Sukses

Tata Cara Sholat Taubat Lengkap Beserta Keutamaannya

Liputan6.com, Jakarta Sebagai umat Muslim, penting untuk mengetahui tata cara sholat taubat lengkap. Hal ini berguna agar kamu dapat diampuni dosa atau kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat. Tata cara sholat taubat mirip dengan sholat sunnah lainnya. Tata cara sholat taubat lengkap terdiri dari niat, bacaan, dia, waktu, hingga keutamaannya.

Sholat taubat perlu dilakukan karena perbuatan dosa yang dilakukan oleh manusia ini ada yang disadari secara langsung ataupun tidak disadari. Tidak hanya dosa-dosa kecil, manusia terkadang juga melakukan dosa besar. Alasan itulah yang mendasari munculnya anjuran bagi umat Muslim untuk melakukan taubat dengan berbagai cara yang diridhoi Allah SWT.

Salah satu cara untuk menebus dosa yang paling baik dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah Muhammad SAW adalah dengan menjalankan sholat taubat. Taubat adalah kembali kepada Allah, kembali pada syariat-Nya, mengakui segala bentuk kesalahannya dan menyesalinya, serta berjanji tidak akan mengulanginya kembali. Sedangkan sholat taubat adalah cara untuk meraih salah satu amal yang paling tinggi derajatnya di sisi Allah.

Melihat pentingnya bertaubat, maka seorang Muslim wajib mengetahui tata cara sholat taubat lengkap yang benar. Berikut Liputan6.com, Rabu (22/1/2020) telah merangkum dari berbagai sumber tata cara sholat taubat lengkap beserta keutamaannya.

2 dari 6 halaman

Mengenal tentang Sholat Taubat

Sebelum mengetahui tata cara sholat taubat lengkap, ada baiknya untuk mengenal apa itu sholat taubat terlebih dahulu. Sholat taubat merupakan sholat sunnah yang dilakukan untuk memohon pengampunan dari Allah SWT atas segala dosa maupun kesalahan yang pernah diperbuat selama hidup.

Sholat taubat juga disebut dengan sholat istighfar atau sholat minta ampun. Ketika sudah menjalankan sholat taubat yang benar, maka seorang Muslim seharusnya tidak mungkin lagi mengulangi kembali maksiat atau dosa yang lalu.

Dasar hukum yang menganjurkan orang untuk menjalankan sholat taubat terdapat pada Al-Qur’an dalam surat At-Tahrim ayat 8, yang artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai."

Allah sangat menyukai umat Muslim yang benar-benar bertaubat dan menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan maksiat. Seperti yang difirmankan dalam Al-Baqarah 2:22 dengan arti: "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”

Dari ayat-ayat ini bisa disimpulkan bahwa sebaik-baiknya manusia di hadapan Allah bukan mereka yang tidak pernah berbuat salah, tapi bila mana orang tersebut berbuat kesalahan langsung bertaubat kepada-Nya.

Melihat pentingnya bertaubat, maka seorang Muslim wajib tahu tata cara sholat taubat lengkap yang benar, lengkap dengan niat, bacaan, doa, dan waktunya pelaksanaannya.

3 dari 6 halaman

Waktu Pelaksanaan Sholat Taubat

Pada dasarnya, taubat merupakan perbuatan yang tidak dapat diundur atau ditunda-tunda. Oleh karena itu, jika seorang Muslim telah melakukan dosa dan maksiat, segeralah untuk bertaubat. Salah satunya adalah dengan melakukan tata cara sholat taubat lengkap.

Sholat taubat sebaiknya dikerjakan sendirian. Sholat taubat merupakan sholat nafilah yang tidak disyariatkan untuk dikerjakan secara berjamaah. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadist, hendaknya sebelum melaksanakan sholat taubat didahului dengan bersuci dengan baik. Disunnahkan untuk mandi besar sebelum melakukan sholat taubat.

Sholat taubat merupakan salah satu bentuk sholat mutlak yang waktu pelaksanaannya bisa dilakukan kapan saja, baik itu siang maupun malam. Namun ada waktu pelaksanaan sholat taubat yang haram untuk dikerjakan seperti:

1. Mulai dari terbit fajar kedua hingga terbit matahari.

2. Saat terbit matahari hingga matahari naik sepenggalah.

3. Saat matahari persis di tengah-tengah hingga terlihat condong.

4. Mulai dari sholat Ashar hingga matahari tenggelam.

5. Ketika menjelang matahari tenggelam hingga benar-benar sempurna tenggelamnya

Sementara itu, sebagian ulama menyatakan bahwa waktu pelaksanaan sholat taubat yang utama adalah di sepertiga malam atau selama sholat tahajud dilaksanakan.

4 dari 6 halaman

Niat dan Tata Cara Sholat Taubat Lengkap

Niat Sholat Taubat

Niat sholat taubat dengan menghadirkan keinginan untuk taubat dari berbagai kesalahan terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan dengan berwudhu dan melaksanakan sholat 2 rakaat.

Namun untuk menegaskan kembali, bisa di lafazkan dengan lafaz yang telah diajarkan oleh para ulama, dengan membaca niat seperti:

Ushalli Sunnatat Taubata Rak’ataini Lillahi Ta’ala

Artinya: Saya niat shalat sunnah taubat dua rakaat karena Allah.

Tata Cara Sholat Taubat Lengkap

Tata cara sholat taubat lengkap sama seperti sholat sunnah lainnya. Sholat taubat dilakukan sebanyak dua rakaat dengan sekali salam. Boleh dilakukan dua rakaat, empat rakaat atau enam rakaat.

Namun jika mau, kamu bisa memperpanjang sujud terakhir untuk secara khusus bermunajat dan mengakui berbagai dosa serta memohon ampunan dengan segala kerendahan diri di hadapan Allah SWT.

“Yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah do’a ketika itu.”(HR. Muslim).

Berikut ini akan dijelaskan tata cara sholat taubat lengkap yang benar:

1. Membaca niat sholat taubat nasuha.

2. Takbiratul ihram.

3. Membaca doa iftitah (sunnah).

4. Membaca suart Al-Fatihah.

5. Membaca surat dari Al-Qur’an.

6. Rukuk (membaca tasbih rukuk tiga kali).

7. I’tidal (membaca doa I’tidal).

8. Sujud (membaca tasbih sujud tiga kali).

9. Duduk di antara dua sujud (membaca dia ‘robbighfirlii warhamnii…’)

10. Sujud kedua. (membaca tasbih sujud tiga kali).

11. Bangun melanjutkan rakaat kedua seperti urutan di atas sampai yang ke 10.

12. Tasyahud akhir (membaca tasyahud akhir).

13. Salam.

14. Berdoa mohon ampunan.

5 dari 6 halaman

Bacaan Doa dan Dzikir Setelah Sholat Taubat

Untuk menyempurnakan amalan sholat taubat, maka ada baiknya memperbanyak membaca istighfar. Meminta ampun dengan istighfar ini ada baiknya disertai dengan dzikir-dzikir menyebut asma-Nya. Adapun bacaan istighfar setelah mengerjakan sholat taubat sebagai berikut:

Astaghfirullahal Ladzii Laa Ilaaha Illaa Huwal Hayyul Qayyuumu Wa Atuubu Ilaihi.

Artinya: “Aku meminta pengampunan kepada Allah yang tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepadanya.”

Bacaan istighfar hendaknya diucapkan sebanyak 100 kali sambil diresapi, artinya dalam hati dengan setulus-tulusnya.

Memperbanyak membaca tasbih:

Subhanallahi Wa Bihamdihi.

Artinya “Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya.”

Setelah itu baru membaca doa sholat taubat seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW berikut ini:

Allahumma Anta Robbii Laa Ilaaha Illaa Anta, Kholaqtanii Wa Ana ‘Abduka Wa Ana ‘Ala ‘Ahdika Wa Wa’dika Mastatho’tu. A’udzu Bika Min Syarri Maa Shona’tu, Abuu-U Laka Bini’matika ‘Alayya, Wa Abuu-U Bi Dzanbii, Faghfirlii Fainnahuua Laa Yaghfirudz Dzunuuba Illa Anta.

Artinya:

“Ya Allah, Engkaulah Tuhan kami, tiada Tuhan melainkan Engkau yang telah menciptakan aku, dan akulah hamba-Mu. Dan aku pun dalam ketentuan serta janji-Mu yg sedapat mungkin aku lakukan. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yg telah aku lakukan, aku mengakui nikmat-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosaku, karena itu berilah ampunan kepadaku, sebab tiada yg dapat memberi ampunan kecuali Engkau sendiri. Aku memohon perlindungan Engkau dari segala kejahatan yg telah aku lakukan.”

Mengenai doa tersebut, Rasulullah SAW pernah bersabda, dengan arti yang berbunyi:

“Barangsiapa mengucapkannya (sayyidul istighfar) di siang hari dalam keadaan yakin dengannya kemudian dia mati pada hari itu sebelum petang hari, maka dia termasuk penduduk syurga. Dan siapa yang mengucapkannya di waktu malam hari dalam keadaan dia yakin dengannya, kemudian dia mati sebelum subuh maka dia termasuk penduduk syurga.” (HR. Al-Bukhari)

Setelah mengerjakan sholat taubat ini, kamu disarankan untuk melakukan berbagai amal kebaikan. Selain tidak mengulangi maksiat dan dosa seperti dulu, bentuk amal kebaikan yang paling utama setelah mengerjakan sholat taubat adalah sedekah.

Karena dengan sedekah, merupakan sebab terbesar terhapusnya dosa-dosa seseorang. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Thaha ayat 82 yang artinya: “Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.”

6 dari 6 halaman

Keutamaan Sholat Taubat

Allah akan memberikan ganjaran bagi kamu yang melakukan sholat taubat ini, seperti akan diampuni dosa-dosa yang pernah dibuat. Allah SWT menjanjikan surga bagi siapa saja yang bertaubat dengan sungguh-sungguh dan mereka akan kekal di dalamnya dan akan diberikan pahala yang terbaik sebagai penambah timbangan amal bagi mereka yang bertaubat.

Kalau kamu sudah melakukan sholat taubat, kemudian suatu ketika melakukan kesalahan lagi, bagaimana? Abu Hurairah Radiyallahu’anhu, bahwasanya Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda:

“Sesungguhnya seorang laki – laki berbuat dosa lalu berkata: “Wahai Tuhanku sesungguhnya aku berbuat dosa maka ampunilah. Maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala berkata: “Hambaku berbuat dosa lalu ia tahu bahwa ia memiliki Tuhan yang Maha Mengampuni dosa dan ia merealisasikannya, sesungguhnya Aku telah ampuni hambaku tersebut. Kemudian ia pun berbuat dosa lagi dosa yang lainnya lalu berkata: “Wahai Tuhanku sesungguhnya aku berbuat dosa maka ampunilah, maka Allah Tabaroka wa Ta’ala berkata: “Hamba-Ku mengetahui bahwa ia punya Tuhan yang Maha Pengampun lalu ia pun merealisasikannya: “Sesungguhnya telah aku ampuni hamaku. Kemudian ia melakukan dosa yang lainnya lagi, dan ia berkata: “Wahai Tuhanku sesungguhnya aku berbuat dosa, maka ampunilah. Maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala berkata lagi : “Hamba-Ku tahu bahwa ia punya Tuhan yang Maha Pengampun dan ia merealisasikannya.” Maka Aku mempersaksikan kepada kalian semua bahwa sesungguhnya Aku sungguh telah mengampuni hamba-Ku maka silahkan dia lakukan apa yang dia kehendaki.” (HR. Al- Imam Ahmad).