapat terjadi karena sejumlah alasan. Karena itu, gejala-gejala ini saja mungkin bukan merupakan tanda keracunan makanan kadaluarsa.

3 dari 8 halaman

Diare

Diare ditandai dengan feses encer da buang air besar tiga kali atau lebih dalam periode 24 jam. Diare adalah gejala khas keracunan makanan. Ini terjadi karena peradangan membuat usus kurang efektif menyerap kembali air dan cairan lain yang dikeluarkannya selama pencernaan.

Karena tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada biasanya, tubuh berisiko mengalami dehidrasi. Karena itu, penting untuk tetap minum cairan agar tetap terhidrasi. Diare juga dapat disertai dengan gejala lain, seperti kembung atau kram perut.

4 dari 8 halaman

Sakit kepala

Karena keracunan makanan dapat menyebabkan menjadi lelah dan dehidrasi, ini juga dapat menyebabkan sakit kepala. Karena keracunan makanan dapat menyebabkan lelah dan dehidrasi, itu juga dapat menyebabkan sakit kepala. Jika otak Anda mulai merasa tidak jelas seperti cepat merasa bingung atau linglung, jangan abaikan begitu saja.

Terganggunya sistem otak juga dapat mengakibatkan sakit kepala atau pusing. Leher kaku atau lemah disekujur tubuh juga merupakan tanda keracunan makanan. Rasa lemah dan lelah juga dapat terjadi akibat keracunan makanan kadaluarsa. Gejala ini membantu tubuh beristirahat.

5 dari 8 halaman

Dehidrasi

Keracunan akan menyebabkan dehidrasi pada tubuh. Diare yang dialami juga dapat menguras cairan dalam tubuh. Jika tubuh mengalami tanda-tanda keracunan makanan, hal pertama yang harus dilakukan adalah menambah cairan tubuh agar dehidrasi tak makin parah.

Minumlah banyak air atau larutan yang diperkaya elektrolit seperti Pedialyte atau Gatorade. Hindari minuman yang mengandung gula, kafein, dan alkohol karena dapat menyebabkan tubuh lebih dehidras.

6 dari 8 halaman

Mual dan muntah

Mual yang berhubungan dengan keracunan makanan biasanya terjadi antara satu dan delapan jam setelah makan. Ini merupakan sinyal peringatan untuk memberi tahu tubuh bahwa ia telah menelan sesuatu yang berpotensi membahayakan. Kondisi bisa diperburuk oleh perlambatan pergerakan usus, yang terjadi ketika tubuh mencoba untuk membatasi racun dalam perut.

Muntah juga merupakan gejala paling umum dalam keracunan makanan kadaluarsa. Ini terjadi ketika otot-otot perut dan diafragma berkontraksi dengan kuat, memaksa untuk secara tidak sadar mengeluarkan isi perut. Reaksi ini merupakan mekanisme perlindungan yang terjadi ketika tubuh mencoba menyingkirkan organisme atau racun berbahaya.

7 dari 8 halaman

Nyeri otot

Otot-otot bisa terasa sakit ketika mendapat infeksi seperti keracunan makanan. Ini karena sistem kekebalan tubu telah diaktifkan dan menyebabkan peradangan. Dilansir dari Healthline, selama proses ini, tubuh melepaskan histamin, bahan kimia yang membantu memperlebar pembuluh darah agar memungkinkan lebih banyak sel darah putih melawan infeksi.

Histamin membantu meningkatkan aliran darah ke area tubuh yang terinfeksi. Bersama dengan zat lain yang terlibat dalam respons imun, seperti sitokin, histamin dapat mencapai bagian lain dari tubuh dan memicu reseptor rasa sakit.

8 dari 8 halaman

Demam dan menggigil

Demam wajar dalam banyak penyakit dan terjadi sebagai bagian dari pertahanan alami tubuh melawan infeksi. Zat penghasil demam yang disebut pirogen memicu kenaikan suhu. Zat ini dilepaskan baik oleh sistem kekebalan tubuh. Peningkatan suhu ini meningkatkan aktivitas sel darah putih yang membantu melawan infeksi.

Menggigil terjadi untuk menaikkan suhu tubuh. Menggigil ini adalah hasil dari otot-otot yang berkontraksi dan rileks dengan cepat dan menghasilkan panas. Mereka sering menyertai demam. Jika demam berlanjut selama lebih dari 48 jam segera hubungi dokter.