Sukses

Penyakit Graves Adalah Terganggunya Sistem Kekebalan Tubuh, Kenali Gejalanya

Liputan6.com, Jakarta Penyakit graves adalah salah satu jenis gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang menjadi penyebab umum produksi hormon tiroid berlebih. Pada kondisi normal, seharusnya sistem kekebalan tubuh melindungi tubuh. 

Namun pada penderita penyakit graves, sistem kekebalan tubuh malah menyerang kelenjar tiroid (autoimun). Hal inilah yang membuat kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid dalam jumlah yang lebih banyak dari yang dibutuhkan tubuh.

Penyakit graves adalah penyakit yang lebih sering dijumpai pada perempuan berusia muda, sekitar usia 20-35 tahun. Tanda khas dari penyakit graves adalah menonjolnya mata pada penderita. Mata seperti melotot dan terdorong ke depan, gerakan kelopak matanya lambat.

Untuk mengenal lebih jauh tentang penyakit graves, berikut Liputan6.com telah merangkum dari berbagai sumber membahas seputar penyakit graves beserta cara mengobatinya di rumah, Kamis (21/11/2019).

2 dari 8 halaman

Mengenal tentang Penyakit Graves

Penyakit graves adalah penyakit autoimun yang menyerang kelenjar tiroid. Penyakit graves adalah salah satu jenis gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang menjadi penyebab umum hipertiroidisme atau produksi hormon tiroid berlebih.

Penyakit ini menyebabkan kelenjar tiroid terlalu aktif mengeluarkan hormon tiroksin. Kelenjar tiroid berbentuk seperti kupu-kupu dan terletak di leher bagian depan.

Pada keadaan normal, kelenjar ini mengeluarkan hormon tiroksin secukupnya. Hormon ini diperlukan untuk metabolisme tubuh.

Pada penderita penyakit graves sistem kekabalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh justru menyerang kelenjar tiroid. Inilah yang membuat kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid dalam jumlah yang lebih banyak dari yang dibutuhkan tubuh.

3 dari 8 halaman

Fungsi Hormon Tiroid pada Tubuh

Hormon tiroid mengatur banyak fungsi tubuh, di antaranya sistem saraf, perkembangan otak, dan suhu tubuh. Namun, pada kadar hormon tiroid yang terlalu banyak dalam tubuh bisa menimbulkan gangguan serius pada jantung, otot, tulang, siklus, menstruasi, mata, kulit, dan masalah kesuburan.

Kadar hormon tiroid yang berlebihan atau hipertiroid menyebabkan metabolisme tubuh menjadi berlebihan. Penyakit ini lebih sering dijumpai pada perempuan berusia muda, yaitu sekitar usia 20-35 tahun.

4 dari 8 halaman

Penyebab Penyakit Graves

Penyebab penyakit graves hingga kini belum diketahui dengan jelas. Namun, pada penyakit graves yang terjadi umumnya diakibatkan oleh ganggun fungsi sistem kekebalan tubuh.

Pada kondisi normal, tubuh menghasilkan antibodi untuk melawan virus atau bakteri yang menyerang tubuh. Namun, pada penderita penyakit graves sistem kekebalan tubuh justru menghasilkan antibody thyroidstimulating immunoglobulins (TSI) yang menyerang sel-sel tiroid yang sehat.

Berikut ini ada beberapa faktor yang dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami penyakit graves:

- Memiliki anggota keluarga yang mengalami penyakit graves

- Sering terpapar asap rokok

- Memiliki masalah autoimun lainnya

- Ibu hamil atau baru saja melahirkan

- Berada dalam kondisi stres psikis atau kelelahan

5 dari 8 halaman

Gejala Penyakit Graves

Penyakit graves adalah menunjukkan gejala kelebihan hormon tiroid (hipertiroid), seperti:

- Keringat berlebihan

- Berat badan makin turun padahal nafsu makan meningkat

- Dada berdebar-debar

- Mudah cemas atau marah

- Tangan tremor

- Haid tidak teratur

- Disfungsi ereksi

- Libido menurun

- Denyut jantung tidak teratur

- Ada benjolan di leher

Selain gejala penyakit graves tersebut, tanda khas dari penyakit graves adalah menonjolnya mata penderita. Mata seperti melotot dan terdorong ke depan dan gerakan kelopak matanya lambat.

6 dari 8 halaman

Diagnosis Penyakit Graves

Untuk mendeteksi penyakit graves, biasanya pada tindakan awal dokter akan memeriksa apakah terdapat gejala hipertiroid dan adanya pembesaran kelenjar tiroid.

Apabila ada, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa memeriksa kadar hormon tiroksin dari darah penderita dengan cara melakukan pemeriksaan T3, T4, dan TSH (thyroxine stimulating hormone).

Apabila T3 dan T4 meningkat disertai dengan TSH menurun, dokter dapat menentukan adanya penyakit graves ini.

Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah skintigrafi tiroid. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara meminta penderita untuk menelan zat iodine radioaktif, kemudian dilakukan foto radiologis pada kelenjar tiroid.

7 dari 8 halaman

Cara Mengobati Penyakit Graves

Pengobatan penyakit graves bertujuan untuk menurunkan kadar hormon tiroksin agar kembali normal. Ada beberapa pengobatan yang dapat digunakan seperti meminta penderita untuk menelan zat radioaktif yang mengandung iodine. Zat radioaktif ini akan menghancurkan sel dalam kelenjar tiroid secara perlahan sehingga aktivitas hiperaktif dari kenlenjar tiroid akan menurun.

Obat antitiroid ini berfungsi untuk mencegah kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon berlebihan. Jenis obat yang sering digunakan adalah methimazole dan propylthiouracile (PTU).

Gejala penyakit graves akan membaik setelah mengonsumsi obat tersebut 4-6 minggu. Namun konsumsi obat ini harus diteruskan hingga 12-18 bulan. Selain itu, untuk mengatasi peningkatan metabolisme yang terjadi, obat golongan beta blockers diberikan sementara waktu hingga kadar hormon tiroksin normal kembali.

Untuk mengobatinya di rumah, penderita bisa melakukan beberapa hal seperti makan dan latihan secara teratur, serta mengelola stres dengan baik. Pada kasus graves oftalmopati, penderita bisa menggunakan kacamata hitam, kompres dingin bagian mata, memberi tetes mata, meninggikan bagian kepala jika hendak tidur, dan berhenti merokok agar gejala tidak memburuk.

Sedangkan untuk penderita  penyakit graves dermopati, penderita bisa menggunakan salpe kortikosteroid, disertai kompres untuk mengurangi pembengkakan. Operasi pengangkatan tiroid baru dilakukan bila pengobatan lain sudah diberikan namun tidak berhasil mengatasi kondisi hipertiroid yang terjadi.

8 dari 8 halaman

Cara Mencegah Penyakit Graves

Penyebab penyakit graves masih belum diketahui secara pasti. Oleh karena itu, sampai saat ini penyakit graves belum dapat dicegah.