Sukses

Penyebab dan Gejala Hipersomnia, Penyakit Tidur Berlebihan

Liputan6.com, Jakarta Hipersomnia adalah gangguan tidur yang mungkin jarang terdengar dan memang cukup jarang terjadi. Hipersomnia mengakibatkan penderitanya mengalami kantuk yang berlebihan pada siang hari atau menghabiskan waktu terlalu lama untuk tertidur.

Kondisi ini juga sering kali menyebabkan kesulitan untuk bangun pada pagi hari setelah tidur pada malam hari atau tidur siang. Penderita penyakit ini bisa mengalami berbagai hal yang berbahaya, karena kebutuhan untuk tidur dapat terjadi kapan saja, termasuk pada saat mengemudikan kendaraan atau bekerja.

Penyebab dan gejala hipersomnia harus dikenali agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain itu, penderita penyakit ini juga bisa mengalami penurunan fungsi kognitif yang signifikan akibat rasa mengantuk. Hipersomnia dapat berkembang selama beberapa minggu hingga beberapa bulan.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (17/10/2019) tentang penyebab dan gejala hipersomnia.

2 dari 5 halaman

Penyebab Hipersomnia

Hipersomnia tentunya akan sangat berbahaya bila tidak segera dikenali. Bisa saja penyakit ini membuat kamu mengantuk saat sedang berkendara, yang tentunya akan fatal bagi keselamatan kamu maupun orang lain.

Oleh karena itu, kamu wajib untuk mengetahui penyebab hipersomnia agar bisa menghindarinya dan kesehatan tetap terjaga. Berikut beberapa penyebab hipersomnia yang perlu kamu ketahui:

- Faktor genetik

- Memiliki berat badan berlebih

- Penggunaan obat-obatan terlarang atau alkohol

- Tidak mendapatkan tidur yang cukup pada malam hari (deprivasi tidur)

- Cedera kepala atau terdapatnya penyakit neurologis, seperti sklerosis ganda

- Gangguan tidur seperti narkolepsi (rasa kantuk pada siang hari) dan sleep apnea (interupsi dari pernapasan selama tidur)

3 dari 5 halaman

Gejala Hipersomnia

Selain mencegah penyebab terjadinya hipersomnia, kamu juga bisa mengenali gejala yang ditunjukkan saat tubuh mengalami hipersomnia ini. Jika kamu sering mengalami tanda dan gejala hipersomnia ini, sebaiknya kamu melakukan pencegahan dan mengatasinya dengan mengatur pola hidup dengan baik.

Berikut beberapa tanda dan gejala hipersomnia yang bisa dikenali:

- Tetap tidur selama waktu yang lama pada malam hari

- Sering tertidur pada siang hari dan tidak merasa segar setelahnya

- Tertidur secara tiba-tiba, sering kali pada saat makan atau berbicara

4 dari 5 halaman

Menangani Hipersomnia

Penanganan terhadap hipersomnia ditujukan untuk meredakan tanda dan gejala yang timbul, dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter ahli. Pengobatan stimulan tertentu dapat diresepkan oleh dokter untuk membantu tubuh tetap terjaga pada siang hari bila dinilai dibutuhkan.

Selain itu, dokter juga dapat merekomendasikan untuk membuat pola tidur malam yang rutin dan menghindari alkohol, kafein, serta obat-obatan tertentu yang dapat memengaruhi pola tidur. Oleh karena itu, diperlukan pola hidup sehat dengan pengaturan istirahat yang cukup agar terhindar dari hipersomnia ini.

5 dari 5 halaman

Cara Mencegah Hipersomnia

Cara mencegah hipersomnia sebenarnya belum terbukti secara efektif sepenuhnya karena penyebab dari hipersomnia sendiri belum diketahui secara pasti.

Namun, beberapa cara tertentu yang diyakini dapat membantu menurunkan rasa kantuk di siang hari. Misalnya dengan membuat agenda tidur, memastikan tidur dan bangun pada jam yang sama setiap harinya, dan memastikan lingkungan tidur adalah tempat yang gelap, sunyi, dan sejuk.

Jika kamu menjalankan pola hidup sehat, seperti memperhatikan betul pola tidur dan istirahat yang teratur, maka tentunya penyakit tidak akan mudah menyerang tubuhmu.

Loading