Sukses

Pria Ini Rela Bawa Penanak Nasi ke Kantor, Alasannya Bikin Haru

Liputan6.com, Jakarta Memiliki pekerjaan yang layak tentunya menjadi harapan semua orang. Bekerja menjadi salah satu tujuan hidup bagi setiap individu untuk bertahan hidup dan memiliki jenjang karier yang baik.  Tak hanya itu, dengan bekerja seseorang bisa menafkahi keluarganya seperti belanja kebutuhan sehari-hari, membayar uang sekolah dan lain sebagainya. 

Namun tak semua orang yang sudah bekerja, bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan ada juga orang yang sudah bekerja namun harus tetap berhemat demi mampu menutupi kebutuhannya yang lain. Hal ini seperti yang ditemui oleh seorang bos di perusahaannya. 

Ia adalah Azri Walter. Pria ini mendapati sebuah kenyataan mengharukan dari salah satu stafnya. Karyawan itu bernama Habil. Dilansir dari World of Buzz oleh Liputan6.com, Kamis (24/10/2019) ternyata Habil membawa penanak nasi ke kantor demi menghemat uang gajiannya. Saat ditanya alasannya mengapa tidak makan di restoran kantor, jawaban Habil pun sukses membuat Azri terharu. 

Azri pun membagikan kisah ini melalui Facebook miliknya yang diunggah pada Senin, 21 Oktober 2019 lalu. Para netizen pun ikut merasa terharu dengan kisah Habil tersebut. 

2 dari 4 halaman

Azri menemukan stafnya sedang menanak nasi di ruangan kantor

Azri Walter, pria asal Malaysia bercerita bahwa awalnya ia tak sengaja menemukan stafnya di kantor ketika ia menuju ke lantai atas. Azri mendengar suara di bawah meja di sebuah ruangan yang menyala dan tampak kosong. Hanya sebuah ruangan kosong dengan lampu yang terang, ia menjadi penasaran.

“Saya membuka pintu, tidak ada siapa-siapa di sana kecuali lampu yang nyala. Saya melihat sekeliling dan melihat bayangan di bawah meja. Saya mulai merinding, lalu saya mendengar sesuatu bergerak di bawah meja, tetapi saya bertekad untuk melihat apa itu," katanya, dikutip dari World of Buzz.

Ketika menemukan sumber suara, ia terkejut bahwa itu adalah salah satu staf yang ia kenal. Staf itu bernama Habil. Pria yang lebih muda darinya ini terlihat duduk di bawah meja dengan penanak nasi.

"Apa yang kamu lakukan, Habil? Memasak nasi atau makanan?" Azri yang bertanya pada stafnya itu. Ia memerhatikan wajah Habil dengan raut wajah kaget sekaligus takut. 

Azri pun mendapatkan jawaban bahwa Habil sedang menanak nasi karena ia belum makan. Ia pun bingung, lantaran minggu itu karyawan baru saja menerima uang gaji mereka sekitar lebih dari 1000 ringgit atau sekitar Rp 3,3 juta. 

3 dari 4 halaman

Uang gaji Habil diberikan kepada ibu di kampung

Kisah yang dibagikan Azri di Facebook ini juga menuliskan bahwa alasan Habil membawa penanak nasi ke kantor adalah untuk menghemat uangnya. Meski minggu itu karyawan baru saja menerima gaji mereka, Habil tetap ingin menghematnya bahkan untuk makan sekalipun. 

Azri yang sempat bertanya mengapa Habil tak makan di restoran lantai bawah kantor, mendapati jawaban yang membuatnya terenyuh. 

“Uang yang saya hasilkan minggu ini, akan saya berikan kepada ibu saya. Meskipun dia (ibu) tidak meminta uang kepada saya, saya hanya merasa harus melakukannya. Dengan begitu, dia dapat menggunakan uang saya untuk membeli pakaian, makanan, dan barang-barang untuk adik saya juga" tulisnya di laman Facebook saat mengikuti jawaban Habil.

Ketika bercerita cukup jauh,  rupanya ibu Habil membesarkan keluarganya sendirian di Kuala Lipis karena ayahnya telah meninggal beberapa tahun yang lalu. Habil datang untuk bekerja ketika ia baru berusia 19 tahun untuk membantu keluarganya.

 

4 dari 4 halaman

Menginspirasi banyak orang

Alasan lain yang tak kalah membuat Azri terenyuh adalah ketika Habil berusaha selalu hemat dan memberikan uangnya untuk sang ibu di kampung halaman. 

“Bukan apa-apa. Saya tidak tahu sampai kapan ibu saya akan ada, jadi ketika dia masih hidup, saya hanya ingin membuatnya bahagia," tambah Habil.

Setelah Azri mendengar semua ini, dia tersentuh oleh Habil. Ia juga memberi tahu Habil bahwa ia akan mengajak makan siang dengannya lalu pergi membeli makanan yang enak untuk tambahan makan malamnya. 

Azri mengatakan bahwa ia belajar banyak dari interaksinya dengan stafnya ini. Azri juga merasa introspeksi diri untuk lebih rendah hati.

Azri Walter menambahkan bahwa ia membagikan kisah ini karena ingin memberi tahu orang lain untuk menghargai orang tua mereka ketika mereka masih hidup. Banyak netizen juga yang tergerak oleh postingan dan cinta Habil untuk ibunya. Banyak dari mereka memuji Habil dan beberapa terinspirasi untuk mengikuti jejaknya dan menghubungi orang tua setelah membaca postingan Azri.