Sukses

5 Penyebab Ngantuk Setelah Makan, Perhatikan Pola Hidup Sehat

Liputan6.com, Jakarta Penyebab mengantuk setelah makan adalah pola hidup yang tidak sehat. Tidak sedikit orang yang mengalami masalah ini. Tentunya kebiasaan langsung tidur setelah makan tidak baik untuk kesehatan kamu.

Rasa ngantuk setelah makan merupakan salah satu respon tubuh terhadap perubahan kimia yang disebabkan oleh pencernaan. Hal ini normal terjadi pada setiap orang. Namun, jika rasa mengantuk selalu muncul setiap kali selesai makan, mungkin hal ini perlu menjadi perhatian.

Penyebab ngantuk setelah makan bisa kamu hindari dengan menerapkan pola hidup sehat. Pola tidur, pilihan makanan, dan kondisi kesehatan benar-benar harus diperhatikan agar kamu terhindar dari kebiasaan yang kadang dapat menimbulkan penyakit ini.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (17/12/2019) beberapa penyebab mengantuk setelah makan.

2 dari 6 halaman

Pengaruh Hormon Selama Proses Pencernaan

Penyebab ngantuk setelah makan yang pertama adalah karena pengaruh hormon selama proses pencernaan. Tubuh membutuhkan energi untuk melakukan fungsinya, dan energi ini diperoleh melalui makanan. Tubuh kemudian memecah zat gizi dari makanan dalam sistem pencernaan untuk dijadikan glukosa yang kemudian diubah menjadi energi.

Setelah makan, tubuh melepaskan hormon, seperti hormon amilin, glukagon, dan kolesistokinin. Pada saat yang sama, otak juga melepaskan hormon serotonin yang menyebabkan rasa kantuk. Selain itu, makanan juga mempengaruhi produksi melatonin di otak. Kedua hormon inilah yang menyebabkan rasa kantuk setelah makan. Melatonin dibuat di otak dengan mengubah asam amino triptofan menjadi serotonin, dan kemudian menjadi melatonin.

3 dari 6 halaman

Kebiasaan Tidur

Kebiasaan tidur yang buruk juga menjadi salah satu penyebab ngantuk setelah makan. Setelah makan, tubuh merasa kenyang dan rileks, membuat tubuh merasa sedang beristirahat dan perasaan ngantuk pun melanda, terutama jika kamu tidak mendapatkan tidur yang cukup pada malam sebelumnya.

Untuk mencegah hal ini terjadi, sebaiknya kamu memperbaiki pola tidur dan menghindari stres. Ditambah dengan melakukan olahraga teratur yang dapat membantu Anda mendapatkan tidur malam yang lebih baik. Maka demikian, gunakan waktu tidur malam yang cukup, olahraga teratur, dan hindari stres.

4 dari 6 halaman

Kondisi Kesehatan

Penyebab ngantuk setelah makan juga bisa jadi gejala suatu penyakit, seperti anemia, alergi, sleep apnea, diabetes, intoleransi makanan dan hipotiroidisme. Jika kamu sering merasa ngantuk setelah makan, dan mencurigai adanya gangguan penyakit tersebut, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter.

Kantuk setelah makan juga dapat menjadi tanda kamu sedang kekurangan zat gizi tertentu. Kekurangan gizi menyebabkan makanan tidak tercerna dengan baik karena tubuh gagal untuk mencernanya. Akibatnya, kamu tidak akan memiliki energi yang cukup untuk mendukung aktivitas sepanjang hari dan merasa mengantuk sepanjang waktu.

5 dari 6 halaman

Kurang Olahraga

Berdasarkan penelitian, malas olahraga dapat menyebabkan tubuh menjadi mudah lelah, hal ini juga merupakan salah satu penyebab ngantuk setelah makan. Dengan berolahraga secara teratur bisa meningkatkan kekuatan dan daya tahan tubuh, serta membuat sistem kardiovaskular berjalan lebih efisien.

Kamu bisa mulai olahraga ringan dengan teratur agar mampu melakukan beragam aktivitas dengan semangat.

 

6 dari 6 halaman

Jenis makanan yang Kamu Makan

Penyebab ngantuk setelah makan selanjutnya adalah jenis makanan yang kamu makan. Tubuh mencerna semua makanan dengan cara yang sama tetapi makanan mempengaruhi tubuh secara berbeda. Beberapa makanan dapat membuat kamu mengantuk dibandingkan dengan makanan lain.

Makanan yang mengandung protein tinggi, seperti daging, ayam, telur, ikan, bayam, tahu, keju dan kedelai mengandung asam amino triptofan. Asam amino inilah yang digunakan oleh tubuh untuk memproduksi serotonin yang bertanggung jawab terhadap rasa kantuk.

Selain itu, makan makanan yang mengandung karbohidrat juga membantu otak memproduksi serotonin dan membuat asam amino triptofan tersedia di otak. Kombinasi makanan yang mengandung asam amino triptofan (protein) dan karbohidrat membuat kamu mengantuk.

Terlalu banyak makan juga dapat menyebabkan rasa kantuk. Setelah makan, tubuh lebih banyak mengalirkan darah ke sistem pencernaan untuk mencerna makanan dengan jumlah banyak. Hal ini menyebabkan kekurangan sementara darah dan zat gizi di otak.

Untuk menghindari kantuk setelah makan, sebaiknya makan makanan yang seimbang, mencakup sayuran, biji-bijian, dan lemak baik yang bertujuan untuk memproduksi energi yang berkelanjutan. Minum banyak air, membatasi asupan gula, dan makan dengan porsi lebih kecil tetapi lebih sering, juga dapat membantu mempertahankan energi sehingga kamu tidak langsung merasa ngantuk setelah makan.