Sukses

6 Kesalahan Memasak Sayur yang Kerap Dilakukan, Bisa Rusak Nutrisi

Liputan6.com, Jakarta Mengonsumsi sayur sangat dianjurkan untuk mendapatkan nutrisi alami guna menjaga kesehatan tubuh. Ada beraneka ragam cara orang mengonsumsi sayuran, salah satunya dengan diolah atau dimasak menjadi aneka masakan yang lezat.

Namun di balik proses pembuatan masakan dengan menggunakan sayuran, ada beberapa kesalahan yang kerap dilakukan. Kesalahan saat memasak sayur ini akan mengurangi nutrisi yang ingin kamu dapatkan.

Ada beberapa kebiasaan salah saat memasak sayur yang sering dilakukan yang membuatnya menjadi tidak renyah, tidak segar, bahkan nutrisinya hilang. Berikut ada beberapa kebiasaan salah memasak sayur yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (21/10/2019).

2 dari 7 halaman

Memotong Sayur dengan Ukuran yang Tak Sama

Tak ada masalah ketika ingin memasak sayuran seperti wortel, paprika, dan jamur secara bersamaan. Namun, perlu diketahui bahwa untuk memotongnya dengan ukuran yang sama. Hal ini berguna agar sayuran matang secara merata ketika dimasak.

3 dari 7 halaman

Terlalu Lama Merebus Sayur

Rebuslah sayur sewajarnya, jangan terlalu lama. Untuk mendapatkan teksturnya agar tetap renyah, kamu bisa mengukus brokoli atau sayuran lainnya hingga matang lalu rendam ke dalam air es untuk menghentikan proses pematangannya.

Kamu bisa memanaskan kembali sayuran tersebut di wajan selama beberapa detik untuk menghangatkannya.

4 dari 7 halaman

Memanggang Sayur dengan Suhu yang Salah

Ketika kamu memasak sayur di pemanggang khusus, pastikan untuk memanggang pada suhu 400 derajat Fahrenheit. Apabila memanggang dengan panas kurang dari suhu tersebut, sayuran tidak akan matang sempurna.

Kelihatannya memang terlalu panas, namun unutk mendapatkan sayuran yang dipanggang menjadi matang semourna, kamu perlu suhu panas yang tinggi.

5 dari 7 halaman

Membuang Bagian Terpenting dari Sayur

Membuang batang dan mengupas kulit sayur merupakan kebiasaan salah yang perlu dihindari. Ternyata, ada beberapa sayur yang bagian batang dan kulitnya bisa dimakan seperti brokoli, mentimun, dan kentang.

Batang pada brokoli dan kulit pada mentimun dan kentang merupakan bagian sehat dari sayuran. Kulit, daun, dan batang atau tangkau punya nutrisi unik yang tidak ditemukan di bagian lain dari sayuran.

Bagian-bagian tersebut biasanya menyimpan vitamin yang lebih tinggi daripada bagian yang lebih umum dikonsumsi. Untuk itu, selanjutnya kamu bisa menggunakan batang brokoli dan menggunakan kentang dengan kulit. Hal ini berguna untuk mendapatkan nutrisi yang mampu meningkatkan kesehatan dalam jumlah yang cukup besar.

6 dari 7 halaman

Tidak Mencucinya

Beberapa sayur kerap meninggalkan bahan kimia seperti pestisida. Sayuran yang kerap meninggalkan sisa pestisida seperti bayam, seledri, paprika, dan tomat. Oleh karena itu, kamu dianjurkan untuk mencucinya hingga benar-benar bersih.

Jika tidak, ini akan memungkinkan residu kimiawi masuk ke tubuh yang bisa menyebabkan sakit perut, mual, dan diare. Oleh karena itu, sekalipun kamu menggunakan sayuran organik, sebisa mungkin untuk merendam atau mencucinya sebelum dikonsumsi.

 

7 dari 7 halaman

Mengonsumsinya Secara Mentah

Tidak semua jenis sayuran bisa dimakan mentah. Ada beberapa sayuran justru akan meningkatkan nutrisi ketika dimasak, misalnya saja tomat. Tomat menjadi lebih sehat ketika masuk dalam suhu panas.

Sebuah studi dari Cornell University menemukan bahwa memasaknya akan meningkatkan jumlah likopen dan antioksidan penangkal penyakit. Para peneliti percaya bahwa panas mampu melembutkan dinding sel tanaman, memungkinkan lebih banyak nutrisi untuk dilepaskan dan kemudian diserap oleh tubuh.

Kalau kamu memang lebih suka mengonsumsi sayuran dalam bentuk mentah, khususnya wortel, kamu bisa meresbusnya sebentar dan tiriskan. Kemudian pindahkan ke dalam wadah dan aduk dengan sedikit minyak zaitun, lada, dan rosemary kering. Cara ini mampu meningkatkan rasanya agar semakin lezat.

Loading
Artikel Selanjutnya
5 Cara Memasak Sayur Agar Nutrisinya Tidak Hilang