Sukses

Putra KH Hasyim Muzadi Meninggal Kecelakaan di Tol, Ini 5 Faktanya

Liputan6.com, Jakarta Kabar duka datang dari keluarga besar almarhum KH Hasyim Muzadi. Putra ketiga almarhum KH Hasyim Muzadi, Gus Hilman Wajdi meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan. 

Hilman Wajdi atau yang lebih dikenal Gus Hilman mengalami kecelakaan di Jalan Tol Pandaan-Malang pada Rabu dini hari, 18 Desember 2019. Kabar tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum PBNU, KH Mochammad Maksum Machfoedz.

Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang tersebut meninggal dunia setelah sempat dibawa ke rumah sakit. KH Maksum mengatakan, jenazah Gus Hilman dievakuasi ke rumah sakit di Lawang, Malang.

Menurut keluarga Gus Hilman saat itu dalam perjalanan pulang setelah mengantar putranya di pondok pesantren wilayah Jepara. Gus Hilman, diantar oleh santrinya. "Santrinya yang mengemudikan” ujar adik ipar Gus Hilman, Edy Hayatullah, seperti Liputan6.com kutip dari Merdeka.com.

Berikut 5 fakta kecelakaan Gus Hilman putra KH Hasyim Muzadi yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (18/12/2019).

2 dari 6 halaman

1. Mobil Gus Hilman Menabrak Truk

Kecelakaan naas tersebut  melibatkan kendaraan Toyota Inova (mobil Gus Hilman) dan truk. Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) kepolisian, semula mobil Gus Hilman berjalan di lajur cepat dengan kecepatan sekitar 100 KM/jam dari arah Surabaya menuju ke Malang.

Di TKP KM 63/A, pengemudi menabrak truk yang berjalan di jalur lambat dari arah belakang sehingga mengakibatkan penumpang kendaraan Toyota Inova ada yang alami luka-luka dan meninggal dunia.

Sebelumnya korban pun dibawa ke Rumah Sakit Lawang Medika. Namun, Hilman tutup usia. Dua sopir dalam keadaan sehat.

3 dari 6 halaman

2. Kondisi Mobil Parah

Akibat kecelakaan tersebut mobil miliki putra KH Hasyim Muzadi mengalami kerusakan pada kaca depan pecah, body bagian depan hancur dan kap depan ringsek. Kini kendaraan telah diamankan di polres setempat sebagai barang bukti.

4 dari 6 halaman

3. Sopir Mengantuk

Seperti yang disampaikan oleh pihak keluarga, Gus Hilman saat itu dalam perjalanan pulang setelah mengantar putranya di pondok pesantren wilayah Jepara. Dalam perjalanan tersebut ia ditemani oleh santrinya yang juga sebagai sopir, Moch Izza Arroziq (23).

Diduga saat itu sopir merasa lelah dan mengantuk. Di saat bersamaan mobil melaju dengan kecepatan 100 Km/per jam, membuat kecelakaan naas tersebut tidak bisa dihidarkan.

5 dari 6 halaman

Gus Hilman Sosok Baik Hati

Semasa hidup Gus Hilman merupakan pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang, Jawa Timur. Ia menjadi pengasuh pesantren Al-Hikam sejak sang ayah, KH Hasyim Muzadi, meninggal dunia. Ia juga dikenal sebagai sosok yang baik dan rendah hati. Banyak yang mengatakan PBNU kehilangan kader muda terbaik.

6 dari 6 halaman

5. Pemakanan Jenazah

Rencananya, jenazah Gus Hilman akan dikebumikan di rumah almarhum KH Hasyim Muzadi lama yang berlokasi di Cengger Ayam atau dekat dengan Ponpes Al Hikam. Pemakaman dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB.