Sukses

7 Penyebab Berkeringat Saat Tidur, Menandakan Penyakit

Liputan6.com, Jakarta Penyebab berkeringat saat tidur tidak bisa dianggap sepele. Jika kamu terlalu sering mengalaminya, apalagi keringat yang dialami saat tidur ini muncul dengan intensitas yang berlebihan, bisa jadi hal ini merupakan gejala sebuah penyakit.

Bila kamu terbangun di malam hari dengan keringat mengucur meski kamar tidur dalam kondisi dingin, kemungkinan besar kamu mengalami gangguan kesehatan. Apalagi, munculnya keringat di malam hari terjadi ketika kamu tidak sedang beraktivitas berat seperti olahraga atau suhu udara panas.

Penyebab berkeringat saat tidur bisa menjadi pertanda penyakit ringan bahkan berbahaya. Oleh karena itu, kamu patut mewaspadai kondisi ini jika sering mengalaminya. Segera temui dokter jika keringat saat tidur ini tidak hilang dalam waktu yang cukup lama.

Berikut Liputan6.com rangkum tentang penyebab berkeringat saat tidur dari berbagai sumber, Rabu (16/10/2019).

2 dari 8 halaman

Menopause

Penyebab berkeringat saat tidur yang pertama adalah karena menopause. Berkeringat saat tidur merupakan kondisi umum pada wanita menopause. Biasanya terjadi dalam hot flashes atau rasa panas hingga menyebabkan tubuh mengeluarkan keringat.

Menopause sebenarnya bukan tergolong penyakit, kecuali terjadi sebelum waktunya. Hal ini merupakan fase normal pada tubuh wanita ketika berusia sekitar 50 tahun, berkaitan dengan proses penuaan dan perubahan hormonal.

3 dari 8 halaman

Infeksi

Tuberkolusis dan HIV kerap ditandai dengan keringat saat tidur. Selain itu, infeksi bakteri seperti endokarditis (inflamasi di katup jantung) serta abses di usus juga bisa membuat seseorang berkeringat di malam hari saat sedang tertidur.

4 dari 8 halaman

Hipertiroidisme

Orang dengan gangguan hormon seperti hipertiroidisme seringkali memiliki keluhan berkeringat di malam hari saat tidur. Hal ini berkaitan dengan tiroid yang overaktif, sehingga menimbulkan gejala berkeringat berlebih saat tidur di malam hari.

5 dari 8 halaman

Hipoglikemia

Hipoglikemia adalah gangguan kesehatan yang sering terjadi pada penderita diabetes, di mana kadar gula di dalam darah berada di bawah kadar normal. Bila kadar gula darah rendah, hal ini bisa memicu keringat di malam hari. Pada mereka yang menggunakan insulin atau obat-obatan untuk mengendalikan gula darah pada pasien diabetes bisa mengalami keringat dingin di malam hari juga.

6 dari 8 halaman

Hiperhidrosis

Idiopathic hyperhidrosis adalah kondisi di mana tubuh kamu memproduksi keringat berlebih tanpa akibat medis atau lingkungan. Tubuh bisa saja berkeringat berlebihan setiap hari, termasuk pada malam hari dan saat tidur. Penyebab terjadinya keringat berlebihan ini tidak diketahui secara pasti.

7 dari 8 halaman

Mengonsumsi Obat-obatan Tertentu

Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti antidepresan, obat-obatan terapi hormon, dan obat penurun demam juga bisa menjadi salah satu penyebab berkeringat saat tidur. Contohnya pada obat-obatan antidepresan bisa memicu pasien jadi berkeringat di malam hari. Cara kerja obat tersebut sedikit menganggu fungsi tubuh seperti pengaturan suhu, metabolisme dan hormon.

8 dari 8 halaman

Kanker

Selain itu, penyebab berkeringat saat tidur yang paling berbahaya tentunya adalah kanker. Berkeringat di malam hari saat tidur bisa jadi merupakan gejala awal pada kanker.

Beberapa jenis kanker yang menunjukka gejala keringat saat tidur ini, seperti kanker limfoma, kanker tulang, dan Kanker hati. Biasanya gejala ini diikuti dengan berbagai gejala lainnya, seperti demam berkepanjangan atau berulang dan penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya.

Oleh karena itu, jika kamu mengalami masalah berkeringat saat tidur, sebaiknya segera periksakan diri kamu ke dokter agar terhindar dari penyakit. Walaupun penyebab berkeringat saat tidur tidak hanya berkaitan dengan penyakit yang berbahaya, sebaiknya kamu mengetahui bagaimana kondisi kesehatan tubuh dengan memeriksakannya ke dokter.

Loading