Sukses

Karyawan Ini Hias Ruangan Bosnya dengan Kertas Kado, Detail dan Unik

Liputan6.com, Jakarta Membungkus hadiah atau kado adalah hal yang jarang dilakukan sendiri oleh sebagian orang saat ingin memberikan kejutan. Kebanyakan orang memilih untuk menggunakan jasa petugas toko untuk membungkus suatu hadiah. Namun, hal berbeda dilakukan oleh dua orang karyawan yang ingin memberi kejutan kepada bosnya dengan membuat desain unik. 

Setelah diizinkan mengambil cuti, Jo Thornely dan rekan kerjanya menutupi seluruh bagian ruangan kantor bosnya dengan menggunakan kertas kado yang meriah. Keduanya mendesain dengan cara membungkus segala sesuatu yang ada di ruangan tersebut. Mulai dari dinding, kursi, bahkan hingga benda-benda kecil seperti pensil dan koin yang ada di atas meja.

Thornely mengaku bahwa membutuhkan waktu sekitar tiga setengah jam untuk membungkus seluruh ruangan tersebut. Thornely dan rekan kerjanya membeli 10 gulungan kertas kado dan menghabiskan total sekitar Rp 420.000 ribu.

Keduanya juga memastikan tidak terdapat perada atau logam pada kertas itu, sehingga bisa didaur ulang di kemudian hari. Tak hanya berdua, karyawan lainnya juga ikut membantu menghias ruangan bos tersebut. Desain ruangan pun jadi tampak beda.

"Yang lain juga turun untuk membantu membungkus beberapa barang. Jadi, rasanya seperti sebuah kolaborasi yang sangat bagus, meskipun kami melakukannya dengan penuh tawa." Tutur Thornely seperti dikutip Liputan6.com dari insider, Rabu (11/12/2019).

2 dari 2 halaman

Membungkusnya secara detail

Thornely mengatakan ada beberapa barang yang sulit untuk dibungkus. Meski begitu, ia dan rekan kerjanya terlihat bersemangat dan membungkusnya secara detail. Usahanya tersebut tidak sia-sia, Thornely mengungkapkan bahwa bosnya sangat senang ketika mendapat kejutan seperti itu dari karyawannya.

"Ia berjalan berkeliling memeriksa segala sesuatu dan tertawa. Ia terbiasa mendekorasi kantornya setiap bulan Desember, dan bos benar-benar mengerti bahwa itu adalah cara kami untuk mengatakan terima kasih telah menjadi bos yang baik."

Tak sesuai dugaan, ketika Thornely dan rekan kerjanya menawarkan untuk membersihkan kertas kado tersebut, bosnya justru tidak ingin dibersihkan dan ingin menyimpannya selama mungkin.