Sukses

7 Manfaat Minyak Akar Wangi untuk Kesehatan, Dapat Meredakan Penyakit

Liputan6.com, Jakarta Tanaman akar wangi merupakan sejenis rumput yang berasal dari India, namun sudah banyak dibudiyakan di negara tropis termasuk Indonesia. Tanaman ini dikenal banyak orang sejak lama sebagai sumber wangi-wangian. Beberapa orang akrab dengan julukan akar wangi seperti narwastu, serai wangi, dan vetiver.

Tanaman akar wangi masih satu rumpun dengan serai atau padi. Karakteristik tanaman akar wangi ditandai dengan bentuk batang yang panjang dan daun tipis panjang yang kaku dan keras.

Uniknya lagi, akar wangi terkenal dengan aromanya yang sangat khas. Tak heran, kalau akar wangi sering dijadikan sebagai parfum, pengharum ruangan, hingga perawatan tubuh.

Lebih dari itu, akar wangi juga memiliki segudang manfaat bagi kesehatan. Untuk mendapatkan manfaat akar wangi, biasa penggunaannya sebagai minyak. Berikut manfaat minyak akar wangi yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (22/1/2020). 

2 dari 8 halaman

Meredakan Radang

Meredakan radang merupakan manfaat minyak akar wangi yang bisa kamu rasakan. Hal ini dikarenakan minyak akar wangi memiliki efek menenangkan dan mendinginkan sehingga baik untuk meredakan segala jenis radang.

Terlebih bagi kamu yang memiliki keluhan terhadap sistem peredaran darah dan saraf. Minyak akar wangi juga dapat dijadikan sebagai obat untuk peradangan yang disebabkan oleh sengatan sinar matahari dan dehidrasi.

3 dari 8 halaman

Menghilangkan Bekas Luka

Di dalam minyak akar wangi terdapat zat cicatrizant yang dipercaya dapat mempercepat hilangnya bekas luka di kulit. Manfaat minyak akar wangi lainnya juga dapat mendorong produksi jaringan baru pada daerah yang terinfeksi, sehingga sel kulit mati dapat segera pulih dan tampil merata.

Bekas luka pada kulit lainnya yang dapat diredakan dengan minyak akar wangi adalah stretchmark, bekas cacar, dan luka bakar. Untuk itu, kamu bisa menggunakan mintak akar wangi untuk meredakan kondisinya.

4 dari 8 halaman

Mencegah Infeksi Bakteri

Di negara-negara tropis, mikroba dan bakteri dapat tumbuh sangat cepat karena iklim panas dan lembap pada kawasan ini. Tak heran, apabila kamu tinggal di negara tropis seperti India kerap mengalami penyakit berupa luka dan risiko sepsis.

Tak perlu khawatir, untuk mengatasi permasalahan tersebut kamu bisa menggunakan minyak akar wangi untuk mencegah berkembang biaknya bakteri Staphylococcus aereus.

Menurut laporan yang diterbitkan dalam Journal of Pharmaceutical Studies, minyak ini dapat secara efisien menghentikan pertumbuhan bakterinya. Minyak akar wangi ini dapat dioleskan ke bagian kulit yang terkena alias sebagai pengobatan eksternal.

5 dari 8 halaman

Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Kandungan tonik pada minyak akar wangi bagi tubuh memiliki peran mirip dengan perombakan dan servis pada kendaraan. Mendapatkan tonik dari minyak akar wangi dapat meningkatkan setiap sistem tubuh seperti sistem pencernaan, pernapasan, peredaran darah, ekskresi, kekebalan tubuh, endokrin, dan sistem saraf.

Karena itu, manfaat minyak akar wangi dapat menjaga sistem metabolisme tubuh, meremajakan tubuh, memberi kekuatan, dan meningkatkan kekebalan tubuh.

6 dari 8 halaman

Mencegah Gangguan Saraf

Minyak akar wangi memiliki kandungan tonic nervine yang dapat menjaga kesehatan saraf. Selain itu, manfaat minyak akar wangi juga dapat menyembuhkan kerusakan saraf karena syok, ketakutan, dan stres.

Minyak akar wangi juga dapat membantu menghilangan gangguan saraf, serangan epilepsi, gangguan saraf seperti penyakit Parkinson.

7 dari 8 halaman

Mengatasi Insomnia

Minyak akar wangi dapat dijadikan sebagai minyak esensial untuk dijadikan penenang, cocok untuk mengatasi masalah insomnia. Manfaat minyak akar wangi yang dapat dirasakan lainnya seperti meredakan marah, kecemasan, serangan epilepsi, gelisah, dan gugup.

8 dari 8 halaman

Mempercepat Penyembuhan

Minyak akar wangi juga dapat membantu menyembuhkan luka dengan menumbuhkan jaringan baru di tempat yang terluka. Selain itu, minyak akar wangi dapat menjaga agar kondisi luka tetap aman dari infeksi yang bekerja sebagai penghambat pertumbuhan mikroba.