Sukses

9 Kuliner Batu Malang yang Menggugah Selera, Murah dan Bikin Ketagihan

Liputan6.com, Jakarta Kuliner Batu Malang tidak kalah menarik dari wisata alamnya. Pemandangan alam bukit serta keragaman flora dan fauna Batu memang menjadi daya tarik utama wisatawan. Namun, Batu juga menyajikan berbagai kuliner yang mambu menggugah selera.

Berbagai macam kuliner dari makanan berat hingga camilan yang lezat bisa kamu temukan di Batu. Selain itu, kamu tidak perlu merogoh kocek begitu besar karena harganya juga tidak terlalu mahal. Bahkan, di malam hari berbagai camilan yang biasa dijual di jalanan dapat menjadi teman bersantai.

Kuliner Batu Malang bisa membuat kamu ketagihan dengan rasanya yang lezat. Wisata Kuliner Batu ini terdiri dari berbagai makanan kecil atau camilan yang biasa dijual di jalanan, hingga makanan berat yang bisa didapatkan di kedai makan.

Berikut Liputan6.com rangkum tentang kuliner Batu Malang dari berbagai sumber, Kamis (19/12/2019).

2 dari 5 halaman

Kuliner Batu Malang yang Menggugah Selera

Pecel Kawi Hj. Musilah

Kuliner Batu Malang yang pertama adalah Pecel Kawi Hj. Musilah. Warung nasi yang beralamatkan di Jalan Kawi Atas No. 43, Kota Malang ini juga menyediakan beragam menu masakan lain.

Sejak awal berdirinya Pecel Kawi pada tahun 1975, nasi pecel di sini sudah memiliki banyak idola. Hal ini tak lain karena rasa bumbu kacang yang menjadi siraman pada nasinya sangat kuat dan khas.

Inilah yang membedakan Pecel Kawi dengan nasi pecel lain pada umumnya. Selain itu juga peyek yang gurih dan kriuk menambah kenikmatan kuliner legendaris ini. Harga yang ditawarkan untuk setiap menu bervariasi dan cukup terjangkau. Untuk seporsi nasi pecel dibanderol dengan harga sekitar Rp 11 ribu saja.

Mie Soden

Kuliner Batu Malang berikutnya adalah Mie Soden. Mie Soden beralamat di Jl. Raya Selecta No. 1, desa Tulungrejo, Kota Batu (dekat gerbang masuk Selecta) yang buka dari jam 18:00 sampai tengah malam.

Nama Soden sendiri merujuk pada nama sang pemilik yang akrab dengan panggilan tersebut. Menyuguhkan menu mie instan goreng sebagai menu utama, mengantarkan nama warung ini populer dengan Mie Soden.

Mie Soden sendiri sebenarnya merupakan mie instan goreng yang dimasak dengan tambahan beberapa bumbu dan pelengkap, seperti sawi hijau dan telur orek. Namun, kelezatannya sungguh melebihi mie instan yang biasa dibuat sendiri di rumah. Apalagi dengan adara dingin di kota Batu, membuat kamu akan ketagihan dengan Mie Soden ini.

Selain mie, kamu juga harus menicipi the susu khas Mie Soden ini. Segelas teh susu di Mie Soden dibuat dari susu segar, gula pasir dan satu kantung teh celup. Selain itu, kamu juga bisa mencicipi sajian susu hangat untuk menemani sekantung kerupuk pasir, sate jeroan, sate telur puyuh, dan camilan lain yang tersedia di warung ini. Kisaran harga pada kedai ini sekitar Rp 1.000 - Rp 10.000.

3 dari 5 halaman

Kuliner Batu Malang yang Menggugah Selera

Warung Sate Landak Bu Ria

Kuliner Sate Landak Bu Ria ini menggunakan daging asli dari hewan landak. Bentuknya sudah dalam potongan kecil yang telah dibakar dengan kematangan merata. Teksturnya empuk dan memiliki rasa gurih yang bikin siapapun ketagihan. Kamu bisa cicipi kuliner ekstrem ini dengan datang ke Jalan Raya Bugis 47, Saptorenggo, Pakis, Malang.

Di kuliner Batu Malang satu ini kamu bisa memesan tongseng, bahkan rica-rica dengan bahan dari landak. Selain landak, di sini juga terdapat menu yang bahannya dari biawak dan bulus (kura-kura berpunggung lunak). Konon, manfaat dari daging tersebut dapat menyembuhkan penyakit mulai dari asma hingga masalah kejantanan. Untuk harga seporsinya berkisar antara Rp 15.000-Rp 40.000.

Lok-Lok Satay

Jika sedang berjalan-jalan di alun-alun Kota Batu, maka kamu akan banyak melihat lapak yang berjualan satay Lok-Lok khas negeri Jiran. Sate yang satu ini tidak terbuat dari bahan dasar daging ayam maupun kelinci dan sapi, namun terbuat dari berbagai olahan seafood.

Menu pada kuliner Batu Malang satu ini beragam, ada sate udang, sate kepiting, sate cumi, sate baso ikan, sosis, dan lain sebagainya.

Ukuran per tusuknya pun berbeda-beda, mulai dari ukuran kecil hingga yang porsi jumbo. Soal harganya bervariatif, mulai dari Rp 5.000 hingga 15.000 per tusuknya. Sate disajikan dengan pilihan sambal, di antaranya saus tomat, sambal biasa, mayonase, barbeque dan sambal pastinya lok-lok yang spesial.

4 dari 5 halaman

Kuliner Batu Malang yang Menggugah Selera

Soto Geprak Mbah Djo

Salah satu kuliner batu malang adalah Soto Geprak Mbah Djo. Kualitas rasa sotonya yang sangat enak, gurih ditambah dengan jeruk nipis yang sangat pas membuat para pecinta kuliner puas dengan rasanya.

Soto Geprak Mbah Djo telah menggunakan resep rahasia sejak tahun 1935. Membuat rasa soto ini berbeda dengan rasa soto-soto lainnya.

Proses pengolahan soto Goprak Mbah Djo ini dilakukan dengan cara menumbuk/menggeprak daging dengan halus agar serat daging terpisah dengan sendirinya tanpa harus ada dilakukan proses pemotongan serat. Nama geprak sendiri berasal dari teknik pengolahan daging sebelum dimasak. Semuanya dibanderol dengan kisaran harga yang bisa dibilang sangat murah yaitu antara Rp 7000 - Rp 20.000 saja.

Sate Kelinci

Kuliner Batu Malang selanjutnya yang wajib dicicipi dan akan membuat kamu ketagihan adalah sate kelinci. Sate kelinci bisa dikatakan sebagai salah satu kuliner yang populer di kalangan wisatawan saat berkunjung ke Malang, khususnya ke Kota Batu.

Saat melintasi jalan raya Malang-Batu, kamu akan menemukan beberapa resto yang menyediakan menu sate kelinci, salah satunya lesehan sate kelinci yang terletak di Jl. Raya Ir. Soekarno, Batu.

Berbicara tentang sate kelinci, penampilannya tak jauh berbeda dengan sate ayam. Sate kelinci juga disajikan dengan menggunakan bumbu kacang. Kamu juga bisa menikmatinya dengan menggunakan lontong atau nasi hangat.

Harga yang dibanderol untuk sate kelinci akan membuat kamu sedikit merogoh kocek, yaitu Rp 30.000 untuk 10 tusuk sate. Namun, harga tersebut tentu saja sebanding dengan kelezatan yang kamu dapatkan.

5 dari 5 halaman

Kuliner Batu Malang yang Menggugah Selera

Putu Lanang Celaket

Putu Lanang Celaket adalah salah satu gerai makanan tertua di Malang yang didirikan oleh Ibu Soepijah. Gerai Putu Lanang Celaket ini menjadi penjaja kue putu yang terbaik dan paling populer di Malang. Dapat dilihat dari jumlah pelanggan yang kerap memenuhi gerai ini, yang terletak di gang kecil di Jalan Jaksa Agung Suprapto setiap harinya. 

Tempat wisata kuliner satu ini buka setiap hari pada pukul 17.30. Sebaiknya kamu datang lebih awal karena para pelanggan setia sudah berdatangan. Selain kue putu, kamu juga bisa menemukan camilan manis tradisional lainnya, termasuk cenil dan lupis. Seporsi dihargai Rp10.000 dan pelanggan diberikan kebebasan untuk mengombinasikan ketiganya.

Pos Ketan Legenda

Berkunjung ke Malang, kurang pas rasanya kalau tidak mencoba sajian ketan di Pos Ketan Legenda. Sama seperti namanya, warung ketan ini memang sudah melegenda karena sudah ada sejak 1967. Banyak orang yang penasaran dengan sajian ketan di sini. Bahkan banyak yang rela mengantri untuk mendapatkan beberapa porsi ketan yang menggugah selera.

Ketan dengan cita rasa yang khas ini disajikan dengan beragam aneka topping yang unik seperti susu, sambal, keju, durian, dan lain sebagainya. Bila kamu tertarik dan penasaran dengan sajian ketan di Pos Ketan Legenda, kamu bisa langsung menuju Jalan Kartini No. 6, Ngaglik, Batu, Malang.

Kuliner Batu Malang satu ini buka mulai jam 4 sore hingga jam 12 malam. Cocok buat kamu yang ingin makanan ringan di malam hari.

Cilok Rempah

Wisata kuliner Batu Malang selanjutnya yang dapat membuat kamu ketagihan adalah cilok. Kudapan yang satu ini merupakan salah satu menu kuliner kota Batu yang harus kamu cicipi, sebab sensasi memakannya di tengah dinginnya udara akan berbeda.

Cilok yang dijajakan tersebar di banyak tempat, seperti salah satunya banyak dijumpai di alun-alun Batu. Cilok yang dijajakan pun bermacam-macam jenisnya, mulai dari cilok daging, cilok rempah sampai cilok jeletot yang khas dengan kepedasannya.

Hanya dengan Rp 5.000 saja, kamu sudah bisa mendapatkan seporsi cilok yang banyak. Jangan lupa untuk makan cilok saat masih panas, karena jika sudah dingin rasanya tidak akan sama lagi.