Sukses

Yowis Ben Diputar di LA Film Indonesia Festival, Ini 6 potret Bayu Skak di Amerika

Liputan6.com, Jakarta Nama Bayu Eko Moektito atau yang lebih dikenal dengan Bayu Skak kini semakin populer. Pria asal Jawa Timur ini mengawali kariernya sebagai YouTuber pada 2019. Bayu Skak memiliki ciri khas tersendiri, hampir setiap video YouTubenya ia menggunakan bahasa Jawa.

Sukses menjadi YouTuber, pria kelahiran Malang, 13 November 1993 ini melebarkan sayapnya dan merambah ke industri film. Bahkan ia sukses dengan filmnya yang berjudul Yowis Ben. Filmnya tersebut juga mendapat banyak apresiasi dari masyaralat dan Presiden Joko Widodo. Pasalnya Bayu mengangkat film dengan bahasa Jawa yang kental akan budaya lokal.

Filmnya Yowis Ben juga membawa keberuntungan. Baru-baru ini film Yowis Ben yang ia bintangi dan sutradarai diputar dalam ajang Los Angeles Indonesia Film Festival (LAIFF) 2019. Selain pemutaran fim, Bayu Skak juga mengadakan Question and Answer bersama dengan LAIFF. Ia juga mengajak para anak muda untuk tidak malu menggunakan bahasa daerah.

"Ojo isin karo sopo awakmu Rek! nganggo Boso Daerah bukan berarti ndeso, ayo podo podo awakdewe rubah mainset wong-wong sing kondo Boso Daerah ndeso, ora maju. Soale justru iki jati dirimu, mosok awakmu lali karo jati dirimu nek ngono lak dadi wong sing keblinger engko. Iki nganti iso screening ning LA gangsar tenanan! karuan masio Jowo yo ora yes no, yes no, no smoking tok ngertine kudu juga kuasai bahasa asing... kan aku gelek kondo Utamakan Bahasa Indonesia Bahasa persatuan kita, jangan lupakan Bahasa Daerah, kuasai Bahasa Asing"

Sambil menyelam minum air, Bayu Skak juga mengunjungi tempat-tempat indah di Amerika. Tak hanya sendirian, ia juga ditemani temannya yang tinggal di sana. Berikut potret Bayu Skak di Amerika yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Sabtu (26/10/2019).

2 dari 8 halaman

1. Bayu Skak Question and Answer bersama dengan LAIFF.

View this post on Instagram

Acara LAIFF Los Angeles Indonesian Film Festival @laiff_org .Yowis Ben berkesempatan diputar di acara ini 🤟🏼 Masio film sing nganggo Boso Daerah,Boso Jowo tapi iso sampek LA iki kan menggembleng kanggo kabeh toh✊🏼 dadi iki ono ning kene bule-bule yo tertarik nonton Yowis Ben! merekapun iso nikmati film’e full karo ngguyu-ngguyu nontok polah’e Cak Jon sing njengkelno 😂 . Ojo isin karo sopo awakmu Rek! nganggo Boso Daerah bukan berarti ndeso, ayo podo podo awakdewe rubah mainset wong-wong sing kondo Boso Daerah ndeso, ora maju. Soale justru iki jati dirimu, mosok awakmu lali karo jati dirimu nek ngono lak dadi wong sing keblinger engko. Iki nganti iso screening ning LA gangsar tenanan! karuan masio Jowo yo ora yes no, yes no, no smoking tok ngertine kudu juga kuasai bahasa asing... kan aku gelek kondo Utamakan Bahasa Indonesia Bahasa persatuan kita, jangan lupakan Bahasa Daerah, kuasai Bahasa Asing

A post shared by BAYU SKAK (@moektito) on

3 dari 8 halaman

1. Saat berada LA Film Indonesia Festival, Bayu Skak bertemu dengan Dian Sastro.

4 dari 8 halaman

2. Bayu memang dikenal mencintai budaya lokal, saat berada di Hollywood Sign ia mengenakan batik.

5 dari 8 halaman

3. Ia juga berjalan-jalan mengunjungi tempat indah, salah satunya San Francisco.

6 dari 8 halaman

4. Tak hanya sendiri, Bayu Skak bersama temannya yang tinggal di sana.

7 dari 8 halaman

5. Bayu Skak juga berkunjung ke Academy of Art SF.

8 dari 8 halaman

6. Menjadi seorang YouTuber, Bayu Skak tak lupa mengabadikan momen dengan nge-vlog saat di Amerika.