Sukses

Efek Samping Air Lemon untuk Wajah, Tak Boleh Sembarang Pakai

Liputan6.com, Jakarta Air lemon makin populer digunakan sebagai perawatan kulit rumahan. Lemon dipercaya dapat mencerahkan dan mencegah jerawat di wajah. Kini banyak resep rumahan atau DIY penggunaan lemon untuk wajah.

Air lemon memiliki kualitas zat karena tingkat asamnya. Bahan dengan tingkat pH tinggi seperti lemon dapat membantu mengurangi peradangan dan minyak yang dapat berkontribusi pada pembentukan jerawat. Lemon juga memiliki efek antimikroba, yang dapat membantu menjinakkan bakteri Propionibacterium acnes yang mengarah pada peradangan jerawat. Vitamin C pada lemon juga dinilai mampu meningkatkan kadar kolagen pada kulit yang dapat mencegah penuaan dini.

Namun, di balik populernya lemon sebagai bahan kecantikan rumahan, amankah penggunaannya? Jika kamu pernah menggigit lemon, kamu pasti tahu seberapa kuat rasa buah jeruk ini. Efeknya pada kulit juga bisa kuat, yang mengarah ke potensi efek samping tertentu.

Air lemon memang memiliki sifat anti-inflamasi dan antibakteri yang bisa melawan jerawat. Namun, penggunan air lemon yang tidak tepat dapat memicu masalah kulit yang lebih parah. Misalnya, mengaplikasikan air lemon setiap hari dapat memicu efek samping yang lebih besar seperti kering dan iritasi.

Agar lebih waspada, berikut efek samping air lemon pada wajah, cara aman penggunaannya, dan alternatif penggantinya dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (5/11/2019).

2 dari 6 halaman

Iritasi kulit

Iritasi kulit adalah efek samping paling umum dari penggunaan asam buah. Lemon sangat asam, yang dapat mengiritasi kulit. Setelah menggunakan lemon, kulit mungkin akan lebih kering, kemerahan, dan mengelupas. Efek ini bahkan bisa lebih buruk bagi pemilik kulit sensitif.

Sebagai aturan praktis, orang dengan kulit sensitif harus menghindari aplikasi lemon topikal. Air lemon sangat asam pada 2 pH, itu dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kulit. Air lemon dapat mengubah pH alami mantel asam. Ini berpotensi menyebabkan iritasi kulit, hiperpigmentasi, dan sensitivitas terhadap matahari.

3 dari 6 halaman

Fitophotodermatitis

Fitophotodermatitis adalah jenis reaksi kulit terhadap buah jeruk, serta penyebab lainnya seperti peterseli, seledri, dan tanaman wortel. Ketikan zat jeruk terpapar pada kulit, dan kulit terkena sinar UV, reaksi peradangan dapat terjadi. Ini dapat menyebabkan gejala seperti kemerahan, bengkak, dan lepuh.

Lepuh tidak terasa gatal setelah reaksi awal. Tahap ini dapat berlangsung selama beberapa minggu, atau bahkan berbulan-bulan. Fitophotodermatitis hanya memengaruhi epidermis. Epidermis adalah lapisan terluar kulit. Lemon dan buah jeruk lainnya jika dioleskan pada kulit akan meningkatkan risiko sunburn atau sengatan matahari.

4 dari 6 halaman

Leukoderma

Leukoderma, juga dikenal sebagai vitiligo, terjadi ketika kulit menjadi terang karena kehilangan melanin, zat yang bertanggung jawab untuk menciptakan warna kulit alami. Sementara beberapa orang menggunakan lemon pada kulit untuk meringankan bintik-bintik gelap, bintik-bintik leukoderma putih yang luas dapat berkembang sebagai gantinya.

Perawatan rumahan kulit air lemon juga telah dikaitkan dengan leukoderma kimiawi. Ini menimbulkan bercak putih pada kulit. Bercak bisa berupa bercak ringan yang tidak merata pada kulit.

5 dari 6 halaman

Cara aman menggunakan lemon pada wajah

Kandungan asam bervariasi dari lemon ke lemon. Jadi ketika kamu menaruh jus lemon di wajah, kamu tidak pernah tahu persis berapa banyak asam yang digunakan. Yang terbaik adalah menggunakan produk yang dirancang dengan cermat untuk secara aman dan efektif baik untuk kulit.

Jangan pernah mengoleskan lemon sebelum pergi ke luar di bawah sinar matahari langsung. Jangan pula menggunakannya selama beberapa hari sebelum aktivitas luar ruangan yang direncanakan.

Sebelum mengoleskan lemon langsung ke wajah, lakukan uji tempel pada area yang jauh dari wajah seperti siku. Tunggu satu hingga dua hari untuk memastikan bahwa tidak ada efek samping yang berkembang sebelum melanjutkan penggunaan lemon pada wajah. Jangan menggosok wajah saat mengaplikasikan lemon karena dapat memicu iritasi parah.

6 dari 6 halaman

Alternatif lemon untuk wajah

Lidah buaya

Lidah buaya mungkin salah satu obat herbal yang paling banyak digunakan untuk kondisi kulit topikal. Ini karena komponen-komponen seperti gel dari tanaman diketahui menyembuhkan kulit dari berbagai penyakit ringan. Karena efek anti-inflamasi lidah buaya, gelnya dapat membantu mengobati bentuk peradangan jerawat, seperti pustula dan nodul.

Teh hijau

Kaya dengan antioksidan dan nutrisi, teh hijau memiliki berbagai manfaat kesehatan termasuk kulit. Teh hijau mengandung antioksidan khusus yang dikenal sebagai epigallocatechin gallate atau EGCG. Studi ilmiah menunjukkan bahwa antioksidan teh ini efektif meremajakan sel-sel kulit mati.

Yogurt

Tekstur lembut yogurt dianggap membantu mengunci kelembapan di kulit. Masker wajah yogurt sederhana yang dioleskan dua atau tiga kali seminggu akan mendukung kulit lebih yang lembut dan kenyal. Penelitian yang sama dari tahun 2011 juga menunjukkan bahwa masker yogurt berpotensi mencerahkan kulit. Asam laktat yang ada dalam yogurt menghambat produksi enzim yang disebut tirosinase.