Sukses

Sekolah Ini Larang Siswi Berponi ala Idol K-Pop, Alasannya Bikin Geleng Kepala

Liputan6.com, Jakarta Selain teknologi, perkembangan zaman yang semakin pesat ternyata juga membawa berbagai budaya masuk ke suatu negara. Bukan hanya budaya, musik pun ikut berkembang pesat dengan adanya globalisasi. Musik yang kini sedang merajai berbagai negara adalah musik K-Pop.

K-Pop adalah kepanjangan dari Korean pop (Musik Pop Korea) adalah jenis musik populer yang berasal dari Korea Selatan. Banyak artis dan kelompok musik yang sudah menembus batas dalam negeri dan populer di mancanegara.

Kepopuleran K-Pop tak hanya mempengaruhi selera musik tapi juga pakaian, kebiasaan sehari-hari, hingga style. Banyak anak-anak muda yang mengubah style mereka seperti idol K-Pop. Tak tanggung-tanggung terkadang mereka juga mengaplikasikan di sekolah.

Tak heran jika beberapa sekolah membuat larangan atau batasan berpakaian atau bermakeup di sekolah. Seperti salah satu sekolah di Thailand yang memiliki peraturan unik untuk siswanya. Sebuah sekolah di timur Thailand jadi sorotan lantaran melarang siswinya berponi ala idol K-Pop.

2 dari 3 halaman

Larangan Berponi ala Idol K-pop

โรงเรียนหญิงล้วนชื่อดังในจังหวัดจันทบุรีออกกฎใหม่ “ห้ามไว้หน้าม้า”...

Posted by กลุ่มการศึกษาเพื่อความเป็นไท on Monday, 9 December 2019

 

Hal ini diketahui publik dari sebuah unggahan kelompok aktivis pendidikan, Education for Liberation of Siam di Facebook pada Senin (9/12/2019). Dalam unggahan tersebut tertera surat yang menyebut larangan siswi sekolah Siyanusorn menggunakan poni ala idol K-Pop.

Mereka dilarang berpenampilan seperti idol K-Pop yang memang biasanya berponi. Dalam dokumen itu juga disebutkan kalau siswi yang ketahuan memakai poni akan dipaksa mengakui perilaku buruknya dan berjanji untuk memperbaiki gaya rambut mereka.

Direktur Sekolah Siyanusorn, Sunreng Srisitthichaisakul, mengatakan aturan tersebut telah diberlakukan selama bertahun-tahun. Namun, sekarang lebih banyak siswi yang cenderung ingin menata rambut mereka terinspirasi bintang K-Pop yang populer, seperti yang Liputan6.com lansir dari UPI, Selasa (17/12/2019).

3 dari 3 halaman

Dianggap Berlebihan

Komunitas aktivis pendidikan Education for Liberation of Siam menyebut larangan seperti ini sangat berlebihan dan tidak berdasar. Hal tersebut dianggap berlebihan karena sempat beredar kabar bahwa siswi yang melanggar bisa saja dikeluarkan dari sekolah.

Namun pihak sekolah menepis pemberitaan miring tersebut dan memberi klarifikasi. Sunreng memberi klarifikasi terkait kabar yang viral di media sosial ini. Menurutnya publik banyak yang salah paham tentang murid yang di keluarkan karena poni.

Sunreng juga mengklaim kalau sekolah tidak pernah mengeluarkan murid hanya karena poni. Hukuman bagi yang melanggar hanyalah pengurangan poin prestasi. Pihak sekolah juga mengungkapkan alasan mengapa peraturan ini dibuat karena tak ingin K-Pop mempengaruhi murid-muridnya.

Thailand sendiri lewat Kementerian Pendidikannya sudah punya peraturan resmi terkait penataan rambut. Di bawah peraturan resmi tersebut, rambut laki-laki tidak boleh melebihi garis rambut mereka dan anak perempuan harus menjaga rambutnya agar tidak melebihi tengkuk.

Meski begitu, sejumlah sekolah ada yang memiliki kelonggaran untuk membolehkan murid perempuan memiliki rambut panjang, asalkan diikat dengan benar.