Sukses

Fungsi Baking Powder dan Baking Soda, Kenali Perbedaannya

Liputan6.com, Jakarta Fungsi baking powder dan baking soda kerap dimanfaatkan dalam pembuatan makanan khususnya kue. Karena penyebutannya yang mirip, kedua bahan ini kerap dianggap sama. Padahal baking powder dan baking soda adalah bahan yang berbeda.

Fungsi baking powder dan baking soda yang paling utama adalah sebagai pengembang makanan terutama kue dan roti. Meski fungsi baking powder dan baking soda secara mendasar sama, namun penggunaannya berbeda. Fungsi baking powder dan baking soda menghasilkan kue yang empuk dan lezat.

Tak jarang orang yang keliru menggunakan keduanya akan menjadikan hasil kue yang bantat dan tidak enak. Maka dari itu penting untuk mengetahui masing-masing fungsi baking powder dan baking soda. Fungsi baking powder dan baking soda juga menentukan jenis kue atau roti apa yang akan dibuat.

Berikut fungsi baking powder dan baking soda yang berhasil Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (612/2019).

2 dari 6 halaman

Fungsi baking soda

Baking soda yang terbuat dari 100 persen sodium bikarbonat yang mampu bereaksi cepat segera setelah ia dicampurkan dengan bahan cair dengan komposisi asam sehingga memproduksi karbon dioksida. Baking soda biasa digunakan untuk membuat makanan-makanan dengan campuran asam seperti yogurt, keju, buttermilk, sour cream dan lainnya.

Penggunaan baking soda cocok bagi adonan kue yang mengandung bahan asam. Reaksi kimia yang dihasilkan baking soda menghasilkan gelembung karbon dioksida yang mengembang di bawah suhu oven, menyebabkan makanan yang dipanggang melebar atau naik. Soda kue juga bisa digunakan untuk membersihkan buah dan sayur.

3 dari 6 halaman

Fungsi baking powder

Baking powder adalah baking soda yang ditambah bubuk tartar dan zat pengering sehingga memiliki efek lebih besar saat digunakan untuk memanggang kue. Karena baking powder sudah merupakan campuran dari baking sida dan asam, kamu tak perlu menambahkan bahan asam lagi pada adonan kue. Jadi baking powder cocok untuk adonan kue yang tak mengandung bahan asam.

Asam di dalam baking powder dapat berupa aksi-cepat atau aksi-lambat. Asam aksi-cepat beraksi dalam campuran basah dengan baking powder pada suhu ruang, sementara asam aksi-lambat tidak akan bereaksi hingga dipanaskan di dalam oven. Baking powder yang terdiri dari asam-asam aksi-cepat dan aksi-lambat disebut double acting (aksi ganda) Baking powder yang hanya berisi satu asam disebut single acting (aksi tunggal).

Baking powder double-acting hanya melepaskan sebagian gas sewaktu adonan masih basah, dan adonan naik untuk kedua kalinya sewaktu dipanggang di dalam oven, baking powder double-acting menjamin adonan kue panggang menjadi naik, sehingga selisih waktu antara mengaduk adonan dan memanggang tidak begitu memengaruhi hasil akhir kue.

4 dari 6 halaman

Jenis kue yang dihasilkan

Fungsi baking powder dan baking soda pada kue dan makanan lainnya akan menghasilkan jenis makanan yang berbeda pula.

Baking soda

Baking soda akan bekerja saat bahan kue dicampur dalam keadaan kering. Baking soda perlu dicampur dulu dengan bahan-bahan kering seperti tepung sebelum dicampur dengan bahan basah lainnya. Karena baking soda bersifat sangat basa, penggunaan bahan ini perlu diperhatikan banyak sedikitnya. Baking soda cocok untuk jenis kue yang dipanggag atau dikukus dalam suhu tinggi. Baking soda bisa bekerja dengan baik bila dikombinasikan dengan bahan asam lainnya, seperti sour cream, air perasan jeruk, hingga madu.

Baking powder

Baking powder mengandung natrium bikarbonat, tetapi zat pengasaman (cream of tartar) serta zat pengering. Resep yang membutuhkan baking powder sering membutuhkan bahan lain yang rasanya netral, seperti susu. Baking powder adalah bahan umum dalam cake dan biskuit. Baking powder bisa bekerja saat bahan kue dicampur dalam keadaan basah.

5 dari 6 halaman

Rasa yang dihasilkan

Fungsi baking powder dan baking soda yang berbeda otomatis juga menghasilkan rasa yang berbeda pula.

Baking soda

Terlalu banyak baking soda dalam sebuah adonan membuat hasil akhir kue memiliki rasa pahit dan getir. Rasa pahit ini timbul karena Natrium Bikarbonat bereaksi dengan Sodium Asam Pirofosfat dan bahan pengemulsinya. Ketika akan membuat cake yang dipanggang atau dikukus, setelah baking soda dicampurkan pada semua bahan sebaiknya segera dipanggang atau dikukus agar teksturnya terjaga.

Baking powder

Sementara itu, pada baking powder yang merupakan campuran baking soda dan asam, penggunaan dalam cukup banyak tak begitu memengaruhi rasa. Hal ini karena kandungan baking soda yang basa telah ternetralisir oleh kandungan asam yang dicampurkan. Meski tak akan menghasilkan rasa getir, penggunaannya juga tak boleh asal-asalan. Sebab, kue yang terlalu mengembang juga akan merusak tekstur dan rasanya.

6 dari 6 halaman

Bahan pembentuk baking soda dan baking powder

Fungsi baking powder dan baking soda memang berbeda. Hal ini tidak terlepas dari bahan dan kandungan di dalamnya. Berikut ini bahan pembentuk baking soda dan baking powder.

Baking soda

Baking soda secara keseluruhan terbuat dari natrium bikarbonat atau sodium bikarbonat. Natrium bikarbonat ini memiliki sifat basa yang bila dikombinasikan dengan sesuatu yang asam akan menghasilkan karbon dioksida. Karbondioksida ini muncul dalam bentuk gelembung yang dapat mengangkat naik sebuah adonan kue.

Baking powder

Baking powder adalah bentuk baking soda yang disempurnakan. Baking powder tidak secara keseluruhan terbuat dari natrium bikarbonat, melainkan telah melalui beberapa campuran zat lain. Zat ini biasanya berupa zat asam (krim tartar), pati atau tepung. Campuran ini akan menghasilkan sifat lebih asam pada baking powder.

Loading