Sukses

12 Penyakit Gigi dan Mulut Ringan hingga Parah, Waspadai

Liputan6.com, Jakarta Penyakit gigi dan mulut kerap terjadi pada seseorang yang tidak menjaga kesehatannya secara maksimal. Layaknya bagain tubuh lainnya, gigi dan mulut juga punya peran penting bagi tubuh. 

Gigi dan mulut merupakan sarana penting bagi tubuh, yaitu sebagai titik awal dari pencernaan. Apabila kesehatan gigi dan mulut terganggu, maka akan menurunkan fungsinya. Hal ini akan memunculkan berbagai macam penyakit gigi dan mulut, mulai yang ringan hingga parah.

Bukan hanya berupa rasa sakit atau tidak nyaman pada gigi, tetapi bisa juga mengalami bau mulut hingga penyakit serius lainnya yang diakibatkan masalah kesehatan dari gigi dan mulut yang menurun.

Agar kamu lebih menjaga kesehatan gigi dan mulut, maka penting untuk mengetahui beberapa penyakit gigi dan mulut yang enggak bisa dianggap sepele.

Berikut ada 12 penyakit gigi dan mulut yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (26/11/2019). 

2 dari 7 halaman

Sariawan dan Bau Mulut

Sariawan

Sariawan merupakan penyakit gigi dan mulut yang paling sering terjadi pada orang dewasa. Kondisi ini mengakibatkan penderitanya merasakan sakit akibat adanya luka pada jaringan lunak.

Ada berbagai macam faktor penyebab sariawan seperti keturunan bahkan masalah kesehatan lainnya. Misalnya saja gigi berlubang yang tajam, karang gigi, dan sisa akar gigi.

Untuk terhindar dari sariawan, kamu bisa mencegahnya dengan selalu menjaga kebersihan gigi dan mulut. Biasakan juga untuk melakukan perawatan berkala setiap 6 bulan ke dokter gigi, serta tangani masalah gigi dengan baik jangan menundanya.

Bau Mulut

Penyakit gigi dan mulut yang umum terjadi selanjutnya adalah bau mulut. Bau mulut bisa terjadi pada orang dewasa diakibatkan oleh kumpulan bakteri yang berlebihan pada rongga mulut.

Bau mulut juga bisa muncul akibat adanya masalah kesehatan pada gigi. Misalnya saja akumulasi karang gigi yang tidak pernah dibersihkan, gigi berlubang yang tidka dirawat, dan sisa akar yang tidak diambil.

3 dari 7 halaman

Gigi Berlubang dan Gusi Berdarah

Gigi Berlubang

Gigi berlubang terjadi akibat jaringan gigi telah berubah menjadi karies gigi. Untuk mengatasi gigi berlubang, kamu bisa menambal gigi ke dokter gigi. Dokter akan mengambil dan membersihkan terlebih dahulu karies gigi, lalu dilanjutkan dengan menambal dengan bahan yang sesuai.

Jika sudah merasakan gigi berlubang, segeralah periksa ke dokter karena karies gigi akan terus bergerak dalam gigi. Apabila sudah sampai pada bagian pulpa gigi, maka hanya bisa diselamatkan dengan perawatan saluran akar. Kondisi ini tidak lagi bisa ditangani dengan cara ditambal.

Gusi Berdarah

Gusi berdarah juga merupakan penyakit gigi dan mulut yang sering terjadi. Gusi berdarah atau radang gusi merupakan bagian dari mekanisme pertahanan tubuh. Kondisi ini menandakan bahwa daerah gusi kotor, maka tubuh akan menganggapnya sebagai iritan yang perlu dibasmu dengan mengeluarkan darah.

Apabila gusi berdarah berlangsung terus-menerus, bukan hanya bakteri yang dibasmi tetapi juga tulang penyangga gigi. Gejala gusi berdarah biasanya tidak merasakan sakit pada penderitanya sehingga kebanyakan penderita tidak menyadarinya.

Maka tak heran, kalau gusi berdarah kerap berlarut-larut dibiarkan dan menjadi infeksi yang berkelanjutan. Kondisi ini dapat dicegah dengan melakukan pembersihan karang gigi setiap 6 bulan sekali di dokter gigi.

4 dari 7 halaman

Gigi Bungsu Tumbuh dan Gigi Abrasi

Tumbuhnya Gigi Bungsu

Gigi bungsu baru tumbuh pada usia dewasa, yaitu 17 hingga 23 tahun bahkan lebih. Tumbuhnya gigi ini bisa menimbulkan rasa sakit dan masalah gigi dan mulut lainnya. Misalnya, pada gigi bungu yang tumbuhnya miring, membuat makanan bisa terjejal di dalamnya dan kemudian terjadi lubang gigi karena sulit dibersihkan.

Tak hanya gigi bungsu tumbuh yang sakit, melainkan lubang juga akan terjadi di gigi sebelahnya yang terjejal makanan.

Gigi Abrasi

Gigi abrasi bisa terjadi akibat gigi mengalami gesekan yang terlalu kuat dan terus-menerus. Penyebab gigi abrasi bermacam-macam, seperti menyikat gigi terlalu keras, kawat gigi terlalu mencengkram, dan kebiasaan-kebiasaan tertentu lainnya.

Untuk mencegah gigi abrasi, kamu bisa menghindari hal-hal yang dapat mencetuskan abrasi tersebut. Misalnya saja membenarkan cara menyikat gigi. Memilih sikat gigi yang tepat, hingga menghilangkan kebiasaan menggunakan tusuk gigi dan menggigit pulpen.

5 dari 7 halaman

Lubang Besar dan Kanker Mulut

Lubang Besar dan Sisa Akar

Lubang besar berawal dari lubang kecil yang terabaikan hingga berlarut-larut. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa sakit yang tidak nyaman. Terkadang lubang besar ini juga menjadi pusat perkembangan bakteri yang akan memberikan dampak ke gigi yang lainnya.

Sedangkan sisa akar merupakan kotoran yang tersimpan di dalam mulut. Biasanya kondisi ini akan menyebabkan bau mulut. Selain itu, sisa akar juga akan mengiritasi jaringan gusi dan mempermudah terjadinya peradangan.

Untuk itu, perlu dilakukan perawatan gigi berlubang dan mencabut sisa akar yang dapat dilakukan di dokter gigi.

Kanker Mulut

Setelah membahas beberapa penyakit gigi dan mulut yang hampir sering terjadi pada orang dewasa, ternyata ada macam-macam penyakit gigi dan mulut yang kondisinya cukup parah. Kanker mulut merupakan salah satu penyakit gigi dan mulut parah atau berbahaya yang diakibatkan oleh kurangnya menjaga kebersihan mulut.

Kanker mulut memengaruhi jaringan lunak pada mulut, yang berarti lidah, bibir, lapisan, dasar mulut, dan bagian dalam pipi. Jika tidak segera diobati, kanker mulut dapat menyebar ke seluruh tubuh. Risiko kanker mulut akan semakin meningkat jika kamu perokok, pecandu alkohol, dan lain sebagainya.

6 dari 7 halaman

Penyakit Jantung dan Diabetes

Penyakit Jantung

Apabila kamu memiliki masalah kesehatan pada gigi dan mulut, otomatis aka nada deretan obat atau bahan kiia yang kamu konsumsi untuk meringankan sakitnya. Obat ini nantinya akan masuk ke dalam aliran darah yang beredar ke seluruh tubuh. Inilah yang biasanya memengaruhi kesehatan jantung kamu.

Diabetes

Kesehatan gusi ternyata juga berpengaruh pada penderita diabetes. Oleh karena itu, apabila kamu memiliki penyakit gusi, kamu kerap kesulitan mengontrol diabetes karena peradangan kronis di mulut yang jadi tantangan bagi tubuh dalam mengontrol metabolisme gula.

7 dari 7 halaman

Penumonia, Rusaknya Mata dan Otak

Pneumonia

Gangguan kesehatan gigi dan mulut dapat meningkatkan risiko tertularnya pneumonia pada lansia yang tidak menjaga kebersihan gigi dan mulut secara maksimal. Pada kondisi normal, kamu bisa mendapatkan penumpukan plak gigi.

Namun, pada orang tua atau lansia plak gigi akan masuk ke paru-paru sehingga ada bakteri yang akan menyebabkan pneumonia yang sangat serius pada mereka yang berusia 80 atau 90 tahun.

Rusaknya Mata dan Otak

Apabila penyakit gigi dan mulut tidak segera diobati, maka aka nada kasus serius kerusakan gigi yang dapat menyebar dan memengaruhi bagian lain tubuh termasuk mata dan otak.

Kerusakan gigi yang tidak diobati dapat berubah menjadi abses, kemudian membengkak dan dapat membahayakan kemampuan bernapas atau menelan. Buruknya lagi, kerusakan gigi yang tidak segera diatasi dalam mengancam jiwa.