Sukses

Mengenal Ciri-Ciri Kelompok Reptilia dan Keunikannya

Liputan6.com, Jakarta Mengenal ciri-ciri kelompok reptilia akan memudahkan kamu untuk mengenali jenis hewan lainnya, seperti amfibi, ikan, dan mamalia. Istilah reptil berasal dari kata Latin yang berarti 'binatang merayap'.

Ada banyak hewan reptil yang sering ditemui di lingkungan, seperti kadal, cicak, ular, dan lain sebagainya. Setelah disebutkan beberapa contoh hewan reptil tersebut, mungkin kamu sudah mengenali ciri-ciri kelompok reptilia secara singkat.

Namun, mengenal lebih dalam ciri-ciri kelompok reptilia menjadi sangat menyenangkan dan dibutuhkan ketika kamu ingin memelihara hewan berdarah dingin ini. Berikut ciri-ciri kelompok reptilia, penjelasan, serta keunikan-keunikannya yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (10/12/2019).

2 dari 7 halaman

Kulitnya Bersisik

Ciri-ciri kelompok reptilia yang sangat khas dan mudah dikenali adalah kulitnya. Sisik pada hewan reptil berkembang dari epidermis merupakan lempeng keras yang terbuat dari protein keratin.

Jenis kulit scute yang terdapat pada cangkang kura-kura dan pelindung buaya, memiliki penampilan dan fungsi yang sama dengan sisik. Namun, struktur bertulang yang terbentuk pada lapisan kulitnya lebih dalam.

Sisik pada hewan reptil berfungsi untuk melindungi fisik dan mencegahnya kehilangan air. Dalam banyak spesies, bentuk dan struktur ini berperan dalam pertahanan teritorial dan menarik pasangan.

Jenis kulit reptil ini kedap air, yang memungkinkan reptil bisa hidup di habitat kering. Meskipun kulitnya relatif tipis, namun mampu memberikan perlindungan bagi organ-organ internal dan memberikan perlindungan terhadap predator melalui pigmen yang dimilikinya.

3 dari 7 halaman

Bernapas dengan Paru-Paru

Ciri-ciri kelompok reptilia lainnya adalah dilihat dari sistem pernapasannya. Seberapa efisien hewan reptilia mengumpulkan dan memanfaatkan oksigen, bahan bakar molekuler yang mendukung proses metabolisme.

Semua hewan reptil, termasuk ular, kura-kura, buaya, dan kadal, dilengkapi dengan paru-paru. Meskipun berbagai jenis reptil menggunakan cara respirasi yang berbeda-beda. Misalnya saja pada kadal.

Kadal bernapas menggunakan otot yang sama dengan yang digunakan saat berlari. Hal ini berarti mereka harus menahan napas saat bergerak. Sementara buaya memiliki diafragma yang lebih fleksibel yang memungkinkan kebebasan bergerak lebih leluasa.

4 dari 7 halaman

Melindungi Diri dengan Cara yang Unik

Perbedaan ciri-ciri kelompok reptilia dengan hewan lainnya terdapat pada cara melindungi diri. Hewan reptil memiliki beragam cara untuk mempertahankan diri dari bahaya.

Cara melindungi diri hewan reptil mulai dari menggigit, mendesis, menyamarkan diri, dan menghindar. Misalnya saja pada reptil berukuran kecil, seperti ular dan kadal yang hidup di tanah atau di dalam air. Mereka rentan dimangsa oleh semua jenis hewan karnivora.

Nah, untuk melindungi diri dari musuh, penghindaran merupakan bentuk pertahanan yang paling ampuh dilakukan oleh reptil. Pada tanda pertama bahaya, sebagian besar ular dan kadal merangkak pergi ke semak-semak, dan kura-kura serta buaya akan terjun ke dalam air dan tenggelam jauh dari pandangan.

Selain itu, reptil juga cenderung menghindari musuh dengan berkamuflase. Hal ini bisa dilakukan oleh hewan reptil karena mereka memiliki warna samar abu-abu polos atau berbintik-bintik, hijau, dan coklat yang sangat berguna untuk berbaur dengan alam.

Sedangkan pada tokek, kadal, dan hewan reptil lainnya memiliki bentuk pertahanan dengan melepaskan ekor dari tubuhnya atau dinamakan autotomi. Ekor yang lepas akan terus bergoyang, menciptakan perasaan menipu. Reptil yang mampu memutuskan ekornya dapat menumbuhkannya kembali selama beberapa minggu.

5 dari 7 halaman

Metabolisme Darah Dingin

Ciri-ciri kelompok reptilia yang paling khas lainnya adalah vertebrata berdarah dingin. Reptil tidak memiliki kemampuan psikologis untuk mengatur suhu tubuh mereka dan harus bergantung pada lingkungan eksternal.

Tubuh hewan berdarah dingin umumnya ditentukan oleh suhu lingkungan mereka. Hal ini dikarenakan reptil merupakan hewan berdarah dingin, atau ectothermic, yang harus berjemur di bawah sinar matahari untuk meningkatkan suhu tubuh internal. Ketika mereka terlalu panas, reptil berlindung di tempat teduh untuk mendinginkannya kembali ke suhu yang lebih aman.

Karena reptil memiliki suhu tubuh yang tidak stabil, metabolisme mereka membutuhkan enzim yang mampu mempertahankan efisiensi pada berbagai suhu.

6 dari 7 halaman

Berkaki Empat dan Vertebrata

Semua kelompok reptilia merupakan tetrapoda, yang berarti mereka memiliki empat anggota badan seperti kura-kura dan buaya atau merupakan keturunan dari binatang berkaki empat seperti ular.

Kelompok hewan reptilia juga merupakan vertebrata, yaitu memiliki tulang punggung yang memiliki tali tulang belakang yang membentang di sepanjang tubuhnya. Karakteristik ini juga dimiliki oleh burung, ikan, mamlia, dan amfibi. Pada istilah evolusi, reptil merupakan perantara di antara amfibi dan mamalia.

7 dari 7 halaman

Bertelur dan Melahirkan

Bertelur

Ciri-ciri kelompok reptilia lainnya adalah bereproduksi dengan bertelur. Reptil merupakan hewan amniote yang berarti bertelur, yang dihasilkan oleh betina mengandung kantung elastis di mana embrio berkembang.

Kulit telur melindungi dan menjaga embrio agar tidak mengering dan memungkinkan pertukaran gas. Telur mengandung korion yang membantu pertukaran gas, albumen yang merupakan cadangan protein dan air, dan cairan amnion yang melindungi embrio dan membantu oegorulasi.

Vivipar

Beberapa jenis reptil juga vivipar seperti kadal squamate. Viviparity dan ovoviviparity telah berevolusi di banyak reptil dan squamate yang punah. Vivipar adalah salah satu cara perkembangbiakan hewan dengan cara melahirkan.