Sukses

Ciri-ciri Perkembangan Kognitif Peserta Didik Usia Sekolah Dasar, Tidak Boleh Diabaikan

Liputan6.com, Jakarta Ciri-ciri perkembangan kognitif peserta didik usia sekolah dasar sangat penting untuk dipahami oleh orang tua dan guru di sekolah. Hal ini disebabkan karena masa sekolah dasar atau SD merupakan masa-masa emas untuk perkembangan intelektual hingga kreativitas anak.

Perkembangan kognitif dipelajari melalui proses mental dan persepsi sensorik. Kemampuan berkomunikasi, interaksi mendukung orang lain dan kemampuan memaksimalkan semua kemampuan sensorik seperti melihat, mendengar, dan lain-lain diperlukan untuk pengembangan kognitif secara maksimal.

Ciri-ciri perkembangan kognitif peserta didik usia sekolah dasar harus benar-benar diperhatikan. Lingkungan fisik dan peran orang dewasa sangat penting untuk memastikan lingkungan yang kaya dan merangsang anak untuk sesekali mengajukan pertanyaan mengenai pemikirannya terhadap lingkungan.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (18/10/2019) tentang ciri-ciri perkembangan kognitif peserta didik usia Sekolah Dasar. 

2 dari 6 halaman

Pengertian Perkembangan Kognitif pada Anak

Sebelum mengetahui tentang ciri-ciri perkembangan kognitif peserta didik usia sekolah dasar, tentunya kamu harus memahami dulu tentang pengertian dari perkembangan kognitif itu sendiri. Perkembangan kognitif anak adalah semua hal tentang belajar. Perkembangan kognitif meliputi kemampuan anak sekolah memecahkan masalah matematika hingga keberanian anak usia sekolah mengajukan pertanyaan setelah mereka membaca sesuatu.

Perkembangan kognitif dipengaruhi oleh gen dan pengalaman yang dimiliki seorang anak, hal ini terjadi sepanjang waktu. Oleh karena itu, mengetahui ciri-ciri perkembangan kognitif peserta didik usia sekolah dasar menjadi begitu penting karena akan berpengaruh pada masa depannya.

Perkembangan kognitif adlaah proses belajar yang mengacu pada pikiran dan cara kerja. Hal ini berkaitan dengan bagaimana anak-anak berpikir, bagaimana mereka melihat dunia mereka, dan bagaimana mereka menggunakan apa yang mereka pelajari

Anak-anak akan memiliki segala sesuatu yang berkaitan dengan beberapa pengalaman yang telah dilalui sejak ia lahir. Otak manusia akan dibangun dari waktu ke waktu, sehingga setiap pengalaman yang telah dilalui akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Jadi mengetahui ciri-ciri perkembangan kognitif peserta didik usia sekolah dasar sangat penting, terutama bagi orang tua dan guru di sekolah.

3 dari 6 halaman

Ciri-Ciri Perkembangan Kognitif Peserta Didik Usia Sekolah Dasar

Di Indonesia, mengetahui ciri-ciri perkembangan kognitif peserta didik usia sekolah dasar biasanya dapat dilihat pada usia 5 atau 6 tahun hingga 12 tahun. Dengan Sekolah dasar di Indonesia dilalui selama 6 tahun dengan usia awal pada kelas satu mungkin 5 hingga 6 tahun.

Ciri-ciri perkembangan kognitif peserta didik usia sekolah dasar dapat dilihat dari berbagai perkembangan yang dibuatnya di sekolah maupun di lingkungan rumah. Oleh karena itu, peran orang tua dan guru sangat penting dalam mengetahui ciri-ciri perkembangan kognitif peserta didik usia sekolah dasar, baik di sekolah maupun di rumah.

Perkembangan kognitif anak sd ini bisa dibagi menjadi 2 bagian berdasarkan rentang umur. Berikut ini ciri-ciri perkembangan kognitif peserta didik usia sekolah dasar dikutip dari Virtual Lab School:

4 dari 6 halaman

Perkembangan Kognitif Anak SD Umur 5-7 Tahun

- Mereka mulai melihat hal-hal dari sudut pandang anak-anak usia sekolah lainnya dan mulai memahami bagaimana perilaku mereka mempengaruhi orang lain.

- Mereka mengembangkan keterampilan bahasa lisan mereka, memperoleh kosa kata baru, dan struktur kalimat.

- Mereka menikmati perencanaan dan pembangunan.

- Mereka telah memahami konsep ruang, waktu, dan dimensi.

- Mereka telah memahami konsep seperti kemarin, hari ini, dan besok.

- Mereka sudah tahu kiri dan kanan.

- Mereka mulai mengembangkan rasa percaya diri dan penguasaan pembelajaran.

- Mereka belajar membaca dan menulis dan dapat mengucapkan kata-kata sederhana.

- Mereka mulai beralasan dan berdebat.

- Mereka dapat melakukan penambahan dan pengurangan sederhana.

5 dari 6 halaman

Perkembangan Kognitif Anak SD Umur 8-12 Tahun

- Sebagian besar anak SD pada umur ini sudah mampu sepenuhnya mengambil pandangan atau perspektif dan memahami serta mempertimbangkan perspektif atau pandangan orang lain.

- Mereka mulai berpikir secara hipotetis, mempertimbangkan sejumlah kemungkinan, dan mampu berpikir logis.

- Mereka menjadi lebih berorientasi pada tujuan.

- Mereka dapat mengembangkan minat khusus yang bisa menjadi sumber motivasi.

- Perkembangan kognitif dapat dipengaruhi oleh keadaan emosional anak-anak usia sekolah.

- Mereka mulai memahami sisi dunia orang dewasa seperti uang dan waktu.

- Mereka mungkin senang membaca buku. Mereka dapat menafsirkan konteks paragraf dan menulis cerita.

- Mereka mengerti humor dan permainan kata.

6 dari 6 halaman

Perilaku yang Tidak Boleh Diabaikan Terkait Perkembangan Kognitif

Ada beberapa perilaku yang tidak boleh diabaikan oleh orang tua terkait dengan perkembangan kognitif. Menurut Center for Disease and Control and Prevention, pada tahun 2014 perilaku yang tidak boleh diabaikan tersebut adalah:

- Depresi berlebihan

- Perilaku antisosial, atau ketidakmampuan untuk berhubungan dengan teman sebaya atau masuk ke dalam kelompok teman sebaya

- Menunjukkan Perilaku yang berlebihan

- Kesulitan untuk tetap terlibat dalam tugas akademik

Loading