Sukses

Pecahkan Rekor Dunia, Ini 4 Fakta Sosok Aries Susanti Puji Rahayu Atlet Panjat Tebing

Liputan6.com, Jakarta Indonesia kembali dibuat bangga oleh salah satu anak bangsa. Rasa bangga ini diberikan oleh Aries Susanti, seorang atlet panjat tebing Indonesia kelahiran Grobogan, Jawa Tengah. 

Wanita kelahiran 21 Maret 1995 ini berhasil meraih emas pada kelas speed women di kejuaraan panjat tebing dunia IFSC World Cup di Xiamen, Tiongkok pada Sabtu (20/10/2019) kemarin. 

Pada pertandingan IFSC World Cup di Xiamen ini, Aries Susanti bersaing dengan atlet-atlet panjat tebing dunia seperti Yi Ling Song dan Maria Krasavina. Ketika bertanding, Aries Susanti berhasil mencatatkan waktu terbaiknya. 

Tak ayal, atlet Aries Susanti mendapatkan medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia. Ia menorehkan waktu 6,995 detik untuk nomor speed women. Hal ini diungkapkan manager pelatnas Panjat Tebing, Asep Rachmat yang hadir langsung di Xiamen. Dengan demikian, Arie Susanti adalah atlet wanita pertama yang mencatatkan waktu di bawah 7 detik.

Buat bangga Indonesia dan berhasil memecahkan rekor dunia, berikut ini 5 fakta sosok atlet panjat tebing Aries Susanti Puji Rahayu dirangkum dari berbagai sumber oleh Liputan6.com, Minggu (20/10/2019). 

2 dari 5 halaman

1. Sejak Kecil Suka Olahraga

Wanita yang kini berusia 24 tahun ini sejak kecil memang menyukai olahraga. Ketika ia duduk di bangku sekolah dasar, atlet yang akrab disapa Ayu ini suka dengan olahraga lari. Tertarik dalam olahraga lari, guru Ayu kemudian memperkenalkannya dengan olahraga panjat tebing. 

Hingga duduk di bangku SMP, Ayu terus mengasah kemampuannya di bidang olahraga panjat tebing ini. Hanya berawal dari menggunakan fasilitas seadanya, hingga masuk pelatnas, kemampuan Ayu dalam memanjat tebing terus diasah oleh para pelatih. 

3 dari 5 halaman

2. Hampir Pecahkan Rekor Dunia di Tahun 2018

Punya kemampuan luar baisa dalam olahraga memanjat tebing, Ayu pun mendapat julukan "Spiderman" cantik. Ketekunannya berlatih membuatnya selalu masuk dalam daftar peringkat teratas. Khususnya dalam nomor speed climbing di tingkat lokal, nasional bahkan internasional.

Ayu telah mengikuti beberapa kali kejuaraan panjat tebing yang diselenggarakan oleh International Federation of Sport Climbing (IFSC). Pada 2018 lalu, di kejuaraan IFSC Climbing Worldcup 2018 di Chongqing, Tiongkok, Ayu Aries berhasil memperoleh medali emas dengan perolehan waktu 7,51 detik. 

Dengan catatan waktu 7,51 detik, Ayu hampir mengalahkan waktu tercepat di dunia yang pernah dilakukan oleh atlet senior Iuliia Kaplina asal Rusia yaitu 7,46 detik. 

 

4 dari 5 halaman

3. Mengalahkan Yi Ling Song, Pemecah Rekor Waktu Tercepat

Dalam kejuaraan tahun ini, Ayu berhasil mengalahkan Yi Ling Song atlet yang berasal dari Tiongkok. Yi Ling Song sebelumnya menjadi pemecah rekor dengan catatan waktu 7.101 detik. 

Namun dalam kejuaraan IFSC World Cup 2019 di Xiamen, Tiongkok, Yi Ling Song harus mengakui kemenangan Aries Susanti Puji Rahayu. Yi Ling Song meraih catatan waktu 9,032 detik dan meraih perak. 

5 dari 5 halaman

4. Perjuangannya Dijadikan Film Berjudul 6,9 Detik

Kisah pemanjat tebing nasional Indonesia, Aries Susanti diangkat menjadi sebuah film layar lebar berjudul "6,9 Detik". Bahkan film ini diapresisasi oleh  Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo. 

Mendes bahkan menyempatkan diri untuk menonton bersama jajarannya dengan ditemani sutradara Lola Amaria dan juga pemeran utama film 6,9 Detik, Aries Susanti.

Sesuai dengan judulnya, film ini mengisahkan perjuangan atlet panjat tebing Aries Susanti Puji Rahayu. Sudah tayang pada 26 September 2019, film ini seolah menjadi kenyataan bagi Ayu yang berhasil mencetak rekor dunia dengan waktu tercepat dibawah 7 detik. 

Loading