Sukses

7 Jenis Tomat dan Cara Mengolahnya Sesuai Bentuk

Liputan6.com, Jakarta Tomat memiliki berbagai macam jenis. Masing-masing tomat menyimpan vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan tubuh.

Namun, untuk mendapatkan manfaat tomat perlu melalui proses yang berbeda-beda. Tidak semua jenis tomat cocok dijadikan sebagai bahan makanana untuk disantap.

Ada jenis tomat yang hanya cocok dijadikan sebagai campuran salad. Ada juga tomat yang hanya cocok untuk dicampurkan dengan sayuran lain, namun tidak cocok untuk dimakan mentah.

Bahkan ada juga jenis tomat yang tidak cocok untuk dimakan, melainkan untuk dijadikan bahan membuat saus tomat saja. Oleh karena itu, untuk mendapatkan manfaat tomat secara utuh kamu perlu mengenali jenis tomat dengan berbagai cara pengolahannya yang tepat.

Berikut ada tujuh jenis tomat beserta cara mengolahnya yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (19/12/2019).

2 dari 8 halaman

Tomat Ceri

Tomat ceri memiliki ukuran yang sangat kecil. Tomat ceri sangat berair sehingga sangat enak jika dimakan langsung.

Satu tomat ceri (17 gram) hanya mengandung 3 kalori dan sejumlah vitamin dan mineral. Ukurannya yang kecil cocok untuk dijadikan sebagai campuran salad atau dimakan langsung sebagai camilan sehat.

3 dari 8 halaman

Tomat Anggur

Tomat anggur memiliki ukuran sekitar setengah lebih kecil tomat ceri. Tomat anggur memiliki bentuk yang cenderung lonjong dan tidak mengandung banyak air.

Satu tomat anggur (8 gram) hanya memiliki satu kalori. Seperti tomat ceri, tomat anggur juga cocok dijadikan sebagai campuran salad atau dimakan langsung untuk camilan.

4 dari 8 halaman

Tomat Roma

Tomat roma memiliki ukuran tidak lebih besar dari tomat ceri dan anggur. Namun, tak cukup besar juga untuk mengirisnya.

Tomat roma atau dikenal juga dengan tomat prem mengandung 11 kalori dan 1 gram serat. Tomat roma memiliki cita rasa manis dan cenderung berair.

Oleh karena itu, tomat roma cocok dijadikan sebagai bahan membuat saus atau bahan campuran salad.

5 dari 8 halaman

Tomat Bistik

Tomat bistik memiliki ukuran yang lebih besar. Satu tomat bistik (182 gram) mengandung 33 kalori, 2 gram serat, dan 28% antioksidan berupa vitamin C yang berguna untuk menambah kekebalan tubuh.

Tomot bistik cocok untuk digunakan sebagai campuran sandwich dan humburger. Tomat bistik memiliki cita rasa manis dan cenderung berair. Tomat bistik juga cocok dijadikan sebagai bahan pembuatan saus.

6 dari 8 halaman

Tomat Pusaka

Tomat pusaka memiliki varian warna dan ukuran. Mulai dari kuning pucat, hijau cerah, hingga merah keunguan. Tomat pusaka bukan merupakan tanaman hibrida. Varian warna dan ukuran tomat pusaka dikarenakan penyerbukan silang dengan jenis lainnya.

Tomat pusaka memiliki rasa yang lebih manis. Tomat pusaka memiliki kandungan nutrisi berupa kalori, beta karoten, dan antioksidan.

Jenis tomat ini cocok dijadikan sebagai bahan pembuat saus atau bahkan dimakan langsung.

7 dari 8 halaman

Tomat Hijau

Tomat hijau cenderung dikaitkan dengan tomat yang belum matang. Namun dalam beberapa keperluan tomat hijau kerap digunakan sebagai bahan campuran olahan masakan.

Tomat hijau memiliki tekstur yang keras dan mudah diiris. Satu tomat hijau ukuran sedang mengandung 28 kalori.

Tomat hijau cocok dijadikan sebagai bahan membuat saus. Hal ini dikarenakan tomat hijau akan memberikan rasa dan warna yang unik pada hidangan.

Tetapi, tomat hijau mentah ini mengandung kadar alkaloid yang lebih tinggi daripada tomat matang yang membuatnya sulit untuk dicerna. Jenis tomat ini membuat penikmatnya mengalami masalah pencernaan.

8 dari 8 halaman

Kumato

Kumato adalah jenis tomat yang khusus dibiakkan agar terlihat cokelat kemerahan. Tomat jenis ini mengandung gula yang lebih tinggi, dan kulit yang lebih tebal dari jenis lainnya. Lebih cocok dimakan mentah.