Sukses

7 Efek Negatif Minum Air Putih Berlebihan, Timbulkan Masalah pada Jantung

Liputan6.com, Jakarta Efek negatif minum air putih berlebihan ternyata bisa menimbulkan masalah pada jantung. Tidak hanya itu, minum air putih berlebihan juga dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan lainnya. Walaupun setiap harinya kamu membutuhkan banyak minum air putih, kamu juga perlu memahami kebutuhan normal harian. 

Kebutuhan air harian pada orang normal pada umumnya hanya sekitar 3,7 liter air untuk laki-laki, dan 2,7 air untuk perempuan, dan ini sudah termasuk kandungan air dari makanan dan minuman lainnya. Cara yang paling mudah dan aman untuk memenuhi kecukupan air minum adalah dengan cara segera meminum air secukupnya setiap kali merasa haus.

Efek negatif minum air putih berlebihan perlu diperhatikan agar terhindari dari berbagai masalah kesehatan. Bahkan bila dikonsumsi secara berlebihan, cairan yang menumpuk di dalam tubuh akan menyebabkan keracunan cairan atau hyponatremia yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan yang cukup fatal.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (21/1/2020) tentang efek negatif minum air putih berlebihan

2 dari 4 halaman

Masalah pada Jantung dan Ginjal

Meningkatkan Risiko Gangguan Jantung

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, salah satu efek negatif minum air putih berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan jantung. Jantung merupakan salah satu organ vital yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh.

Dengan konsumsi air secara berlebihan, volume darah pun meningkat sehingga jantung akan bekerja lebih keras untuk memompa darah. Hal ini akan berdampak pada meningkatnya tekanan yang tak perlu pada pembuluh darah dan jantung sehingga bisa menyebabkan gangguan jantung serius.

Masalah pada Ginjal

Selain jantung, efek negatif minum air putih berlebihan juga mempengaruhi ginjal. Mengonsumsi air minum terlalu banyak dapat memicu terjadinya gangguan pada ginjal.

Hal ini disebabkan karena pengenceran darah sehingga ginjal tidak mampu menyaring zat-zat di dalam tubuh yang tidak terpakai dengan baik untuk menjaga keseimbangan natrium. Kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan, mual, hingga meningkatkan intensitas buang air kecil.

3 dari 4 halaman

Pembengkakan Sel Tubuh dan Sakit Kepala

Pembengkakan Sel Tubuh

Efek negatif minum air putih berlebihan selanjutnya adalah dapat mengakibatkan pembengkakan pada sel tubuh. Asupan air yang terlalu banyak akan menyebabkan pengenceran darah sehingga kadar elektrolit di dalam darah lebih rendah dibandingkan kadar di dalam sel.

Untuk mengembalikan keseimbangannya, air akan mengisi sel-sel tubuh sehingga menyebabkan adanya pembengkakan. Hal ini akan berujung pada masalah serius seperti kejang, mual, hingga meningkatnya risiko terkena hidrosefalus.

Sakit Kepala

Efek negatif minum air putih berlebihan juga dapat menyebabkan seseorang sering sakit kepala secara tiba-tiba. Hal ini disebabkan karena rendahnya kadar sodium di dalam darah, sehingga sel membengkak.

Kondisi ini merupakan dampak pembengkakan sel tubuh yang dapat membuat ukuran otak membesar hingga menyentuh otak sehingga menimbulkan sensasi berdenyut dan terasa nyeri.

4 dari 4 halaman

Kram Otot, Iritasi Perut, dan Buang Air Kecil Berlebihan

Kram Otot

Kalium merupakan mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh untuk meningkatkan sistem saraf dan mendukung metabolisme. Asupan cairan yang terlalu banyak akan berdampak pada larutnya kalium bersama air.

Hal ini akan membuat kadar kalium di dalam tubuh berkurang sehingga menyebabkan iritasi, nyeri dada, hingga kram otot.

Iritasi Perut

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, asupan air yang terlalu banyak akan menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit di dalam tubuh. Kadar elektrolit yang tak seimbang akan menyebabkan iritasi di perut yang merupakan gejala awal keracunan cairan.

Buang Air Kecil Berlebihan

Efek negatif minu air putih berlebihan juga akan membuat saluran kencing bekerja lebih keras sehingga berdampak pada meningkatnya frekuensi air seni. Selain membuat seseorang lebih sering buang air kecil, hal ini akan berdampak pada dehidrasi karena cairan tubuh yang terlalu banyak terbuang bersama urin.